Kedua Hewan Pada Gambar Menunjukkan Keanekaragaman Tingkat

Kedua Hewan Pada Gambar Menunjukkan Keanekaragaman Tingkat

Keanekaragaman Jenis merupakan adanya perbedaan yang dapat kita temukan pada suatu kelompok maupun komunitas pada berbagai spesies yang hidup di suatu habitat makhluk. Mau contohnya yang dapat kita lihat langsug.? di antaranya adalah pohon mangga, jeruk, rambutan, kelapa, bunga melati, bunga mawar, jahe, kunyit, burung, lebah, semut, kupu-kupu, dan cacing. Keanekaragaman jenis yang lebih tinggi umumnya dapat ditemukan di suatu tempat yang jauh dari kehidupan manusia, semisal di hutan. Di hutan terdapat jenis hewan dan tumbuhan yang lebih banyak dibandingkan dengan di kebun atau di sawah, sudah faham kan,

Terdapat Pula beberapa jenis organisme yang memiliki ciri-ciri fisik yang hampir sama seperti tumbuhan kelompok palem yaitu pinang, aren, sawit dan kelapa yang memiliki daun seperti pita. Namun, tumbuh-tumbuhan tersebut merupakan spesies yang berbeda, kelapa memiliki nama spesies Cocos Nucifera, pinang bernama Areca catechu. Cukup mudah untuk mengenali Keanekaragaman jenis Ekosistemyang ada di kehidupan sehari-hari.

Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis

Keanekaragaman hayati (biodiversity) bisa terjadi pada beragam tingkat organisme kehidupan, di antaranya pada tingkat gen, spesies atau jenis, dan pada tingkat ekosistem. Keanekaragaman pada tingkatan kehidupan tersebut sangat menarik untuk diamati karena kita dapat melihat berbagai perbedaan antara satu organisme dengan organisme lainnya yang masih dalam satu tingkat. Nah, jika di kesempatan sebelumnya kita telah membahas tentang
keanekaragaman hayati pada tingkat gen, di kesempatan kali ini kita akan melanjutkan pembahasan, yaitu tentang contoh keanekaragaman hayati tingkat spesies atau jenis.

Contoh Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis

Contoh keanekaragaman hayati tingkat jenis dapat kita temukan pada organisme yang ada dalam satu famili (keluarga). Terkadang sulit bagi kita untuk dapat menentukan apakah suatu organisme termasuk dalam satu keluarga atau tidak karena perbedaan ciri fisik yang lebih banyak dibandingkan jika perbedaan tersebut hanya karena keanekaragaman gen. Berikut ini beberapa contoh keanekaragaman hayati tingkat spesies atau jenis pada organism yang hidup di sekitar kita.

Baca Juga :
Fakor Yang Mempengaruhi Fotosintesis

Jika kalian pernah ke kebun binatang, maka kalian tentu akan melihat harimau, singa, citah dan kucing. Tahukah Anda jika hewan-hewan tersebut berada dalam satu keluarga yaitu keluarga Felideae atau kucing-kucingan. Secara sekilas, masing-masing hewan menunjukan bentuk tubuh yang saling berbeda, namun secara fisiologis ada banyak kesamaan di antaranya.

Contoh keanekaragaman hayati tingkat jenis juga terdapat dalam keluarga palmae atau palem-paleman. Antara kelapa, kelapa sawit, aren, kurma, nipah, dan salak terdapat banyak sekali perbedaan baik pada ciri morfologisnya mulai dari bentuk daun, buah, bunga, dan batang, maupun dari ciri fisiologisnya seperti ketahanan terhadap air, umur hidup, dan lain sebagainya. Kendati begitu, semua tanaman tersebut tetap memiliki banyak kesamaan seperti yang bisa kita lihat pada gambar di bawah ini.

Solanaceae atau keluarga terong-terongan juga memiliki keragaman hayati tingkat spesies yang cukup menarik untuk diamati. Tanaman cabai, tomat, terong, lenca, melon, semangka, dan beberapa tanaman lainnya memiliki buah dengan bentuk dan rasa yang saling berbeda. Bukan hanya itu, bentuk tanamannya secara morfologis juga berbeda.

Famili Zingiberaceae memiliki keanekaragaman hayati yang cukup banyak. Kita dapat menemukan beragam jenis tanaman yang termasuk ke dalam keluarga ini dan saling berbeda satu sama lain. Beberapa di antaranya yaitu :

  1. Tanaman Bengle (Zingiber cassumunar Roxb.)
  2. Tanaman Bengle hantu (Zingiber ottensi Val.)
  3. Tanaman Gandasuli (Hedychium coronarium koen.)
  4. Tanaman Jahe (Zingiber officinalis Rosc.)
  5. Tanaman Kencur (Kaemferia galangal L.)
  6. Tanaman Kunyit (Curcuma democtica Val.)
  7. Tanaman Lempuyang (Zingiber aromaticum Vall.)
  8. Tanaman Lempuyang gajah (Zingiber zerumbet (L.) J.E. Smith.)
  9. Tanaman Lengkuas (Curcuma demostica Val.)
  10. Tanaman Lengkuas malaka (Alpinia malaccensis Rosc.)
  11. Tanaman Pacing (Costus specious (Koen.) J.E. Smith.)
  12. Tanaman Parahulu (Amomum aculeatum Roxb.)
  13. Tanaman Temu giring (Curcuma heyneane Val. & V. Zijp)
  14. Tanaman Temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.)
  15. Tanaman Temu kunci (Boesenbergia pandurata Schlecht)
  16. Tanaman Temu lawak (Curcuma xanthorriza Roxb.)
  17. Tanaman Temu putih (Kaempferia rotunda L.)
  18. Tanaman Temu putri (Curcuma petiole Roxb.)
  19. Tanaman Temung (Clausena excavate Burm.f.)

Baca Juga :
Akibat Pembakaran Hutan

Adanya kacang tanah, kacang buncis, kacang kapri, dan kacang hijau juga merupakan contoh keanekaragaman hayati tingkat jenis yang berada di sekitar kita. Masing jenis tumbuhan itu tergabung dalam keluarga kacang-kacangan atau Papilionaceae, meskipun mereka memiliki perbedaan atau variasi dalam pertumbuhan, ciri fisik, dan ciri fisiologisnya.
Nah, demikianlah beberapa
contoh keanekaragaman hayati tingkat jenis
yang dapat kami sampaikan. Cukup menarik bukan? Di artikel selanjutnya akan kita bahas tentang keanekaragaman hayati tingkat yang lebih besar, yakni tingkat ekosistem.

Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen

Keanekaragaman hayati tidak saja terjadi antar jenis, tetapi dalam satu jenis pun terdapat keanekaragaman. Adanya perbedaan warna, bentuk, dan ukuran dalam satu jenis disebut variasi.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang tingkatan keanekaragaman hayati, simak uraiannya berikut ini:

Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati tingkat gen? Untuk menemukan jawaban ini, cobalah amati tanaman bunga mawar. Tanaman ini memiliki bunga yang berwarna-warni, dapat berwarna merah, putih atau kuning. Atau pada tanaman mangga, keanekaragaman dapat Anda temukan antara lain pada bentuk buahnya, rasa, dan warnanya.

Demikian juga pada hewan. Anda dapat membandingkan ayam kampung, ayam hutan, ayam ras, dan ayam lainnya. Anda akan melihat keanekaragaman sifat antara lain pada bentuk dan ukuran tubuh, warna bulu dan bentuk pial (jengger).

Dapatkah Anda membedakan antara tumbuhan kelapa aren, nipah dan pinang? Atau membedakan jenis kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang buncis, kacang kapri, dan kacang hijau? Atau Anda dapat membedakan kelompok hewan antara kucing,harimau, singa dan citah? Jika hal ini dapat Anda bedakan dengan benar, maka paling tidak sedikitnya anda telah mengetahui tentang keanekaragaman jenis.

Baca Juga :
Asas Legalitas

Untuk mengetahui keanekaragaman hayati tingkat jenis pada tumbuhan atau hewan, anda dapat mengamati, antara lain ciri-ciri fisiknya. Misalnya bentuk dan ukuran tubuh,warna, kebiasaan hidup dan lain-lain.

Contoh, dalam keluarga kacang-kacangan, antara lain; kacang tanah, kacang kapri, kacang hijau dan kacang buncis. Di antara jenis kacang-kacangan tersebut Anda dapat dengan mudah membedakannya, karena antara mereka ditemukan ciri-ciri yang berbeda antara ciri satu dengan yang lainnya. Misalnya ukuran tubuh atau batang (ada yang tinggi dan pendek); kebiasaan hidup (tumbuh tegak, ada yang merambat), bentuk buah dan biji, warna biji, jumlah biji, serta rasanya yang berbeda.

suku Palmae atau Arecaceae.

Di lingkungan manapun Anda di muka bumi ini, maka Anda akan menemukan makhluk hidup lain selain Anda. Semua makhluk hidup berinteraksi atau berhubungan erat dengan lingkungan tempat hidupnya.

Lingkungan hidup meliputi komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik meliputi berbagai jenis makhluk hidup mulai yang bersel satu (uni seluler) sampai makhluk hidup bersel banyak (multi seluler) yang dapat dilihat langsung oleh kita. Komponen abiotik meliputi iklim, cahaya, batuan, air, tanah, dan kelembaban. Ini semua disebut faktor fisik. Selain faktor fisik, ada faktor kimia, seperti salinitas (kadar garam), tingkat keasaman, dan kandungan mineral.

Baca :   Jelaskan Ruang Lingkup Sejarah Sebagai Peristiwa

Baik komponen biotik maupun komponen abiotik sangat beragam atau bervariasi. Oleh karena itu, ekosistem yang merupakan interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik pun bervariasi pula.

Di dalam ekosistem, seluruh makhluk hidup yang terdapat di dalamnya selalu melakukan hubungan timbal balik, baik antar makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan lingkungnnya atau komponen abiotiknya. Hubungan timbal balik ini menimbulkan keserasian hidup di dalam suatu ekosistem. Apa yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman tingkat ekosistem? Perbedaan letak geografis antara lain merupakan faktor yang menimbulkan berbagai bentuk ekosistem.

Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengneai Keanekaragaman Tingkat Jenis : Pengertian, Contoh, Hayati Tingkat Gen, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

Gramedia Literasi – Keanekaragaman hayati atau keanekaragaman makhluk hidup berasal dari berbagai sumber dalam suatu ekosistem. Ekosistem adalah sekumpulan organisme baik tanaman maupun hewan yang saling berinteraksi satu sama lain juga dengan lingkungan di sekitarnya. Mari simak lebih lengkapnya penjelasan mengenai keanekaragaman hayati berikut ini Grameds.

PENGERTIAN KEANEKARAGAMAN HAYATI

Keanekaragaman hayati merupakan istilah yang digunakan untuk keanekaragaman sumber daya alam, meliputi jumlah maupun frekuensi dari ekosistem, spesies, maupun gen di suatu tempat. Pada dasarnya keanekaragaman melukiskan keadaan yang bermacam-macam terhadap suatu benda yang terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal, ukuran, bentuk, tekstur maupun jumlah.

Sedangkan kata hayati itu sendiri berarti sesuatu yang hidup, jadi Keanekaragaman Hayati dapat di artikan sebagai keanekaragaman atau keberagaman mahluk hidup yang bisa terjadi akibat adanya Perbedaan-perbedaan mulai dari perbedaan bentuk, ukuran, warna, jumlah tekstur, penampilan dan juga sifat-sifatnya.

Indonesia dengan keanekaragaman baik itu flora maupun Faunanya, Keanekaragaman Hayati atau sering di kenal juga sebagai biodiversitas. Biodiversitas adalah suatu tingkat yang ada di dalam bumi dan hal ini menjadi patokan atau ukuran dalam penentu kesehatan bumi.

Keanekaragaman hayati yang ada di lingkungan suatu ekosistem darat memiliki jumlah yang lebih tinggi daripada biodiversitas lingkungan di kutub. Hal ini disebabkan oleh iklim atau cuaca karena biodiversitas merupakan fungsi dari iklim.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Perubahan yang terjadi pada suatu lingkungan dapat berdampak buruk bagi spesies, hal itu ialah akan terjadinya kepunahan masal suatu spesies. Suatu catatan sejarah menunjukkan bahwa telah terjadi lima kepunahan masal selama kehidupan berlangsung di bumi. Sekitar 540 juta tahun yang telah lalu, eon fanerozoikum terjadi pertumbuhan biodiversitas yang sangat cepat.

Pertumbuhan spesies yang sangat cepat disebabkan oleh suatu ledakan pada saat filum multiseluler dengan mayoritas besar pertama kali muncul. Lalu sekitar 400 juta tahun yang lalu, kepunahan masal terjadi atau kerap dikatakan sebagai suatu kerugian yang besar bagi bidiversitas. Dikatakan pula hutan hujan menjadi salah satu penyebab kepunahan masal karena adanya suatu karbon yang berlebih.

Dilanjutkan dengan pemunahan masal paling serius pada 251 tahun yang lalu dan pemulihan yang dilakukan bahwa memakan waktu 30 tahun. Kemudian pemunahan masal yang terakhir kali ada hingga kini yaitu kepunahan Paleogen yang terjadi sekitar 65 juta tahun yang lalu. Kepunahan ini menjadi hal yang paling menarik perhatian karena di dalamnya yang punah yaitu hewan dinosaurus.

Karena adanya kepunahan hewan dinosaurus tersebut, banyak jenis fauna yang hilang dari dunia ini. Sehingga, kita hanya bisa mempelajari kehidupan mereka melalui buku. Gramedia memiliki buku dengan judul Ng Dinopedia Edisi Kedua yang berisikan berbagai jenis hewan dinosaurus terlengkap sedunia. Grameds dapat membeli buku ini dengan klik “beli sekarang” di bawah ini.

TINGKAT KEANEKARAGAMAN HAYATI

Keanekaragaman hayati terjadi dengan tingkatan mulai dari organisme yang rendah hingga tingkat organisme yang tinggi. Tingkatan tersebut ialah sebagai berikut:

1. TINGKAT GEN

Buku berjudul Gen yang ditulis oleh Siddhartha Mukherjee ini menjelaskan, bahwa yang membentuk ciri, kehidupan, bahkan sifat semua makhluk hidup adalah sesuatu yang ada di dalam diri masing-masing makhluk tersebut yaitu gen yang merupakan instruksi pembentukan serta pengoperasian tubuh di molekul asam deoksiribonukleat atau DNA di seluruh sel makhluk hidup. Jika Grameds ingin membeli buku ini, klik tombol “beli sekarang” yang ada di atas.

Keanekaragaman tingkatan ini disebabkan variasi gen atau struktur gen dalam suatu spesies makhluk hidup. Gen sendiri merupakan faktor pembawa sifat keturunan yang dapat dijumpai di dalam kromosom. Setiap susunan gen akan memberi penampakan, baik anatomi ataupun fisiologi, pada setiap organisme. Bila susunannya berbeda, maka penampakannya pun akan berbeda pada satu sifat atau bahkan secara keseluruhan.

Keanekaragaman ini cukup mudah dikenali dengan ciri-ciri yang memiliki variasi, nama ilmiah yang sama, serta perbedaan morfologi yang tidak terlalu mencolok. Biasanya, keanekaragaman hayati tingkat gen disebut sebagai varietas.

Contoh keanekaragaman hayati tingkat gen pada tumbuhan:

  • Padi (Oryza sativa) dengan varietas Padi rojolele, padi ciherang, padi ciliwung, dan lain-lain
  • Mangga (Mangifera indica) dengan Varietas Mangga arumanis, mangga manalagi, mangga golek, dan lain-lain
  • Durian (Durio zibethinus) dengan Varietas Durian petruk, durian bawor, durian monthong, dan lain-lain.

Contoh keanekaragaman hayati tingkat gen pada hewan:

  • Anjing (Canis familiaris) dengan ras anjing golden retrieve, anjing bulldog, anjing german shepherd, dan lain-lain
  • Kucing (Felis catus) dengan ras kucing anggora, kucing persia, kucing sphinx, dan lain-lain
  • Sapi (Bos taurus) dengan ras sapi bali, sapi madura, sapi fries holland, dan lain-lain.

Dalam keanekaragaman hayati tingkat gen, peningkatan dapat terjadi lewat persilangan alias hibridisasi antarorganisme atau spesies dengan sifat berbeda serta pembudidayaan hewan dan tumbuhan liar oleh manusia alias domestikasi.

2. TINGKAT SPESIES

Anda Mungkin Juga Menyukai

Dalam buku yang berjudul Asal-Usul Spesies – On the Origin of Species yang ditulis oleh Michael Keller, dibahas mengenai asal usul dari spesies yang ada, serta apakah manusia memang keturunan dari hewan kera. Buku ini merupakan bentuk adaptasi grafis dari buku karya Chares Darwin yaitu On the Origin of Species by Means of Natural Selection, or the Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life yang merupakan salah satu buku yang paling terkenal, kontroversial, dan paling penting sepanjang masa.

Berlangganan Gramedia Digital

Baca SEMUA
koleksi buku, novel terbaru, majalah dan koran yang ada di Gramedia Digital
SEPUASNYA. Konten dapat diakses melalui 2 perangkat yang berbeda.

Rp. 89.000 / Bulan

Grameds dapat membeli buku ini dengan klik “beli sekarang”. Keanekaragaman satu ini dapat ditemukan pada komunitas atau kelompok berbagai spesies makhluk hidup dalam genus atau famili yang sama di suatu tempat. Biasanya, semakin jauh dari kehidupan manusia, keanekaragaman tingkat spesies pun semakin tinggi. Misalnya, di hutan.

Contoh keanekaragaman hayati tingkat spesies pada tumbuhan:

  • Tingkat genus: Genus Citrus misalnya pada Jeruk bali (Citrus maxima), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), dan jeruk manis (Citrus nobilis). Juga Genus Musa pada Pisang buah (Musa paradisiaca) dan pisang serat (Musa textilis).
  • Tingkat family dibagi menjadi Famili Poaceae pada padi (Oryza sativa), jagung (Zea mays), dan alang-alang (Imperata cylindrical), dan Famili Zingiberaceae pada kunyit (Curcuma domestica) dan jahe (Zingiber officinalis).

Contoh keanekaragaman hayati tingkat spesies pada hewan:

  • Tingkat genus dibagi menjadi Genus Felis dan Genus Bos. Genus Felis, diantaranya kucing leopard (Felis bengalensis), kucing rumahan (Felis silvestris), dan kucing hutan (Felis chaus) dan Genus Bos pada sapi berpunuk (Bos indicus), sapi potong dan perah di Eropa (Bos Taurus), dan sapi asli Indonesia (Bos sondaicus).
  • Tingkat family, dibagi menjadi Famili Bovidae pada sapi (Bos) dan kerbau (Bubalus) dan Famili Canidae: Serigala (Canis) dan rubah (Lycalopex).

3. TINGKAT EKOSISTEM

Keanekaragaman ini terjadi akibat perbedaan letak geografis yang menyebabkan perbedaan iklim dan berpengaruh pada perbedaan suhu, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan lamanya penyinaran matahari. Dengan sekian banyak perbedaan tersebut, flora dan fauna yang menempati suatu daerah akan bervariasi pula.

Baca :   1 3 5 7 9 97 99

Contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem:

  • Ekosistem lumut yang terletak di wilayah sekitar puncak gunung atau di daerah dingin sekitar kutub dan didominasi oleh tumbuhan lumut. Hewan yang dapat dijumpai di dalamnya ialah hewan-hewan berbulu tebal seperti beruang kutub.
  • Ekosistem hutan konifer yang didominasi oleh tumbuhan yang berdaun seperti jarum, misalnya pinus atau cemara yang di dalamnya, terdapat hewan juga salah satunya beruang.
  • Ekosistem hutan hujan tropis yang ditumbuhi beragam pohon, liana, dan epifit. Hewan yang hidup di dalamnya misalnya kera.
  • Ekosistem padang rumput yang terdapat di wilayah kering di ketinggian sekitar 4000 MDPL dan didominasi oleh rumput-rumputan. Pada ekosistem ini, hidup mamalia besar, karnivora, dan herbivora.
  • Ekosistem gurun yang memiliki perbedaan suhu mencolok antara siang dan malam, angin kencang, iklim panas, dan hujan yang sangat sedikit serta didominasi oleh kelompok tumbuhan xerofit seperti kaktus. Hewan yang dapat dijumpai di dalamnya adalah reptil dan mamalia kecil.
  • Ekosistem pantai yang didominasi oleh formasi pes-caprae dan barringtonia berbentuk perdu atau pohon. Di dalamnya, terdapat serangga, burung pantai, dan lain-lain.

Berdasarkan buku yang berjudul Diversitas Ekosistem Alami Indonesia: Ungkapan Singkat dengan Sajian Foto dan Gambar yang ditulis oleh Kuswata Kartawinata. Dijelaskan pula ciri vegetasi ataupun komunitas tumbuhan yang ada pada sebuah ekosistem merupakan salah satu ciri yang paling mudah digunakan untuk mengidentifikasi ekosistem di suatu wilayah.

Hal tersebut dikarenakan wujud vegetasi merupakan sebuah cerminan dari penampakan luar dari interaksi yang terjadi antara tumbuhan, hewan, serta lingkungannya. Jika Grameds berminat untuk membeli buku ini, klik “beli sekarang” yang ada di bawah ini.

MANFAAT KEANEKARAGAMAN HAYATI

Keanekaragaman hayati sangat penting bagi kelangsungan dan kelestarian makhluk hidup. Keanekaragaman dapat terjadi akibat proses evolusi dan adaptasi. Evolusi adalah perubahan yang terjadi dalam waktu lama yang akan membentuk makhluk hidup berbeda dengan asalnya sehingga menimbulkan spesies baru. Sedangkan adaptasi adalah proses penyesuaian diri terhadap lingkungan yang berbeda dan akan menghasilkan makhluk hidup yang berbeda pula.

Misalnya saja burung galatik yang hidup di kepulauan Galapagos, pada mulanya burung ini berasal dari tempat yang sama di amerika selatan. Oleh karena hidupnya berpindah-pindah dan menghuni tempat yang berbeda, lama kelamaan paruh burung galatik mengalami perubahan sesuai dengan kondisi lingkungannya yang baru Grameds.

Biodiversitas atau keanekaragaman hayati di bumi memiliki manfaat yang vital bagi berlanjutnya hidup seluruh makhluk. Keragaman hewan dan tumbuhan serta organisme di bumi memenuhi segala macam kebutuhan yang diperlukan oleh kita sebagai manusia. Kebutuhan yang dipenuhi oleh ketiganya tak hanya mencakup kebutuhan primer, tetapi juga kebutuhan sekunder. Adapun manfaat keanekaragaman hayati diataranya:

BIDANG PANGAN DAN SANDANG

Pangan adalah salah satu hal yang wajib dilakukan seluruh makhluk hidup yang ada di bumi agar hidupnya terus berjalan. Biodiversitas memiliki manfaat sebagai bahan pangan yang berguna untuk pemenuh energi dan nutrisi. Makhluk hidup khususnya manusia wajib memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas mereka.

Keanekaragaman hayati tumbuhan dan hewan memberi pilihan bagi manusia dalam memilih makanan jenis apa yang dibutuhkan. Sesuai suatu penelitian, negara kita setidaknya punya ratusan jenis tanaman penghasil bahan pangan seperti sayur dan buah. Tercatat 400 spesies penghasil buah dan 370 spesies penghasil sayuran serta 55 penghasil rempah dan yang lainnya.

Tercatat pula bahwa di negara kita tumbuh 70 jenis spesies penghasil umbi yang tentunya makin menambah keanekaragaman yang ada. Biodiversitas hewan pun tak kalah menakjubkan karena disini tinggal ratusan spesies hewan penghasil daging dan susu serta kulit. Manusia dapat memperoleh sumber karbohidrat dari jagung, gandum dan berbagai jenis umbi seperti talas.

Selanjutnya manusia dapat memenuhi kebutuhan proteinnya dari hasil hewan yaitu telur dan daging ikan serta aneka hewan laut yang lain. Pemenuh gizi dan mineral akan didapatkan dari berbagai jenis buah dan sayur seperti sayur bayam dan buah jeruk. Tak hanya itu saja, susu dan air kelapa juga akan menambah asupan protein yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Selain itu beberapa jenis kayu memiliki manfaat bagi kepentingan masyarakat Indonesia maupun untuk kepentingan ekspor, misalnya saja kayu jati jika di ekspor akan menghasilkan devisa bagi negara. Beberapa tumbuhan juga dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan dan kosmetika (Tumbuhan yang kerap digunakan untuk bahan kosmetik yaitu lidah buaya, pandan dan aneka bunga seperti mawar dan melati).

Sumber daya yang berasal dari hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber kegiatan industri. Dua pertiga wilayah Indonesia adalah perairan yang dapat dijadikan sumber daya alam yang bernilai ekonomi. Laut, sungai, dan tambak merupakan sumber-sumber perikanan di bidang ekonomi.

BIDANG EKOLOGI

Keanekaragaman hayati merupakan komponen ekosistem yang sangat penting, misalnya pada hutan hujan tropis dengan nilai ekologis atau nilai lingkungan yang sangat berperan pada kelangsungan mahluk hidup di muka bumi, diantaranya:

  • Berperan sebagai paru-paru bumi. Kegiatan fotosintesis pada hutan hujan tropis dapat menurunkan kadar karbondioksida (CO2) di atmosfer, yang berarti dapat mengurangi pencemaran udara dan mencegah efek rumah kaca.
  • Menjaga kestabilan iklim global, yaitu mempertahankan suhu dan ke lembaban udara. Selain berfungsi menunjang kehidupan manusia, keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem. Masing-masing jenis organisme memiliki peranan dalam ekosistemnya. Peranan ini tidak dapat digantikan oleh jenis yang lain. Sebagai contoh, burung hantu dan ular di ekosistem sawah merupakan pemakan tikus. Jika kedua pemangsa ini dilenyapkan oleh manusia, maka tidak ada yang mengontrol populasi tikus. Akibatnya perkembangbiakan tikus meningkat cepat dan di mana-mana terjadi hama tikus.

Dalam buku yang berjudul Ekologi Kesehatan Lingkungan yang ditulis oleh Dr. Rudy Joegijantoro, M.M.R.S, dijelaskan bahwa keanekaragam hayati yang ada saat ini juga merupakan tanggung jawab bersama untuk terlibat serta melakukan sesuatu terhadap sebuah masalah yang telah ada. Dengan adanya ilmu ini, kita diajak untuk memiliki kesadaran, penghargaan, serta tanggung jawab atas lingkungan secara menyeluruh. Jika Grameds tertarik untuk membeli buku ini, klik “beli sekarang” yang ada di bawah ini.

BIDANG FARMASI

Tumbuhan yang dapat dijadikan obat tumbuh sebanyak 940 jenis spesies di Indonesia dan 250 diantaranya menjadi obat herbal. Aneka tumbuhan yang biasa dipakai untuk obat yaitu pohon kina dengan fungsi sebagai obat penyakit malaria karena kandungan alkaloidnya. Selain itu ada pula buah mengkudu yang memiliki peran penurun tekanan darah yang tinggi.

Tak hanya itu saja, daging dari hewan buas dengan bisa yaitu ular juga bermanfaat untuk obat kulit seperti kulit gatal. Bahkan lemak dari daging ular juga dipercaya memiliki khasiat dalam penyembuhan berbagai penyakit kulit yang kerap diderita sebagian besar orang. Contoh lain yaitu madu yang dipercaya akan meningkatkan daya tahan tubuh siapa pun yang meminumnya.

Pada buku yang berjudul Koleksi Tumbuhan Berkhasiat (BPfc) yang ditulis oleh Bayu Satya DS ini, terdapat berbagai spesies tumbuhan lainnya yang dapat dijadikan obat herbal. Di dalam buku ini juga dijelaskan khasiat dari setiap jenis tumbuhan, kegunaannya, serta cara pengaplikasiannya. Jika Grameds tertarik untuk membeli buku ini, kamu bisa klik “beli sekarang” yang ada dibawah ini.

BIDANG ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Kekayaan aneka flora dan fauna sudah sejak lama dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Hingga saat ini masih banyak hewan dan tumbuhan yang belum dipelajari dan belum diketahui manfaatnya. Dengan demikian keadaan ini masih dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan pengetahuan dan penelitian bagi berbagai bidang pengetahuan.

Klasifikasi Keanekaragaman Hayati

1. Klasifikasi Sistem Alami

Sama dengan namanya, maka klasifikasi keanekaragaman hayati sistem alami dibuat atau diciptakan berdasarkan persamaan dan perbedaan morfologi dari suatu makhluk hidup. Misalnya, klasifikasi hewan berdasarkan cara gera (hewan bersayap, hewan bersirip, dan hewan berkaki), klasifikasi tumbuhan berdasarkan biji berkeping (biji berkeping satu dan biji berkeping dua).

Baca :   Suhu Di Dalam Kulkas Sebelum Dihidupkan 25 Derajat Celcius

2. Klasifikasi Sistem Buatan

Klasifikasi keanekaragaman hayati sistem buatan adalah i keanekaragaman hayati yang diklasifikasi dengan memakai satu atau dua ciri makhluk hidup. Oleh karena itu, pada sistem buatan ini biasanya terbentuk atau tersusun sesuai dengan ciri dari manusia. Misalnya, Arsitoteles yang mengelompokkan makhluk hidup menjadi dua kelompok berdasarkan kemampuan berpindah dan klorofil.

3. Klasifikasi Sistem Filogenetik

Klasifikasi sistem filogenetik adalah sistem klasifikasi keanekaragaman hayati yang berdasarkan dari jauh dekatnya hubungan antara takson satu dengan takson lainnya. Oleh karena itu, klasifikasi sistem filogenetik dapat disusun berdasarkan sifat makhluk hidup yang dapat diamati atau dari persamaan fenotipe.

Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Pada dasarnya setiap negara sudah memiliki keanekaragamannya masing-masing, sehingga baik itu flora atau fauna yang ada pada suatu negara tak selalu sama. Menurut beberapa sumber, di Indonesia, keanekaragaman dibagi menjadi dua, yaitu keanekaragaman hayati flora dan fauna.

Flora

Keanekaragaman flora di Indonesia bisa dibilang sangat banyak, tetapi ada salah satu flora asli Indonesia yang namanya sudah terkenal hingga ke luar negeri, yaitu Rafflesia Arnoldii atau lebih dikenal oleh banyak orang dengan sebutan “bunga bangkai”. Tumbuhan itu biasanya ditemukan di hutan Sumatera. Bukan hanya banyak, tetapi flora Indonesia juga tidak merata, misalnya saja jumlah hutan di pulau Kalimantan, Papua, dan Sumatera berbeda dengan hutan di pulau Jawa, Kepulauan Sunda, Maluku, dan Sulawesi.

Flora yang ada di Indonesia termasuk ke dalam flora Malesiana. Adapun tumbuhan yang ada pada flora Malesiana merupakan tumbuhan yang memiliki batang yang sangat besar serta daunnya cukup lebat. Bahkan, terkadang ada beberapa tumbuhan yang bentuknya seperti kanopi hutan.

Fauna

Berbeda dengan flora, fauna Indonesia pada dasarnya dibagai berdasarkan garis Wallace dan Weber. Dari kedua garis itu, fauna Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah, yaitu Australian, Oriental, dan Peralihan.

Fauna Australian berada di daerah Papua dan pulau-pulau disekitarnya, salah hewan yang termasuk fauna Australian adalah burung cendrawasih. Sedangkan fauna Oriental dapat ditemukan pada wilayah Jawa, Bali, Sumatera, dan Kalimantan. Pada fauna Oriental kita bisa menemukan hewan atau fauna yang memiliki ukuran tubuh cukup besar, seperti Badak Sumatera, Gajah, Banteng, dan sebagainya. Tidak hanya berbadan besar, ada juga hewan burung, seperti Elang Jawa, Jalak Bali, dan sebagainya.

Terakhir, fauna Peralihan yang letak wilayahnya berada di daerah Tengan kepulauan Indonesia, seperti Kepulauan Nusa Tenggara. Adapun hewan atau flora yang ada di bagian tengah Indonesia, misalnya singapur, rangkok Sulawesi, Maleo, dan Anoa.

UPAYA PELESTARIAN HAYATI

Seluruh makhluk hidup di bumi sudah seharusnya dijaga dengan segala upaya agar kelestariannya terjaga. Upaya pelestarian sebenarnya dapat dilakukan dengan beberapa cara. Namun ada dua metode yang kerap digunakan yakni metode insitu dan metode eksitu. Seperti apa metode ini? Simak penjelasannya berikut ini Grameds!

METODE INSITU

Metode Insitu merupakan sebuah upaya pelestarian dari keanekaragaman hayati, yang mana langsung dilakukan pada tempat dari flora dan fauna itu berada. Metode ini, memberikan perlindungan pada kawasan yang dianggap memiliki ekosistem unik atau flora dan fauna yang terancam punah. Biasanya dilakukan dengan pembuatan suaka marga satwa, cagar alam, hutan suaka alam dan taman nasional:

  • Suaka marga satwa merupakan sebuah upaya perlindungan terhadap ekosistem yang dinilai mempunyai keunikan. Keunikan tersebut berisi berbagai jenis flora serta fauna yang wajib untuk dilindungi.
  • Taman nasional merupakan sebidang tanah yang memperoleh perlindungan mutlak pemerintah. Tanah ini biasanya isinya adalah ekosistem- ekosistem terlindungi.
  • Cagar alam merupakan keadaan alam yang memiliki sifat khas berasal dari flora maupun fauna di dalamnya. Cagar alam juga mempunyai ekosistem yang wajib untuk dilindungi.
  • Hutan suaka alam merupakan hutan yang mempunyai ekosistem terlindungi di dalamnya. Hutan suaka alam pun biasa dikenal dengan nama hutan lindung.

METODE EKSITU

Metode eksitu merupakan metode pelestarian dari keanekaragaman hayati yang dilakukan menggunakan cara pengambilan fauna serta flora dari wilayah aslinya. Tujuannya konservasi, perlindungan, dan pengembangbiakan. Metode ini pun dilakukan ketika ekosistem dari tempat flora dan fauna tersebut tinggal sudah hancur total maupun rusak, sehingga membutuhkan waktu agar dapat ditinggali kembali.

Metode eksitu juga merupakan upaya konservasi menggunakan cara koleksi spesies langka, sehingga masa hidup dari hewan atau tumbuhan tersebut dapat lebih lama. Dalam metode eksitu, ada beberapa cara, yaitu menggunakan kebun binatang, taman safari, serta taman hutan raya.

Nah, itulah penjelasan tentang Pengertian, Struktur, Contoh, Manfaat dan Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati. Salah satu cara untuk melestarika keanekaragam hayati adalah dengan mengenalnya terlebih dahulu. Semoga bermanfaat Grameds! Semangat belajar.

SOAL KEANEKARAGAMAN HAYATI DARI EDUTORE by gramedia

Gramedia mengembangkan platform edukasi bernama Edutore. Pada platform ini kamu bisa mengakses banyak buku latihan soal seperti yang ada di gramedia dengan cara berlangganan. Edutore memiliki sloggan “Semua Bisa Pintar” dan itu pula yang menjadi cita-cita Edutore. Sehingga Edutore bisa berperan serta dalam mencerdaskan anak-anak Indonesia.

Di Channel Youtube Edutore dibahas bermacam-macam mulai dari pengetahuan umum yang unik seperti “Kenapa lampu rem berwarna merah”, belajar bahasa inggris bersama captain J, sampai dengan belajar bareng edutore yang berisi pembahasan soal seperti soal CPNS sinonim, antonim, dan lainnya. ayo daftarkan dirimu di edutore.com

[sc_fs_faq html=”true” headline=”h4″ img=”” question=”Apa arti dari keanekaragaman hayati?” img_alt=”” css_class=””] Keanekaragaman hayati merupakan istilah yang digunakan untuk keanekaragaman sumber daya alam, meliputi jumlah maupun frekuensi dari ekosistem, spesies, maupun gen di suatu tempat. [/sc_fs_faq] [sc_fs_faq html=”true” headline=”h4″ img=”” question=”Keanekaragaman hayati ada berapa?” img_alt=”” css_class=””] 1. Keanekaragaman Gen 2. Keanekaragaman Spesies 3. Keanekaragaman Ekosistem [/sc_fs_faq] [sc_fs_faq html=”true” headline=”h4″ img=”” question=”Apa contoh keanekaragaman gen?” img_alt=”” css_class=””] Keanekaragaman tingkatan ini disebabkan variasi gen atau struktur gen dalam suatu spesies makhluk hidup. Gen sendiri merupakan faktor pembawa sifat keturunan yang dapat dijumpai di dalam kromosom. Durian (Durio zibethinus) dengan Varietas Durian petruk, durian bawor, durian monthong, dan lain-lain. [/sc_fs_faq] [sc_fs_faq html=”true” headline=”h4″ img=”” question=”Apa saja contoh dari keanekaragaman gen?” img_alt=”” css_class=””] Contoh keanekaragaman hayati tingkat gen pada tumbuhan: Padi (Oryza sativa) dengan varietas Padi rojolele, padi ciherang, padi ciliwung, dan lain-lain Mangga (Mangifera indica) dengan Varietas Mangga arumanis, mangga manalagi, mangga golek, dan lain-lain Durian (Durio zibethinus) dengan Varietas Durian petruk, durian bawor, durian monthong, [/sc_fs_faq] [sc_fs_faq html=”true” headline=”h4″ img=”” question=”Apa saja contoh dari keanekaragaman ekosistem?” img_alt=”” css_class=””] Contoh Keanekaragaman Ekosistem

Ekosistem padang rumput yang terdapat di wilayah kering di ketinggian sekitar 4000 MDPL dan didominasi oleh rumput-rumputan. Pada ekosistem ini, hidup mamalia besar, karnivora, dan herbivora. Ekosistem gurun yang memiliki perbedaan suhu mencolok antara siang dan malam, angin kencang, iklim panas, dan hujan yang sangat sedikit serta didominasi oleh kelompok tumbuhan xerofit seperti kaktus. Hewan yang dapat dijumpai di dalamnya adalah reptil dan mamalia kecil. Ekosistem pantai yang didominasi oleh formasi pes-caprae dan barringtonia berbentuk perdu atau pohon. Di dalamnya, terdapat serangga, burung pantai, dan lain-lain. [/sc_fs_faq]

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Kedua Hewan Pada Gambar Menunjukkan Keanekaragaman Tingkat

Source: https://apayangkamu.com/kedua-hewan-pada-gambar-menunjukkan-keanekaragaman-tingkat

Check Also

Contoh Soal Fungsi Produksi Dan Jawaban

Contoh Soal Fungsi Produksi Dan Jawaban Fungsi Produksi – Pada perjumpaan kali ini dimana akan …