Jenis Kelompok Sosial Menurut Emile Durkheim Adalah

Jenis Kelompok Sosial Menurut Emile Durkheim Adalah

Hai Sobat Zenius, apa kabar? Semoga sehat selalu ya. Kali ini gue akan ajak elo belajar tentang materi kelompok sosial sosiologi. Lengkap deh pokoknya mulai dari pengertian, ciri-ciri, tipe hingga tujuan.

Sebelum membahas inti dari materi yang akan gue tulis yaitu mengenai kelompok sosial, gue mau tanya dulu nih, elo punya sahabat? Teman dekat? Keluarga? Pasti punya dong~

Kita sebagai manusia adalah makhluk sosial yang pasti membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Manusia senantiasa hidup berdampingan, bahkan di dalam rumah pun ada yang namanya keluarga. Nah, hal itu disebut juga sebagai kelompok sosial.

Bahkan, tanpa elo sadari, elo juga udah bergabung dengan kelompok itu sendiri. Wah iya? Kelompok jenis apa ya kira-kira? Yuk, langsung aja cari tau pembahasan materi kelompok sosia di dalam artikel ini!

Pengertian Kelompok Sosial Menurut Para Ahli

Sebelum mengenal lebih jauh mengenai kelompok sosial sosiologi, elo harus memahami terlebih dahulu pengertian kelompok sosial di masyarakat.

Banyak sosiolog di Indonesia dan dunia yang telah mengemukakan pemikiran mereka tentang pengertian ini, berikut daftarnya:

  • Menurut Soerjono Soekanto

Dalam bukunya yang berjudul
Sosiologi Suatu Pengantar, kelompok sosial menurut Soerjono Soekanto adalah himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena saling berhubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling mempengaruhi.

  • Menurut Wila Huky

Kelompok sosial adalah suatu unit yang terdiri atas dua orang atau lebih yang saling berinteraksi atau saling berkomunikasi.

  • Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt

Istilah kelompok sosial diartikan sebagai kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi.

  • Menurut George Homans

Kelompok sosial adalah kumpulan individu yang melakukan kegiatan, interaksi dan memiliki perasaan untuk membentuk suatu keseluruhan yang terorganisasi dan berhubungan secara timbal balik

Nah, jadi kalau ada kumpulan orang, kemudian mereka saling berinteraksi, itu udah
bisa dibilang kelompok sosial ya. Contohnya keluarga, teman kelas, dll.

Anggota masyarakat di dalam suatu kelompok saling berinteraksi dan memiliki kesamaan karakteristik atau tujuan.

(Dok. unsplash)

Terus bagaimana cara membedakan kelompok sosial dengan kelompok lainnya di kehidupan sehari-hari?

Nah, dibandingkan kelompok lainnya, kelompok-kelompok sosial sebenarnya dibentuk dari beberapa ciri-ciri. Berikut ini udah gue kumpulkan ciri-ciri dari kelompok sosial yang bisa elo baca di bawah ini:

  • Adanya Kesadaran Bersama

Anggota-anggota harus saling berhubungan satu sama lain. Kumpulan individu yang lebih banyak tidak dapat membentuk kelompok sosial kecuali ada kesadaran timbal balik di antara mereka.

Unsur kesadaran bersama inilah yang akhirnya dianggap sebagai fitur untuk membentuk sebuah kelompok sosial dalam masyarakat.

  • Kepentingan Bersama

Kelompok sebagian besar dibentuk untuk pemenuhan kepentingan tertentu. Individu yang membentuk kelompok harus memiliki satu atau lebih dari kepentingan dan cita-cita yang sama.

Untuk mewujudkan kepentingan bersama itulah mereka bertemu. Ciri inilah yang membuat kelompok sosial selalu berasal, dimulai dan berlangsung dengan pijakan kepentingan bersama.

  • Adanya Rasa Kesatuan

Setiap kelompok sosial membutuhkan rasa persatuan dan rasa simpati untuk berkembangnya perasaan atau rasa memiliki.

Para anggota kelompok sosial mengembangkan kesetiaan bersama atau perasaan simpati di antara mereka sendiri dalam segala hal karena rasa persatuan ini.

  • Perasaan Bersama

Perasaan kebersamaan atau
we-feeling
mengacu pada kecenderungan anggota untuk mengidentifikasi diri mereka dengan kelompok.

Mereka memperlakukan anggota kelompok mereka sendiri sebagai teman tetapi bisa memperlakukan anggota kelompok lain sebagai orang asing.

Mereka juga bekerja sama dengan orang-orang yang termasuk dalam kelompoknya dan semuanya melindungi kepentingan mereka secara bersama-sama.
We-feeling
dapat membangkitkan simpati, loyalitas dan mendorong kerja sama antar anggota.

  • Kesamaan Perilaku

Untuk memenuhi kepentingan bersama, anggota kelompok berperilaku dengan cara yang sama.

Kelompok sosial dalam masyarakat mewakili perilaku kolektif yang terlihat dari perilaku para anggota dalam suatu kelompok kurang lebih serupa.

  • Norma Kelompok yang Dipatuhi

Setiap kelompok memiliki cita-cita dan normanya sendiri dan para anggotanya harus mengikutinya.

Baca :   Faktor Yang Mempengaruhi Kelarutan Suatu Zat

Jika ada anggota yang menyimpang dari norma kelompok yang ada akan dihukum berat. Norma-norma ini mungkin dalam bentuk adat istiadat, cara-cara rakyat, adat istiadat, tradisi, hukum dll. Norma ini juga bisa tertulis atau tidak tertulis.

Kelompok dalam masyarakat melakukan beberapa kontrol atas anggotanya melalui aturan atau norma yang berlaku.


Syarat Terbentuknya Kelompok Sosial

Suatu perkumpulan bisa dikatakan sebagai kelompok sosial juga ada syaratnya lho. Para anggota harus bisa memenuhi syarat-syarat ini agar perkumpulan mereka bisa disebut sebagai kelompok sosial.

Nah, berikut ini adalah syarat kelompok sosial menurut Soerjono Soekanto:

  • Setiap Anggota Kelompok Sadar Bahwa Mereka Tergabung dalam Suatu Kelompok.

Sebelumnya elo udah tau
kalau pengertian dari kelompok ini salah satunya ada interaksi. Maksudnya, mereka yang tergabung dalam kelompok tersebut sadar untuk saling berinteraksi supaya tujuan kelompok dapat tercapai.

Contohnya suatu kelompok di sekolah. Agar elo dan anggota kelompok bisa menyelesaikan tugas dari guru dengan baik dan mendapatkan hasil sempurna, maka terdapat diskusi dan kerja sama untuk mewujudkan itu di dalam kelompok, betul?

Lain halnya dengan mereka yang berada di halte saat menunggu bis. Mereka nggak
merasa terhubung satu sama lain, tujuan mereka masing-masing, yaitu untuk menuju suatu tempat.

Jadi, tidak ada kelompok sosial yang terjadi di sana. Tapi, kalau mereka sadar bahwa mereka memiliki tujuan yang sama dan saling berinteraksi, itu bisa dikatakan sebagai kelompok tersebut.

  • Adanya Hubungan Timbal Balik Antar Anggota Kelompok.

Syarat yang kedua adalah antar anggota kelompok harus memiliki hubungan timbal balik supaya tujuan dapat tercapai.

Jadi, mereka yang tergabung di dalam kelompok saling mendapatkan
feedback
gitu lho.

Contohnya tadi saat kerja kelompok. Supaya guru memberikan nilai sempurna untuk kelompok elo, maka elo dan anggota yang lain harus saling berdiskusi, memberikan ide-ide, dan bekerja sama.

Kalau sama orang lain pas
nunggu
bis di halte dan
nggak
ada interaksi, maka tidak ada kelompok sosial di sana.

  • Adanya Faktor Pengikat Antar Anggota.

Meskipun antar anggota terdiri dari berbagai suku, karakter, dan latar belakang, tapi kelompok sosial itu selalu memiliki suatu kesamaan antar anggotanya, misalnya memiliki tujuan yang sama.

Contohnya paguyuban, antar anggota paguyuban biasanya memiliki faktor pengikat yaitu asal daerah yang sama.

Ada juga kelompok sosial yang terjadi antara elo dan sahabat-sahabat elo, ada kesamaan karakter di sana. Itu bisa dikatakan sebagai kelompok sosial.

  • Antar Anggota Memiliki Struktur atau Pola Perilaku yang Sama.

Suatu kelompok memiliki ciri khusus yang membuatnya berbeda dengan kelompok lainnya. Nah, struktur atau pola perilaku termasuk faktor pembeda yang cukup penting ada di dalam suatu kelompok sosial.

Misalnya, ada peraturan di dalam kelompok, maka anggota yang tergabung dalam kelompok sosial tersebut mengikuti aturan yang ditetapkan dalam kelompok tersebut. Jadi, antar anggotanya memiliki pola perilaku yang sama.

  • Bersistem dan Berproses.

Syarat yang terakhir adalah terbentuk dalam jangka waktu tertentu. Agar kelompok sosial tersebut terbentuk, bertahan, dan meningkat, tentu ada interaksi dan aktivitas yang dilakukan secara konsisten.

Nah, untuk menjadi kelompok sosial, semua syaratnya harus terpenuhi. Jadi, nggak
bisa kalau hanya ada satu yang memenuhi syarat, tapi syarat lainnya tidak terpenuhi, maka hal itu tidak bisa dikatakan sebagai kelompok sosial.

Sebelum lanjut materi kelompok sosial sosiologi, gimana nih udah download aplikasi Zenius belum? Elo nggak mau dong ketinggalan video materi belajar dan fitur-fitur seru yang bisa elo akses secara gratis. Cuma perlu login untuk bisa belajar seru dan asyik. Buruan klik banner ya!

cta banner donwload apps zenius

Download Aplikasi Zenius

Tingkatin hasil belajar lewat kumpulan video materi dan ribuan contoh soal di Zenius. Maksimaln persiapanmu sekarang juga!

icon download playstore

icon download appstore

download aplikasi zenius app gallery

Tipe-Tipe Kelompok Sosial Menurut Para Ahli

Elo
udah tau
syarat dan ciri-ciri adanya kelompok sosial, belum lengkap nih belajar materi kelompok sosial tanpa mengenal tipenya. Ada apa aja sih tipe-tipe kelompok sosial?

Berdasarkan delapan pendapat ahli di bawah ini, mereka mengklasifikasikannya sebagai berikut:

1. Emile Durkheim

Emile Durkheim membedakan tipe kelompok sosial menjadi 2 yaitu solidaritas mekanik dan organik.

  • Solidaritas mekanik
    berarti tidak ada pembagian kerja di dalam suatu kelompok. Semua anggota mendapatkan beban kerja yang sama (kolektif).

Contoh kelompok sosial solidaritas mekanik misalnya anggota gereja yang berkumpul karena akan melakukan kebaktian pada hari minggu atau para calon jamaah haji yang melakukan doa bersama sebelum keberangkatan.

  • Solidaritas organik
    berarti
    udah
    ada pembagian kerja, elo ingat-ingat
    aja
    organis, setiap organ tentu memiliki fungsinya masing-masing.
Baca :   Sebutkan Pertumbuhan Yang Terjadi Pada Hewan

Nah, sama halnya dengan kelompok sosial yang masuk dalam klasifikasi organik ini, setiap anggota memiliki tugas dan fungsinya masing-masing, namun antara satu dan yang lainnya saling bergantung.

2. Ferdinand Tonnies

Klasifikasi kelompok sosial menurut Ferdinand Tonnies dibagi menjadi dua yaitu
gesellschaft
dan
gemeinschaft. Berikut ini adalah penjelasannya:


  • Gesellschaft

    (patembayan), merupakan kelompok sosial formal atau resmi. Antar anggota tidak terlalu dekat, contohnya adalah kelompok kerja dan partai politik.

  • Gemeinschaft

    (paguyuban), kalau kelompok yang satu ini lebih ke hubungan informal, biasanya karena adanya hubungan darah atau daerah asal tinggal. Contohnya adalah keluarga dan kerabat dekat.

3. Charles Cooley

Sedangkan, Cooley membagi menjadi ini menjadi dua, yaitu primer dan sekunder.

  1. Primer, merupakan kelompok yang akrab atau kenal satu sama lain, informal.
  2. Sekunder, merupakan kelompok formal dan resmi, kemudian hubungan antar anggotanya tidak begitu akrab. Teori ini sama dengan
    gesellschaft
    milik Tonnies.

4. W.G Sumner

Menurut W.G Sumner materi kelompok sosial masyarakat dibagi menjadi dua klasifikasi, yaitu
in-group
dan
out-group.


  • In-group

    ,
    merupakan kelompok yang antar anggotanya memiliki faktor simpati dan akrab satu sama lain. Terdapat kerja sama, hubungan persahabatan, keteraturan, dan kedamaian di dalamnya.

  • Out-group

    ,
    merupakan kelompok yang antar anggotanya saling mengedepankan sikap antagonisme antipati. Kebalikan dari
    in-group,
    bahwa di dalam kelompok terdapat kebencian, ketidakpedulian, dan permusuhan antara anggota yang satu dengan yang lainnya.

5. P.A. Sorokin

P.A. Sorokin, seorang sosiolog Amerika, telah membagi menjadi dua jenis utama yaitu vertikal dan horizontal.

  • Kelompok vertikal, mencakup orang-orang dari strata atau status yang berbeda. Contohnya adalah kelompok bangsa. Misalnya bangsa India, bangsa Cina, dll.
  • Kelompok horizontal, mencakup orang-orang dengan status yang sama. Contohnya adalah kelompok kelas. Misalnya kelas pekerja, atau petani.

6. F.H. Giddings

F.H. Giddings adalah seorang sosiolog dan ekonom asal Amerika yang mengklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu genetik dan kongregasi.

  • Kelompok genetik adalah keluarga di mana seorang anak dilahirkan secara tidak sengaja (tanpa persetujuan dari si anak).
  • Kelompok kongregasi adalah kelompok sukarela yang diikuti secara sukarela (dengan kehendak dan persetujuan pribadi).

7. George Hasen

George Hasen adalah seorang sosiolog dan sejarawan Jerman yang telah mengklasifikasikan kelompok sosial menjadi empat jenis berdasarkan hubungannya dengan kelompok lain, yaitu:

  • Kelompok Tidak Sosial

Sebuah kelompok tidak sosial adalah kelompok yang sebagian besar hidup untuk dirinya sendiri dan tidak berpartisipasi dalam masyarakat yang lebih besar.

Mereka juga tidak bercampur dengan kelompok lain dan tetap menyendiri.

Namun apa yang mereka lakukan tidak pernah bertentangan dengan kepentingan kelompok yang lebih besar.

  • Kelompok Pseudo-Sosial


    Sebuah kelompok pseudo-sosial berpartisipasi dalam kelompok yang lebih besar dan menjadi bagian di dalamnya. Tetapi tujuan utamanya adalah keuntungan bagi diri sendiri dan bukan untuk kebaikan yang kelompok yang lebih besar
  • Kelompok Antisosial


    Sebuah kelompok antisosial adalah kelompok (minoritas) yang bertindak melawan kepentingan kelompok yang lebih besar (mayoritas).
  • Kelompok Pro-Sosial


    Kelompok pro-sosial adalah kebalikan dari kelompok antisosial. Mereka bekerja untuk kepentingan masyarakat yang lebih besar dan ikut menjadi bagiannya.

8. C.H. Cooley

Charles Horton Cooley adalah seorang sosiolog Amerika dan putra dari Hakim Mahkamah Agung Michigan Thomas M. Cooley. Selama berkarier dalam dunia sosiologi, ia telah mengklasifikasikan kelompok sosial berdasarkan jenis kontak yang dilakukan, yaitu:

  • Kelompok Primer

Dalam kelompok primer, ada hubungan tatap muka, dekat dan akrab antara anggota seperti dalam keluarga.

  • Kelompok Sekunder

Dalam kelompok sekunder, hubungan di antara para anggota bersifat tidak langsung, impersonal, dan dangkal seperti partai politik dan serikat pekerja, dll.


Macam-Macam Pola Hubungan Antar Kelompok

Pembahasan selanjutnya dalam materi kelompok sosial sosiologi  ini adalah pola hubungan antar kelompok.
Wah,
kira-kira apa ya yang akan dibahas kali ini? Apakah menjelaskan tentang hubungan antar anggota di dalam kelompok tersebut? atau permasalahan yang ada di dalamnya? Daripada bingung, yuk langsung aja kita bahas!

Akulturasi

Akulturasi adalah gabungan dari dua kebudayaan, tapi masih ada sisa kebudayaan masing-masing.

Dominasi

Dominasi adalah suatu keadaan di mana salah satu ras menguasai kelompok lain. Ada 5 jenis dominasi menurut Kornblum, yaitu:

  1. Genosida (pembunuhan massal terhadap suatu kelompok tertentu).
  2. Pengusiran.
  3. Perbudakan.
  4. Segregasi (pembuatan stratifikasi/kasta).
  5. Asimilasi (pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli, sehingga memunculkan kebudayaan baru).
Baca :   Sebutkan Dan Jelaskan Peran Pelaku Ekonomi

Paternalisme

Paternalisme merupakan dominasi kelompok pendatang. Pola hubungan seperti ini merupakan tindakan yang dilakukan oleh kelompok pendatang untuk membatasi kebebasan seseorang atau kelompok demi ego pribadi.

Integrasi

Integrasi adalah pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan dan bisa berbaur atau campur antar kebudayaan. Ingat ya, inti dari integrasi ini mengakui dan mencampurkan atau menyatukan kebudayaan,
gitu guys.

Pluralisme

Pluralisme ini terjadi pada kelompok majemuk, di mana terdapat banyak perbedaan di dalam kelompok tersebut, namun mengakui adanya perbedaan tersebut. Jadi, berbeda dengan integrasi yang menyatukan kebudayaan, sedangkan pluralisme ini
yaudah
tetap ada perbedaan di dalam kelompok, tapi tidak disatukan. Dibiarkan
aja
selama tidak ada keributan.

Penjelasan di atas bisa menjawab soal kayak gini “jelaskan dua klasifikasi pola hubungan antar kelompok dan berikan contohnya!”. Pola dominasi segregasi, di mana terdapat pemisahan paksa dalam golongan tertentu. Contohnya pemisahan ras warga kulit putih dengan kulit hitam. Coba deh elo cari contoh nyata dari salah satu pola hubungan di atas.


Tujuan Kelompok Sosial

Terbentuknya kelompok sosial bukan tanpa alasan tetapi adanya tujuan yang ingin diraih para anggota secara bersama-sama. Berikut ini adalah daftar tujuan kelompok sosial dibentuk:

  • Bertemu dengan Orang yang Memiliki Kesamaan Minat

Kelompok sosial dapat terbentuk karena orang ingin berbagi minat atau atraksi yang sama dengan anggota grup lainnya.

Dalam bidang film, kelompok-kelompok yang memiliki minat atau ketertarikan yang sama sedang dibentuk.

Misalnya, kelompok yang mengkampanyekan film-film buatan dalam negeri, dibentuk untuk berbagi minat atau ketertarikan yang sama.

Kelompok-kelompok ini mungkin memiliki minat dan ketertarikan yang sama dalam hal menyentuh dan mempengaruhi kehidupan orang lain.

  • Memenuhi Kebutuhan Sosial

Orang-orang bergabung kelompok sosial bisa jadi bertujuan agar pekerjaan mereka dapat dibantu orang lain sehingga kebutuhan mereka terpenuhi.

Bekerja dengan orang lain dapat membantu dalam mencapai kebutuhan ini sehingga mengurangi kewajiban mereka untuk memenuhi kebutuhan ini sendiri.


  • Support System

Kelompok sosial dibentuk untuk penguatan. Mungkin elo sering termotivasi untuk melakukan sesuatu demi imbalan yang diberikan.

Selain itu, berpartisipasi dalam kelompok sosial memberikan penguatan dari dari orang lain dalam mengejar tujuan dan penghargaan.

  • Untuk Menyelesaikan Masalah Pribadi

Terkadang elo kebingungan menyelesaikan masalah sendiri dan elo membutuhkan orang lain untuk memberikan pandangan berbeda. Nah, ini adalah salah satu tujuan kelompok sosial dalam masyarakat.

Misalnya, elo seorang pengangguran dan bingung untuk menyusun Curriculum Vitae (CV) yang bagus agar dilirik HRD. Nah elo, bisa ikut kelompok pencari kerja atau kelompok belajar membuat CV.

  • Pendidikan dan Hiburan

Tujuan lainnya adalah untuk pendidikan dan pembelajaran. Sebuah lembaga pendidikan, perhimpunan mahasiswa, komunitas tutor, membuat kelompok sosial untuk menyampaikan informasi dan menyebarluaskan layanan pengetahuan.

  • Pemberdayaan Ekonomi

Kelompok seperti kelompok karier, pengusaha dan kelompok bisnis merupakan bentuk dari tujuan kelompok sosial dalam hal ekonomi.

Para penggiat bisnis berbagi tips dan trik atau bahkan berbagi informasi mengenai usahanya dengan untuk tujuan meningkatkan penjualan dan menghasilkan lebih banyak pelanggan.

Setelah belajar tentang materi yang satu ini, elo bisa menyebutkan nama kelompok sosial, kriteria hubungan,  pola hubungan yang timbul di antara kelompok masyarakat di sekitar elo.

Elo bisa juga belajar lebih banyak lagi tentang materi sosiologi kelompok sosial dengan klik banner di bawah ini ya!

Pelajari materi Sosiologi di video materi belajar Zenius
Yuk, lanjut belajar lagi!

Demikian penjelasan mengenai materi kelompok sosial sosiologi kelas 11. Semoga setelah membaca ini elo paham ya dengan materi yang disampaikan.
Have a nice day!

Belajar lebih seru nih kalau elo langganan paket belajar Zenius. Bareng Zen Tutor elo bisa tanya-tanya pelajaran yang masih bingung saat live class. Dapatkan juga akses ke video dan latihan soal yang menunjang pembelajaran. Klik di bawah ini untuk simak selengkapnya!

Kelompok Sosial - Materi Sosiologi Kelas 11 SMA 9
Beli paket belajar Zenius yuk!

Baca Juga Artikel Lainnya:


Materi Nilai dan Norma Sosial

Belajar Sosiologi Buat Apa?

Sosialisasi

Referensi:

  • Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XI – Repositori Kemendikbud (2022)
  • Society Social Groups the Meaning Characteristics Classification and Other Details – Your Article Library
  • Social Groups Features Types of Groups and Their Goals – Sociology Discussion
  • Why Social Media Groups are Formed – Schooldillers (2022)


Originally published:



March 25, 2022



Updated by:



Sabrina Mulia Rhamadanty


& Silvia Dwi

Jenis Kelompok Sosial Menurut Emile Durkheim Adalah

Source: https://www.zenius.net/blog/kelompok-sosial-materi-sosiologi-kelas-11

Check Also

Contoh Soal Fungsi Produksi Dan Jawaban

Contoh Soal Fungsi Produksi Dan Jawaban Fungsi Produksi – Pada perjumpaan kali ini dimana akan …