Kabinet Yang Jatuh Berkaitan Dengan Peristiwa Tanjung Morawa Adalah Kabinet

Kabinet Yang Jatuh Berkaitan Dengan Peristiwa Tanjung Morawa Adalah Kabinet

Berikut jawaban yang paling benar dari pertanyaan:
Kabinet yang jatuh berkaitan dengan peristiwa Tanjung Morawa terjadi pada masa pemerintahan Kabinet …?

  1. Ir Djuanda
  2. Ali sastroamijoyo
  3. Sukiman
  4. Natsir
  5. Wilopo

Jawaban: E. Wilopo

Jadi……….

kabinet yang jatuh berkaitan dengan peristiwa tanjung morawa terjadi pada masa pemerintahan kabinet … wilopo.

Secara singkat, jawaban dari pertanyaan Kabinet yang jatuh berkaitan dengan peristiwa Tanjung Morawa terjadi pada masa pemerintahan Kabinet …? tidak ada penjelasan pembahasannya.

Namun, saya bisa memberikan kepastian bahwa jawaban mengenai pertanyaan Kabinet yang jatuh berkaitan dengan peristiwa Tanjung Morawa terjadi pada masa pemerintahan Kabinet …? akurat dan tepat (benar).

Kenapa? Karena jawaban tentang pertanyaan
Kabinet yang jatuh berkaitan dengan peristiwa Tanjung Morawa terjadi pada masa pemerintahan Kabinet …?
diambil dari berbagai sumber referensi terpercaya.

Selain itu, jawaban atas pertanyaan Kabinet yang jatuh berkaitan dengan peristiwa Tanjung Morawa terjadi pada masa pemerintahan Kabinet …? sebelum dipublikasikan dilakukan verifikasi oleh para tim editor.

Verifikasi jawaban pada pertanyaan Kabinet yang jatuh berkaitan dengan peristiwa Tanjung Morawa terjadi pada masa pemerintahan Kabinet …? melalui sumber buku, artikel, jurnal, dan blog yang ada di internet.

Jadi, jawaban dari pertanyaan
Kabinet yang jatuh berkaitan dengan peristiwa Tanjung Morawa terjadi pada masa pemerintahan Kabinet …?
tidak perlu diragukan lagi.

Peristiwa Tanjung Morawa
adalah salah satu peristiwa berdarah yang cukup terkenal di Indonesia. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Maret 1953.

Pada tahun 1953, pemerintah RI Karesidenan Sumatra Utara merencanakan untuk mencetak sawah percontohan di bekas areal perkebunan tembakau di Desa Perdamaian, Tanjung Morawa. Akan tetapi areal perkebunan itu sudah ditempati oleh penggarap liar (alias ilegal). Di antara mereka, terdapat beberapa penggarap yang sebetulnya adalah imigran gelap dari Cina yang sudah bekerja pada daerah tersebut (secara ilegal). Pemerintah segera mengambil tindakan untuk memindahkan para penggarap-panggarap ilegal tersebut dan memberi ganti rugi, sekaligus menyediakan lahan pertanian. Namun sayangnya, saat usaha pemerintah untuk memindahkan para penggarap dengan memberi ganti rugi dan menyediakan lahan pertanian berlangsung, mereka dihalang-halangi oleh Barisan Tani Indonesia (BTI), organisasi massa yang merupakan subunit dari PKI. Oleh karena cara musyawarah gagal, maka pada tanggal 16 Maret 1953 pemerintah terpaksa mentraktor areal tersebut dengan dikawal oleh sepasukan polisi. Untuk menggagalkan usaha pentraktoran, BTI mengerahkan massa yang sudah mereka pengaruhi dari berbagai tempat di sekitar Tanjung Morawa.[1] Mereka bertindak brutal. Polisi melepaskan tembakan peringatan ke atas, tetapi tidak dihiraukan, bahkan mereka berusaha merebut senjata polisi. Dalam suasana kacau, jatuh korban meninggal dan luka-luka.

Baca :   Latar Belakang Timbulnya Pemberontakan Andi Azis Adalah

Peristiwa Tanjung Morawa terjadi pada masa pemerintahan Orde Lama Presiden Soekarno. Peristiwa ini terjadi dimasa Demokrasi Liberal masa Kabinet Wilopo (3 April 1952 – 3 Juni 1953). Dengan adanya peristiwa Tanjung Morawa mengakibatkan munculnya mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia terhadap kabinet Wilopo.[2] Sehingga Wilopo harus mengembalikan mandatnya kepada Presiden Soekarno dan peristiwa Tanjung Morawa mengakibatkan jatuhnya Kabinet Wilopo.

  • Tanjung Morawa, Deli Serdang

  1. ^

    http://www.sejarahtni.mil.id/index.php?cid=1827&page=6[pranala nonaktif permanen], WWW.SEJARAHTNI.MIL.ID – Layanan Global Berbasis Fakta Sejarah

  2. ^

    Pujosantoso, Sudarwanto (2022). Demokrasi Liberal (1950-1959) dan Demokrasi Terpimpin (1959-1966). Pontianak: Derwati Press. hlm. 32. ISBN 978-602-5705-03-8.


Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Diperoleh dari “https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peristiwa_Tanjung_Morawa&oldid=19433514”

Lihat Foto

Peristiwa Tanjung Morawa

KOMPAS.com –Peristiwa Tanjung Morawa terjadi pada 16 Maret 1953, tepatnya saat Kabinet Wilopo sedang berjalan.

Konflik yang terjadi dalam peristiwa ini adalah sengketa tanah yang melibatkan pihak pemerintahan dan para penggarap liar (ilegal).

Tragedi berdarah yang dikenal sebagai Peristiwa Tanjung Morawa menjadi penyebab jatuhnya Kabinet Wilopo.

Baca juga: Kabinet Wilopo: Latar Belakang, Susunan, dan Program Kerja

Latar belakang

Terjadinya Peristiwa Tanjung Morawa disebabkan oleh adanya pertikaian antara polisi dengan penduduk Desa Perdamaian, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

Waktu itu, Kabinet Wilopo mengirim Menteri Dalam Negeri Mohammad Roem untuk melakukan pengosongan bekas lahan tembakau guna dibangun sawah percontohan untuk masyarakat di sana.

Namun, sawah tersebut sudah diduduki oleh para penggarap liar alias ilegal. Di antara mereka ada yang merupakan seorang imigran gelap dari China.

Baca :   Soal Fisika Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi

Pemerintah pun segera melakukan pemindahan terhadap para penggarap liar yang ada di sawah tersebut.

Pemerintah juga bersedia memberi ganti rugi dan menyediakan lahan pertanian. Namun, niatan tersebut dihalangi oleh organisasi Barisan Tani Indonesia (BTI). Alhasil, usaha tersebut gagal.

Karena musyawarah tidak berhasil, maka pada 16 Maret 1953, pemerintah memindahkan mereka secara paksa dengan dibantu oleh aparat kepolisian dan sejumlah alat berat.

Baca juga: Jatuhnya Kabinet Wilopo

Terjadinya Peristiwa Tanjung Morawa

Karena digusur secara paksa, penduduk memberikan perlawanan. Polisi kemudian melepas tembakan peringatan, tetapi kericuhan justru terjadi.

Lihat Foto

Wikipedia

Pemimpin Kabinet Wilopo, Wilopo.

KOMPAS.com –Kabinet Wilopo merupakan kabinet ketiga yang dibentuk setelah pembubaran negara Republik Indonesia Serikat.

Kabinet yang dipimpin oleh Wilopo ini bertugas pada periode 3 April 1952 sampai 3 Juni 1953.

Baca juga: Kehidupan Sosial Bangsa Sumeria

Program Kerja

Terbentuknya Kabinet Wilopo ini didasari dengan adanya kegagalan dari dua tokoh politik yang Soekarno tunjuk untuk menjadi formatur kabinet.

Mereka adalah Sidik Djojosukarto dari PNI dan Prawoto Mankusasmito dari Partai Masyumi.

Kedua tokoh ini ternyata tidak mendapat dukungan penuh dari parlemen, sehingga kabinet mereka mengalami kegagalan.

Oleh karena itu, Soekarno kemudian menunjuk Wilopo untuk menjadi formatur kabinet yang baru.

Kabinet Wilopo menjadi kabinet zeken, yaitu kabinet berisikan jajaran para tokoh yang ahli pada bidangnya, bukan hanya karena dari partai politik tertentu.

Baca juga: Jatuhnya Kabinet Ali Sastroamijoyo II

Program kerja yang dijalankan dalam Kabinet Wilopo sendiri adalah:

  • Organisasi Negara
  • Kemakmuran
  • Keamanan
  • Perburuhan
  • Pendidikan dan Pengajaran
  • Luar Negeri


Baca juga: Mengapa Nishimura Menolak Proklamasi Kemerdekaan?

Jatuhnya Kabinet Wilopo

Sayangnya, Kabinet Wilopo hanya bisa berlangsung selama satu tahun.

Baca :   Soal Sejarah Indonesia Kelas 11 Semester 1 Kurikulum 2013

Semasa Kabinet Wilopo berlangsung, muncullah berbagai gerakan separatisme yang kemudian mengganggu stabilitas pemerintahan.

Kabinet Yang Jatuh Berkaitan Dengan Peristiwa Tanjung Morawa Adalah Kabinet

Source: https://hasilcopa.com/kabinet-yang-jatuh-berkaitan-dengan-peristiwa-tanjung-morawa-terjadi-pada-masa-pemerintahan-kabinet

Check Also

Contoh Soal Fungsi Produksi Dan Jawaban

Contoh Soal Fungsi Produksi Dan Jawaban Fungsi Produksi – Pada perjumpaan kali ini dimana akan …