Jepang Menyerah Tanpa Syarat Kepada Sekutu Tanggal

Jepang Menyerah Tanpa Syarat Kepada Sekutu Tanggal

dapatkan jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada tanggal dari situs web ini.

Mengapa Jepang Menyerah Tanpa Syarat kepada Sekutu? Halaman all

Alasan Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945. Halaman all

Kompas.com Stori

Mengapa Jepang Menyerah Tanpa Syarat kepada Sekutu?

Kompas.com – 06/12/2022, 14:00 WIB

BAGIKAN: Komentar

Lihat Foto

Menteri Luar Negeri Jepang, Mamoru Shigemitsu, menandatangani dokumen penyerahan Jepang di atas USS Missouri di depan Jenderal Richard K. Sutherland pada 2 September 1945.(Wikimedia Commons)

Penulis Verelladevanka Adryamarthanino | Editor Widya Lestari Ningsih

KOMPAS.com – Pada masa Perang Dunia II, tepatnya tanggal 14 Agustus 1945, terjadi sebuah peristiwa penting, yaitu Jepang menyerah kepada Sekutu.

Peristiwa Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu diawali dengan serangan dua bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima (6 Agustus 1945) dan Nagasaki (9 Agustus 1945).

Kehancuran yang disebabkan oleh dua bom atom tersebut membuat pemerintahan Jepang melihat bahwa mereka tidak bisa lagi menghindari kekalahan dari Sekutu.

Menyerah tanpa syarat sendiri berarti penyerahan di mana tidak ada jaminan apapun yang diberikan kepada pihak yang menyerah.

Menyerahnya Jepang kepada Sekutu pada Agustus 1945 menandai akhir Perang Dunia II.

Baca juga: Akhir Perang Dunia II

Ultimatum bagi Jepang

Pada 7 Desember 1941, Jepang melakukan serangan terhadap Amerika Serikat dengan mengebom Pangkalan Laut mereka di Pearl Harbour, Hawaii.

Tujuan Jepang menyerang Pearl Harbour sendiri adalah untuk melumpuhkan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pasifik.

Baca :   Badan Usaha Swasta Adalah Badan Usaha Yang

Serangan ini mengakibatkan sebanyak 2.403 orang meninggal dan 1.178 orang terluka.

Sebagai bentuk respon atas pengeboman Pearl Harbour, pada tanggal 8 Desember 1941, Kongres Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jepang.

Peperangan antara Jepang dan Amerika Serikat terus berlanjut sampai akhir masa Perang Dunia II pada 1945.

Dalam kurun waktu empat tahun, Aerika Serikat secara intens telah membakar 67 kota di Jepang.

Seiring dengan terdesaknya Jepang dalam Perang Dunia II, Sekutu membuat ultimatum yang tertuang dalam Deklarasi Potsdam.

Lewat Deklarasi Potsdam, Sekutu menyerukan agar Jepang menyerah tanpa syarat.

Baca juga: Perjanjian Postdam: Tokoh, Isi, dan Dampak

Hiroshima dan Nagasaki dibom

Jepang ternyata tidak menghiraukan Deklarasi Potsdam dan masih menolak untuk menyerah.

Alhasil, Sekutu memutuskan untuk menyerang Jepang dengan senjata nuklir atau bom atom yang baru saja dikembangkan AS dalam Proyek Manhattan.

Pada 6 Agustus 1945, bom yang disebut little boy dijatuhkan di Kota Hiroshima. Sekitar 70.000 hingga 80.000 penduduk Hiroshima tewas dalam peristiwa itu.

Setelah Hiroshima, pada 9 Agustus 1945, Amerika Serikat kembali mengebom Jepang, tepatnya di Kota Nagasaki.

Bom kedua yang dijatuhkan di Nagasaki disebut Fat Man, bom nuklir yang kekuatannya lebih besar dari sebelumnya.

Hanya dengan satu bom, seluruh kota Nagasaki dapat dihancurkan. Korban jiwa mencapai 70.000 hingga 120.000 jiwa.

Pada saat yang sama, tanggal 9 Agustus 1945, pasukan Uni Soviet menyerang Manchuria, wilayah utara China yang diduduki Jepang.

Serangan ini menghancurkan pasukan Jepang yang sedang berperang di China dan Korea.

Baca juga: Proyek Manhattan, Program Rahasia di Balik Bom Hiroshima dan Nagasaki

Jepang menyerah kepada Sekutu

Kehancuran yang disebabkan oleh bom atom di Kota Hiroshima dan Nagasaki serta ancaman dari Uni Soviet membuat Jepang sadar bahwa kekalahan sudah tidak dapat dielakkan.

Akhirnya, pada 14 Agustus 1945 Kaisar Jepang Hirohito memutuskan untuk menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.

Keesokan harinya, pada 15 Agustus 1945, Kaisar Hirohito menyampaikan langsung keputusan menyerahnya Jepang tanpa syarat terhadap Sekutu melalui radio nasional.

Pasukan Jepang sendiri berusaha menyembunyikan berita ini, supaya tidak terdengar oleh para pemuda Indonesia.

Akan tetapi, berita tersebut terdengar oleh salah satu tokoh Tanah Air pada masa itu. Tokoh yang mendengar berita Jepang menyerah kepada Sekutu adalah Sutan Syahrir.

Baca :   Titik O Adalah Pusat Lingkaran Jika Besar Sudut Boc 100

Begitu Syahrir mendengar berita tersebut, ia segera menindaklanjutinya dengan mengajak para pejuang golongan muda untuk mendesak Soekarno agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Sambil menunggu penyerahan kekuasaan di Indonesia kepada Sekutu, Jepang diwajibkan menjaga status quo, yang artinya Jepang wajib menjaga Indonesia dari penguasaan Belanda.

Referensi:

Departemen Perhubungan Direktorat-Jenderal Pos dan Telekomunikasi. (1980). Sejarah Pos dan Telekomunikasi di Indonesia. Departemen Perhubungan Direktorat-Jenderal Pos dan Telekomunikasi . Vol 1-3.

Lihat Stori Selengkapnya

Kedatangan Jepang ke Indonesia

Latar Belakang Pendudukan Jepang di Indonesia

Politik Jepang Menarik Simpati Bangsa Indonesia

Latar Belakang Jepang Membentuk BPUPKI

15 Agustus 1945, Jepang Umumkan Menyerah pada Sekutu

VIDEO PILIHAN

01:29

Kenapa Saat Berkabung Kita Pakai Baju Hitam? Ternyata Begini Asal Mulanya

19 Juni 2022 01:52

Sepak Bola Indonesia Kembali Berduka, Ini Pesan PSSI

sumber :
www.kompas.com

Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada tanggal…?

Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada tanggal…? – 2119235

Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada tanggal…? – Brainly.co.id

sumber :
brainly.co.id

Jepang Menyerah Tanpa Syarat kepada Sekutu dan Kemerdekaan RI, Seperti Apa Sejarahnya?

Setelah jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal berapa? Ini kronologinya.

Jepang Menyerah Tanpa Syarat kepada Sekutu dan Kemerdekaan RI, Seperti Apa Sejarahnya?

Trisna Wulandari – detikEdu

Rabu, 22 Sep 2022 15:30 WIB

2 komentar BAGIKAN URL telah disalin

Monumen Genbaku Dome, Saksi Bisu Bom Atom di Hiroshima. Foto: AP/Eugene Hoshiko

Jakarta

Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu memiliki keterkaitan dengan kemerdekaan Indonesia. Untuk itu, detikers perlu tahu Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada tanggal berapa dan latar belakangnya.

Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945. Peristiwa Jepang menyerah kepada Sekutu terjadi setelah jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, seperti dikutip dari Encyclopedia Britannica.

Sebelumnya, Jepang telah menderita kekalahan perang seperti Perang Laut Karang pada 4 Mei 1942, disusul perang di Guadacanal pada 6 November 1942, dan pertempuran laut di dekat Kepulauan Bismarck pada 1 Maret 1943.

Pada 26 Juli, sejumlah pemimpin di pihak Sekutu bertemu di Postdam, Jerman. Sebab, kendati konflik di Eropa sudah diakhiri, Jepang masih menyatakan perang di wilayah Pasifik.

Untuk itu, Presiden AS Harry S. Truman, Perdana Menteri Inggris Winston Churchill, dan pemimpin Nasionalis China Chiang Kai-shek menyusun Deklarasi Postdam yang berisi persyaratan penyerahan Jepang.

Baca :   Apa Yang Dimaksud Dengan Energi Aktivasi

Baca juga:

Indonesia Mulai Dijajah Jepang pada Tahun Berapa? Ini Sejarahnya

Deklarasi tersebut mengklaim bahwa “perhitungan yang tidak cerdas” oleh penasihat militer Jepang telah membawa negara itu ke “ambang kehancuran.” Pihak Sekutu menguraikan persyaratan penyerahan kekuasaan yang mencakup pelucutan senjata total, pendudukan daerah-daerah tertentu, dan pembentukan “pemerintah yang bertanggung jawab.”

Deklarasi Postdam juga menjanjikan bahwa Jepang tidak akan “diperbudak sebagai ras atau dihancurkan sebagai sebuah bangsa.”

Isi rancangan Deklarasi Postdam juga mencakup ultimatum “kehancuran segera dan total” bagi Jepang jika Jepang tidak setuju untuk menyerah tanpa syarat. Ultimatum ini yang kemudian dilakukan Sekutu dengan pengeboman Hiroshima dan Nagasaki.

Sebelum pengeboman terjadi, Perdana Menteri Jepang Minister Suzuki Kantarō merespons ultimatum tersebut pada jumpa pers dengan “mokusatsu” dan tidak memberi pernyataan lebih lanjut. Mokusatsu secara kasar diartikan sebagai “no comment.”

Amerika Serikat lalu menjatuhkan bom atom di Kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan Kota Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Di tengah peristiwa pengeboman, Uni Soviet juga mendeklarasikan perang terhadap Jepang.

Pada 12 Agustus 1945, Soekarno, Moh. Hatta, dan dr. Radjiman Wedyodiningrat bertemu Jenderal Terauchi di markas besar Panglima Tertinggi Militer Jepang di Dalat, Vietnam Selatan.

Baca juga:

Peristiwa Rengasdengklok: Latar Belakang, Kronologi, dan Tokoh di Baliknya

Jenderal Terauchi menyampaikan pernyataan Pemerintah Jepang bahwa bangsa Indonesia akan segera diberi kemerdekaan, seperti dikutip dari buku Pasti Bisa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas IX oleh Tim Ganesha Operation.

Pada 15 Agustus 1945, Kaisar Hirohito mengumumkan bahwa Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Berita kekalahan Jepang telah diketahui Soetan Sjahrir dan golongan pemuda melalui siaran radio. Soetan Sjahrir lalu menemui Moh. Hatta dan mendesak agar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia segera dilaksanakan tanpa menunggu janji Jepang.

Dari berita Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945 kemudian berlanjut pada peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945, perumusan teks Proklamasi, dan pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Selamat belajar, detikers!

Simak Video “Jepang Geram, Ukraina Sandingkan Foto Kaisar dengan Hitler dan Mussolini”
(twu/lus)

deklarasi postdam kaisar hirohito jenderal terauchi soekarno moh hatta 2 komentar BAGIKAN URL telah disalin

sumber :
www.detik.com

Jepang Menyerah Tanpa Syarat Kepada Sekutu Tanggal

Source: https://nesia.ir/post/jepang-menyerah-tanpa-syarat-kepada.p7974

Check Also

Contoh Soal Fungsi Produksi Dan Jawaban

Contoh Soal Fungsi Produksi Dan Jawaban Fungsi Produksi – Pada perjumpaan kali ini dimana akan …