Jelaskan Perbedaan Historiografi Tradisional Kolonial Dan Modern

Jelaskan Perbedaan Historiografi Tradisional Kolonial Dan Modern.

Sejarah nan kita pelajari momen ini, ternyata nggak lepas pecah perkembangannya, mulai dari historiografi tradisional, kolonial, hingga modern.

Kita mengkhayal bentar deh, mari! Ceritanya elo ialah sendiri penemu prasasti yang ada di daerah elo. Pun iseng menggali lubang, mendadak elo menemukan batu bertulis. Wey, canggih bener dah. Terus elo teliti batu bersurat tersebut sampai menemukan pangkal-usulnya. Sudahlah, jadi deh itu umpama sumber sejarah.

Terus elo mikir, gimana caranya supaya sumur sejarah nan udah elo temui, kritisi, dan maknai itu bisa diperkenalkan kepada orang banyak? Gimana tebak-kira? Kebayang nggak?

Nah, bagi menjawab itu, kita akan periksa tentang historiografi.

Apa Itu Historiografi?

Historiografi merupakan proses penyampaian hasil penelitian sejarah.

Ketika menyajikan hasil penggalian ki kenangan, maka kita harus menyajikan data dengan cara yang tepat. Maksudnya cara nan tepat itu gimana? Caranya, kita harus menunaikan janji unsur logis (rasional), sistematis (tertata), empiris (sesuai dengan fakta nan ada), dan komprehensif (menjadi gagasan yang utuh).

Molekul-unsur historiografi. (dok. Cuplikan video Zenius)

Perbuatan historiografi yaitu gerendel, piagam, jurnal ilmiah, benda seni, dan keadaan lainnya. Ideal historiografi itu yang seperti mana apa? Penasaran? Elo bisa temukan penjelasan dan transendental-contohnya pada video belajar Zenius dengan klik banner di sumber akar ini!

Nah, para ahli sejarah Indonesia membagi historiografi menjadi tiga bagian, yaitu historiografi tradisional, historiografi kolonial, dan historiografi modern/kewarganegaraan. Di sini, gue hanya akan menjelaskan tentang historiografi nan tradisional ya. Dua bagian lainnya akan dibahas di artikel lainnya.

Apa Definisi Historiografi Tradisional?

Penulisan historiografi udah ada sejak zaman kerajaan Hindu-Buddha sampai berkembangnya Selam. Di Indonesia sendiri, historiografi diawali sejak masa abc dengan karya pertamanya yakni batu bersurat oleh Mpu Prapanca yang batik kitab Negarakertagama.

Baca :   Terangkan Arti Manusia Menjadi Objek Dan Subjek Sejarah

Bisa dibilang, historiografi tersebut termasuk dalam historiografi tradisional. Ini dia pengertian historiografi tradisional.

Historiografi tradisional yakni penulisan rekaman yang ditulis plong masa kerajaan Hindu-Buddha sebatas masa kerajaan Islam berdiri di Indonesia. Di dalamnya, terdapat unsur kepercayaan publik yang masuk dalam penulisan album.

Semacam naskah memori yang menceritakan sebagaimana apa sih semangat lega zaman imperium, siapa aja hamba allah-orang di kerajaan tersebut, gimana sistem pemerintahannya, gimana masyarakatnya, kepercayaan segala nan dianut, sebatas apa aja peninggalannya. Jadi, segala apa nan elo baca di buku ki kenangan atau informasi-informasi sejarah saat ini ya dari mulai sejak historiografi ini. Paham ya sampai sini?

Contoh historiografi tradisional adalah kitab Negarakertagama yang ditulis maka itu Mpu Prapanca, Babad Tanah Jawi, dan Babad Tanah Pasundan.

Kitab Negarakertagama maka dari itu Mpu Prapanca. (dok. Museum Kewarganegaraan Kemdikbud)

Baca pun: Jalan Konsep Sumber akar Politik Hindu Buddha – Materi Sejarah Papan bawah 10

Ciri Ciri Historiografi Tradisional

Historiografi tradisional masih menunggangi metode bacot ke mulut. Maksudnya, privat penulisan historiografi ini belum begitu teruji, karena masih mendengarkan cerita dari berbagai sumber. Misalnya elo arwah plong zaman imperium Kalingga. Nah, elo cak hendak batik spirit Kalingga kapan itu, siapa aja silsilah kerajaannya, gimana kehidupan kerajaan dan mahajana sekitarnya, sama dengan apa ketegasan Ratu Shima, dan apa aja peninggalannya? Pasti elo bakal memperhatikan dan tanya sana-sini dong buat menjawab rasa penasaran elo?

Patung Ratu Shima mulai sejak kerajaan Kalingga. (dok. Geni)

Abnormal bertambah sih gitu ya. Kendati kian jelas, gue kasih ciri-ciri historiografi tradisional deh.

  1. Istana sentris ataupun yamtuan sentris, yaitu menceritakan akan halnya hayat keluarga kerajaan. Contohnya silsilah kerajaan Kalingga berpokok raja pertama hingga raja terakhirnya.
  2. Bersifat domestik, maksudnya hanya menceritakan wilayah tersebut dan daerah tetangganya. Misalnya membualkan akan halnya kerajaan Kalingga, ya udah yang diceritain hanya seputar kerajaan Kalingga dan kurang tentang kekaisaran lain yang bersengketa dengannya.
  3. Mitos atau supranatural, bintang sartan masih ada kisahan legenda atau nggak realistis di dalamnya, karuan saja tujuannya untuk memperketat legitimasi. Misalnya raja Airlangga semenjak Kahuripan yang dipercaya sebagai keturunan Dewa Wisnu, atau n domestik kitab Pararaton nan menceritakan reinkarnasi Ken Arok. Zaman saat ini kan hal-kejadian seperti ini udah nggak boleh diterima ya?
Baca :   Perhatikan Gambar Berikut Panjang Bd Adalah

Baca lagi: Jejak Pusaka Kerajaan Kalingga – Materi Rekaman Papan bawah 10

Perbedaan Historiografi Tradisional Kolonial dan Modern

Setelah elo mengetahui denotasi dari historiografi tradisional, ada pun nih historiografi kolonial, dan bertamadun. Padalah, apa sih perbedaan bersumber ketiganya?

Denotasi historiografi kolonial:

Historiografi kolonial merupakan penulisan rekaman yang ditulis lega waktu kolonial oleh bangsa Eropa.

Ciri-cirinya antara lain Eropa sentris, yaitu menceritakan kehidupan nasion Eropa, jadi mengesampingkan khasiat pribumi. Tujuannya lakukan memperkuat legitimasi.

Konotasi historiografi nasional atau berbudaya:

Historiografi modern adalah penulisan sejarah bangsa Indonesia, dan mulai marak selepas kedaulatan Republik Indonesia.

Permukaan belakang munculnya historiografi modern yaitu munculnya persuasi-propaganda nan takhlik rakyat sadar bahwa kita adalah bangsa Indonesia. Tapi, yang menjadi tonggak kebangkitan historiografi ini adalah dengan diadakannya Seminar Kebangsaan Sejarah I masa 1957 di Yogyakarta, dengan pelopor pejuangnya yaitu Moh. Ali dan Sardjono Kartodirdjo.

Ciri-cirinya udah pasti Indonesia sentris, yaitu menceritakan atma bangsa Indonesia. Jadi, album itu dilihat dari kacamata bangsa Indonesia gitu, guys. Jikalau di internal historiografi kolonial Yang dipertuan Diponegoro dianggap sebagai disiden oleh nasion Eropa, maka bagi bangsa Indonesia dijadikan sebagai pahlawan. Dari konotasi ketiganya, udah tau cerek perbedaan historiografi tradisional kolonial dan modern?

Baca juga: Ciri-Ciri Historiografi Kolonial dan Contohnya – Materi Rekaman Kelas 10

Paradigma Tanya Historiografi Tradisional dan Pembahasannya

Nah, untuk menguji sepanjang mana kesadaran elo akan halnya materi historiografi, gue ada beberapa sempurna soal dan pembahasan yang bisa dijadikan sebagai referensi.

Cermin Soal 1

Gerakan historiografi harus mencakup hal-hal berikut, kecuali ….

a. Logis

b. Sistematis

c. Empiris

d. Komprehensif

e. Rasionalis

Jawab:
e. Rasionalis.

Baca :   Keanekaragaman Hayati Akan Menurun Secara Cepat Dan Langsung Jika Terjadi

Pembahasan: Dalam menyervis hasil penelitian sejarah, kita harus menyajikannya dengan cara yang tepat. Caranya yaitu harus memenuhi partikel logis, sistematis, empiris, dan komprehensif.

Contoh Soal 2

Tahapan historiografi yaitu ….

a. Proses pengutaraan hasil riset

b. Proses mengumpulkan sasaran penelitian

c. Operasi mengincar atau meneliti makna dari sumber

d. Proses pendaftaran sumber

e. Proses menginterogasi bahan yang dikumpulkan

Jawab:
a.
Proses penyampaian hasil penajaman.

Pembahasan: Kalau elo lupa, coba cek sekali lagi jabaran di atas. Tingkatan historiografi merupakan proses penyajian hasil penelitian.

*****

Gimana nih, sebatas sini udah kritis kan mengenai historiografi tradisional? Buat yang lebih menaksir belajar dengan nonton video, elo bisa mengakses materi ini di video belajar Zenius menggunakan akun yang sudah lalu didaftarkan di website dan permohonan Zenius sebelumnya, ya!

Baca kembali: Silsilah dan Jiwa Kekaisaran Tarumanegara – Materi Sejarah Kelas 10

Jelaskan Perbedaan Historiografi Tradisional Kolonial Dan Modern

Source: https://termasyhur.com/jelaskan-perbedaan-historiografi-tradisional-kolonial-dan-modern

Check Also

Dalam Ekosistem Perairan Organisme Yang Berperan Sebagai Produsen Adalah

Dalam Ekosistem Perairan Organisme Yang Berperan Sebagai Produsen Adalah. Home / Biologi / Pertanyaan IPA …