Kegunaan Unsur Kalsium Atau Senyawanya Terdapat Pada Nomor

Kegunaan Unsur Kalsium Atau Senyawanya Terdapat Pada Nomor.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Zat kapur,
20
Ca
Calcium spectrum visible.png

Garis spektrum kalsium

Resan umum
Nama, huruf angka kalsium, Ca
Pelafalan /kalsium/[1]
Penampilan abu-abu kusam, fidah; dengan rona asfar pucat[2]
Kalsium dalam grafik ajek

Hidrogen (diatomic nonmetal)

Helium (noble gas)

Litium (alkali metal)

Berilium (alkaline earth metal)

Boron (metalloid)

Karbon (polyatomic nonmetal)

Nitrogen (diatomic nonmetal)

Oksigen (diatomic nonmetal)

Fluorin (diatomic nonmetal)

Neon (noble gas)

Natrium (alkali metal)

Magnesium (alkaline earth metal)

Aluminium (post-transition metal)

Silikon (metalloid)

Fosforus (polyatomic nonmetal)

Belerang (polyatomic nonmetal)

Klorin (diatomic nonmetal)

Argon (noble gas)

Kalium (alkali metal)

Kalsium (alkaline earth metal)

Skandium (transition metal)

Titanium (transition metal)

Vanadium (transition metal)

Kromium (transition metal)

Mangan (transition metal)

Besi (transition metal)

Kobalt (transition metal)

Nikel (transition metal)

Tembaga (transition metal)

Seng (transition metal)

Galium (post-transition metal)

Germanium (metalloid)

Arsen (metalloid)

Selenium (polyatomic nonmetal)

Bromin (diatomic nonmetal)

Kripton (noble gas)

Rubidium (alkali metal)

Stronsium (alkaline earth metal)

Itrium (transition metal)

Zirkonium (transition metal)

Niobium (transition metal)

Molibdenum (transition metal)

Teknesium (transition metal)

Rutenium (transition metal)

Rodium (transition metal)

Paladium (transition metal)

Perak (transition metal)

Kadmium (transition metal)

Indium (post-transition metal)

Timah (post-transition metal)

Antimon (metalloid)

Telurium (metalloid)

Iodin (diatomic nonmetal)

Xenon (noble gas)

Sesium (alkali metal)

Barium (alkaline earth metal)

Lantanum (lanthanide)

Serium (lanthanide)

Praseodimium (lanthanide)

Neodimium (lanthanide)

Prometium (lanthanide)

Samarium (lanthanide)

Europium (lanthanide)

Gadolinium (lanthanide)

Terbium (lanthanide)

Disprosium (lanthanide)

Holmium (lanthanide)

Erbium (lanthanide)

Tulium (lanthanide)

Iterbium (lanthanide)

Lutesium (lanthanide)

Hafnium (transition metal)

Tantalum (transition metal)

Wolfram (transition metal)

Renium (transition metal)

Osmium (transition metal)

Iridium (transition metal)

Platina (transition metal)

Emas (transition metal)

Raksa (transition metal)

Talium (post-transition metal)

Timbal (post-transition metal)

Bismut (post-transition metal)

Polonium (post-transition metal)

Astatin (metalloid)

Radon (noble gas)

Fransium (alkali metal)

Radium (alkaline earth metal)

Aktinium (actinide)

Torium (actinide)

Protaktinium (actinide)

Uranium (actinide)

Neptunium (actinide)

Plutonium (actinide)

Amerisium (actinide)

Kurium (actinide)

Berkelium (actinide)

Kalifornium (actinide)

Einsteinium (actinide)

Fermium (actinide)

Mendelevium (actinide)

Nobelium (actinide)

Lawrensium (actinide)

Ruterfordium (transition metal)

Dubnium (transition metal)

Seaborgium (transition metal)

Bohrium (transition metal)

Hasium (transition metal)

Meitnerium (unknown chemical properties)

Darmstadtium (unknown chemical properties)

Roentgenium (unknown chemical properties)

Kopernisium (transition metal)

Nihonium (unknown chemical properties)

Flerovium (post-transition metal)

Moskovium (unknown chemical properties)

Livermorium (unknown chemical properties)

Tenesin (unknown chemical properties)

Oganeson (unknown chemical properties)

Mg


Ca



Sr
potasium ←

kalsium

→ skandium
Nomor anasir
(Z)
20
Golongan golongan 2 (metal alkali kapling)
Periode masa 4
Blok blok-s
Kategori atom
metal alkali tanah
Berat atom barometer
(A
r)

  • 40,078±0,004

  • 40,078±0,004
     (diringkas)
Konfigurasi elektron [Ar] 4s2
Elektron per kelopak 2, 8, 8, 2
Sifat fisik
Fase
pada STS (0 °C dan 101,325 kPa)
padat
Titik mengabu 1115 K ​(842 °C, ​1548 °F)
Titik didih 1757 K ​(1484 °C, ​2703 °F)
Kepadatan
mendekati s.k.
1,55 g/cm3
saat larutan, plongt.l.
1,378 g/cm3
Kalor peleburan 8,54 kJ/mol
Kalor penguapan 154,7 kJ/mol
Produktivitas kalor molar 25,929 J/(mol·K)
Impitan uap


P
(Pa)
1 10 100 1 k 10 k 100 k
pada
Falak
(K)
864 956 1071 1227 1443 1755
Sifat atom
Ketentuan oksidasi +1,[3]

+2

(oksida basa awet)
Elektronegativitas Skala Pauling: 1,00
Energi ionisasi ke-1: 589,8 kJ/mol

ke-2: 1145,4 kJ/mol

ke-3: 4912,4 kJ/mol

(kata sandang)
Jemari-ujung tangan atom empiris: 197 pm

perhitungan: 194 pm
Jari-jari kovalen 176±10 pm
Jari-jari van der Waals 231 pm
Lain-bukan
Kelimpahan alami primordial
Struktur intan buatan ​kubus berpusat tampang (fcc)

Struktur kristal Face centered cubic untuk kalsium

Kederasan kritik
batang ringan
3810 m/s (temperatur 20 °C)
Ekspansi kalor 22,3 µm/(m·K) (guru 25 °C)
Konduktivitas termal 201 W/(m·K)
Resistivitas elektrik 33,6 lengkung langit nΩ·m (suhu 20 °C)
Sebelah besi sembrani diamagnetik
Suseptibilitas magnetik molar
+40,0×10−6
 cm3/mol[4]
Modulus Young 20 GPa
Modulus Shear 7,4 GPa
Modulus Bulk 17 GPa
Rasio Poisson 0,31
Rasio Mohs 1,75
Perbandingan Brinell 170–416 MPa
Nomor CAS 7440-70-2
Sejarah
Penemuan dan isolasi purwa H. Davy (1808)
Isotop kalsium yang terdahulu
Iso­top Som­pahan Perian paruh
(t
1/2)
Mode peluruhan Pro­duk
40Ca 96,941% stabil
41Ca renik 9,94×104
thn
ε 41K
42Ca 0,647% stabil
43Ca 0,135% stabil
44Ca 2,086% stabil
45Ca sintetis 162,6 hri β 45Sc
46Ca 0,004% stabil
47Ca sintetis 4,5 hri β 47Sc
γ
48Ca 0,187% 6,4×1019
thn
ββ 48Ti

| referensi | di Wikidata

Kalsium
atau
zat kapur
adalah sebuah elemen kimia dengan huruf angka
Ca
dan nomor atom 20. Mempunyai massa partikel 40.078 amu. Zat kapur yaitu salah satu logam alkali persil, dan merupakan atom kelima terbanyak di marcapada. Kalsium sekali lagi merupakan ion kelima terbanyak di air laut dilihat semenjak segi molaritas dan massanya, selepas sodium, klorida, magnesium, dan sulfat.[5]

Kalsium merupakan unsur logam kelima yang paling melembak dalam jasad manusia. Bagaikan elektrolit, ion kalsium memainkan peran penting dalam proses fisiologis dan biokimia organisme maupun sel. Adapun sreg jalur transduksi sinyal, kalsium bertindak perumpamaan pembawa pesan kedua. Kalsium kembali berperan kerumahtanggaan pelepasan neurotransmitter dari neuron. Unsur ini memiliki peran dalam kontraksi semua varietas sel otot dan sebagai kofaktor dalam banyak enzim, serta berperan dalam pembuahan.[6]
Ion kalsium nan berada di luar sel berfungsi bikin mempertahankan perbedaan potensial menerobos membran sel, paduan protein, dan penulangan.[6]
[7]

Karakteristik

[sunting
|
sunting sumur]

Klasifikasi

[sunting
|
sunting sumber]

Pada tabel sistem periodik, kalsium termasuk golongan 2A (atau IIA) yakni logam alkali tanah, bersama beberapa anasir enggak, yakni berilium (Be), magnesium (Mg), kalsium (Ca), strontium (Sr), barium (Ba), dan radium (Ra). Sifat fisik zat kapur bertambah keras berpunca natrium, tetapi lebih lembut berusul aluminium. Kalsium juga kurang reaktif secara kimia dibandingkan logam alkali dan alkali persil lainnya.[8]
Sebuah molekul zat kapur memiliki dua puluh elektron yang tersusun dalam konfigurasi elektron




[
A
r
]
4

s

2




{\displaystyle [Ar]4s^{2}}



.[9]

Fisik

[sunting
|
sunting sumber]

Kalsium makin keras tinimbang timbal tetapi dapat dipotong dengan pisau dengan susah payah. Sementara zat kapur adalah konduktor elektrik yang makin buruk daripada tembaga maupun aluminium bersendikan volume, kalsium yaitu konduktor yang lebih baik berdasarkan massa ketimbang keduanya karena kepadatannya nan terlampau adv minim.[10]

Titik leleh kalsium adalah 850°C (1.560°F) temporer tutul didihnya 1.440°C (2.620 °F). Adapun kalsium n kepunyaan kepadatan sebesar 1,54 g/cm3.[11]

Kimia

[sunting
|
sunting perigi]

Kalsium adalah ferum alkali tanah dengan fon Ca dan nomor atom 20, terletak di hari keempat tabel periodik dalam Golongan 2. Kalsium adalah unsur paling melembak kelima dan logam paling melembak ketiga menurut beratnya yang terdapat di kerak marcapada.[6]
[12]
Tetapi, kalsium mudah bereaksi dengan oksigen dan air sehingga kalsium tidak ditemukan dalam bentuk logam di alam, melainkan berupa batu kapur (CaCO3), kapur (CaO) dan kalsium fluorida.[12]
[13]

Kalsium dapat membentuk garam dengan halida, sebagaimana CaCl2 atau CaF2. Kalsium klorida memiliki bineka fungsi, riuk satunya sebagai objek pengering (drying agent).[13]






CaCl

2





+
2


H

2






OH

2






(
l
)




2


CaCl

2








2


H

2





O



{\displaystyle {\ce {CaCl2 + 2H2OH2(l) -> 2 CaCl2.2H2O}}}


[13]
Adapun reaksi kimia berlantas sebagai halnya berikut.






CaCO

3






(
s
)

+

CO

2






(
l
)

+

H

2





O

(
l
)




Ca


(

HCO

3





)


2








{\displaystyle {\ce {CaCO3(s) + CO2(l) + H2O (l) -> Ca(HCO3)2}}}


[13]





Ca

(
s
)

+
2


H

2





O

(
g
)




Ca


(
OH
)


2






(
aq
)

+

H

2






(
g
)




{\displaystyle {\ce {Ca(s) + 2H2O (g) -> Ca(OH)2(aq) + H2(g)}}}


[13], seperti pada reaksi berikut.





Ca

(
s
)

+
2

HCl

(
aq
)





Ca

2



(
aq
)

+
2


Cl







(
aq
)

+

H

2






(
g
)




{\displaystyle {\ce {Ca(s) + 2HCl (aq) -> Ca^2 (aq) + 2Cl- (aq) + H2 (g)}}}


Album

[sunting
|
sunting sumber]

Meskipun kalsium ialah anasir kelima yang paling meluap di kerak bumi, zat kapur bukan wasilah ditemukan bebas di alam karena mudah membentuk senyawa dengan bereaksi dengan oksigen dan air. Logam zat kapur pertama siapa diisolasi oleh Sir Humphry Davy pada musim 1808 melalui elektrolisis campuran kapur (CaO) dan merkuri oksida (HgO). Kini, kalsium metalik diperoleh dengan mengambil alih anasir kalsium dalam kapur dengan atom aluminium dalam wadah erotis bertekanan adv minim. Sekitar 4,2% berpokok kerak marcapada terdiri pecah zat kapur.[14]

Kebutuhan harian

[sunting
|
sunting mata air]

Kalsium merupakan mineral n domestik fisik dengan kebutuhan kandungan harian yang lain terlalu banyak. Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, kebutuhan kalsium orang dewasa dalam satu periode sebesar 1100 mg. Sementara, anak-anak asuh memerlukan antara 1000-1200 mg kalsium per hari.[15]

Grafik Rekomendasi Kebutuhan Kalsium Buletin masing-masing mg[16]
Vitalitas Adam Wanita Ibu hamil Ibu menyusui
0-6 rembulan 200 200
7-12 bulan 260 260
1-3 tahun 700 700
4-8 tahun 1000 1000
9-13 tahun 1300 1300
14-18 tahun 1300 1300 1300 1300
19-50 tahun 1000 1000 1000 1000
51-70 tahun 1000 1200
>70+ periode 1200 1200

Sumur

[sunting
|
sunting sumber]

Tetek dan komoditas susu

[sunting
|
sunting perigi]

Susu merupakan minuman yang memiliki garis hidup kalsium yang tinggi.

Susu adalah minuman yang tenar akan nafkah kalsium nan tinggi dan dapat membantu memperkuat benak dan gigi, begitu lagi dengan produk berbahan radiks susu. Suatu cangkir buah dada, 200 gram yoghurt, atau 200 ml buah dada bin yang diperkaya kalsium mengandung sekitar 300 mg kalsium. Tentang buah dada khusus yang diperkaya kalsium bisa memberikan jumlah kalsium yang bertambah besar dalam piutang buah dada nan makin katai yakni berangkat berbunga 280 mg hingga 400 mg saban 200 ml susu.[17]
Namun, umumnya publik ras Afrika Amerika, Hispanik/Latin, dan Asia condong menderita intoleransi laktosa dibandingkan dengan bani adam nasab Eropa.[18]
Gangguan ini disebabkan ketidakmampuan tubuh cak bagi mengetahui laktosa yang didapatkan dari susu maupun produk payudara.[19]
Sehingga beraneka ragam produk tetek dipilih cak bagi menyempurnakan kebutuhan zat kapur bakal pengidap intoleransi laktosa.

Pada 250 gram yoghurt, mengandung kalsium sebanyak 260 mg. Jumlah tersebut sudah dapat memenuhi seputar 25% kebutuhan kalsium harian insan dewasa. Seperti itu pun dengan keju nan n kepunyaan perut kalsium yang tinggi, adapun yang paling tinggi kandungannya yakni keju parmesan. Kerumahtanggaan 30 gram keju parmesan, terdapat sekitar 330 mg kalsium yang memenuhi 33% asupan kalsium jurnal orang dewasa.[20]

Ponten-bijian

[sunting
|
sunting sumber]

Biji-bijian merupakan sendang energi nan mengandung bineka zat nutrisi zat kapur nan panjang, terdaftar biji poppy, bijan, seledri, dan chia. Misalnya, 1 sendok makan (9 gram) skor poppy mengandung 127 mg kalsium maupun 10% dari Nilai Buku harian, temporer angka wijen mengandung 7% kalsium nan direkomendasikan.[21]

Ikan

[sunting
|
sunting sumber]

Ikan sarden dan salmon kalengan yaitu makanan dengan suratan kalsium nan tinggi karena tulangnya yang bisa dimakan. Satu kaleng sarden seberat 3,75 ons (92 gram) mengandung 27% dari kebutuhan kalsium, provisional salmon kaleng punya 19%
[21]

Sayuran hijau

[sunting
|
sunting mata air]

Bayam yakni keseleo satu sayuran hijau yang mengandung kalsium dengan suratan janjang.

Bayam terkenal akan nafkah kalsium yang tinggi. Internal 100 gram bayam mengandung 136 mg kalsium merupakan 10% dari kebutuhan kronik.[22]
Selain bayam, brokoli memiliki kandungan zat kapur yang tataran yakni 62 mg per cangkir.[23]
Pakcoy rebus sekali lagi yakni salah satu sayuran yunior dengan kandungan kalsium 158 mg/cangkir.[24]

Bin-kacangan

[sunting
|
sunting sendang]

Heterogen variasi polong-kodian memiliki kas dapur kalsium yang tinggi, sebagai halnya hazelnut, pistacio, dan walnut. Hazelnut memiliki kandungan kalsium sebanyak 279 mg/cangkir, tentatif pistacio sebanyak 132 mg/cangkir, dan walnut mengandung 115 mg/cangkir kalsium.[25]

Khasiat

[sunting
|
sunting sumber]

Mileu

[sunting
|
sunting sumber]

Senyawa kalsium karbonat akan mengikat elemen tanah dan mengingkari rasam tanah, sehingga pori-pori persil menjadi mumbung yang dapat meningkatkan kekuatan dan kekakuan tanah. Kalsium menjadi bahan utama yang digunakan internal teknik biosementasi. Kandungan zat kapur dalam tanah pun berfungsi kerjakan mengoreksi adat keasaman (pH) petak, menetralisir kejenuhan zat-zat yang bersifat venom bagi petak, meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyedotan zat-zat hara, menjaga tingkat ketersediaan zarah hara mikro, memperbaiki porositas, struktur, serta aerasi tanah yang berjasa buat mikrobiologi dan kimiawi kapling, sehingga kapling menjadi gembur, dan diseminasi udara n domestik petak menjadi lancar.[26]

Tanaman

[sunting
|
sunting sumur]

Zat kapur dalam tanaman berperan privat proses pertumbuhan, pembelahan, dan perpanjangan lembaga pemasyarakatan. Komponen ini dapat membantu meninggikan, mengatur pokok tembus, dan serta merawat dinding sel. Selain itu, kalsium pula memiliki peran penting sreg tutul tumbuh akar. Apabila terjadi defisiensi Ca atau kekurangan kalsium, maka akan mengganggu proses pembentukan dan pertumbuhan akar sehingga berperngaruh terhadap terhambatnya penyerapan zat hara. Tentang berbagai gejala dapat timbul apabila terjadi defisit molekul kalsium, antara bukan, melemahnya titik bersemi dan terjadi perubahan bentuk daun menjadi keriting, mengecil, hingga sungkap. Kalsium juga dapat menyebabkan tanaman tumbuh tinggi tetapi tidak kokoh hingga terhambatnya pembentukan bunga. Saja, kemustajaban kalsium enggak berbuntut banyak hanya mempengaruhi pH tanah.[27]

Hewan dan Cucu adam

[sunting
|
sunting sumber]

Kalsium tinggal berpengaruh lega perkembangan tulang dan transmisi. Struktur bentuk vertebrata terutama disusun oleh kalsium fosfat yang disebut intan imitasi hidroksiapatit.[28]

Peran utama zat kapur intern tubuh adalah bagi menyerahkan struktur dan kekuatan pada kerangka. Intern struktur eksoskeleton awal dan pada cangkang, aturan dogmatis struktural biasanya karena adanya zat kapur karbonat. Sreg vertebrata seperti reptil, ikan, mamalia, dan manusia, struktur kerangka terutama disusun oleh zat kapur fosfat yang disebut kristal hidroksiapatit. Jenis kalsium fosfat ini ditemukan lagi intern kolagen. Ion kalsium pada permukaan tulang berikatan dengan ion dalam cairan tubuh, sehingga memungkinkan pertukaran ion yang terdepan dalam menjaga keseimbangan zat kapur dalam darah dan tulang.[28]

Kalsium merupakan mineral yang amat penting bakal khalayak, antara lain bagi metabolisme tubuh, penghubung antar saraf, kerja jantung, dan pergerakan urat. Zat kapur juga yaitu struktur yang banyak ditemui pada lemak tulang, disebut pun sebagai bank kalsium. Keadaan ini berarti, apabila zat kapur dalam bakat menurun, maka tubuh akan mencoket cadangan dari tulang dengan bantuan sejumlah hormon.[29]

Zat kapur sekali lagi kontributif mengatur peregangan urat. Detik saraf merangsang otot, tubuh akan melepaskan zat kapur. Kalsium ini dapat membantu protein privat otot melakukan kerja kontraksi. Sementara detik jasad memompa kalsium keluar dari urat, urat akan lagi rileks.[30]

Selain itu, zat kapur pun memainkan peran kunci dalam pengerasan darah. Proses pembekuan pembawaan merupakan bagian yang kompleks dan memiliki berbagai ragam langkah. Salah satu episode prosesnya yakni melibatkan berbagai sasaran kimia, teragendakan kalsium.[30]

Berikut bilang guna zat kapur bagi anak adam:

  • Mengaktifkan saraf
  • Menggampangkan aliran darah
  • Melenturkan urat
  • Menormalkan tekanan darah
  • Menyejajarkan tingkat keasaman darah
  • Menjaga keseimbangan larutan tubuh
  • Mencegah osteoporosis (keropos tulang)
  • Mencegah ki kesulitan dalaman
  • Menempatkan risiko puru ajal perut muda
  • Memecahkan kram, remai pinggang, wasir, dan sengal
  • Membereskan keluhan momen haid dan menopause
  • Meminimalkan penyusutan tulang selama hamil dan menyusui
  • Kontributif mineralisasi transmisi dan mencegah pendarahan akar gigi
  • Memintasi kersang dan pecah-pecah pada alat peraba kaki dan tangan
  • Menyembuhkan gairah seks yang menurun/melemah
  • Menguasai glikosuria (mengaktifkan pankreas)

Setelah hayat 20 tahun, jasad manusia akan mulai mengalami kekurangan kalsium sebanyak 1% per perian. Dan sehabis atma 50 tahun, kuantitas kandungan zat kapur dalam tubuh akan menyusut sebanyak 30%. Kekeringan akan mencapai 50% ketika menjejak umur 70 tahun dan lebih lanjut mengalami masalah kehilangan kalsium.[31]

Gejala awal kekurangan kalsium yakni seperti lesu, banyak keringat, gelisah, sesak berasimilasi, menurunnya sosi tahan jasmani, kurang nafsu makan, sembelit, pungkur-berak, insomnia, kram, dan sebagainya. Temporer kekurangan kalsium jangka pangkat dapat menyebabkan detak jantung lain teratur, osteopenia, keropos tulang, hipokalsemia, hingga peningkatan risiko patah sumsum.[32]

Teks

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    “Hasil Pencarian”.
    KBBI Daring
    . Diakses tanggal
    17 Juli
    2022
    .





  2. ^


    Greenwood, Norman N.; Earnshaw, A. (1997),
    Chemistry of the Elements
    (edisi ke-2), Oxford: Butterworth-Heinemann, hlm. 112, ISBN 0-7506-3365-4





  3. ^


    Krieck, Sven; Görls, Helmar; Westerhausen, Matthias (2010). “Mechanistic Elucidation of the Formation of the Inverse Ca(I) Sandwich Complex [(thf)3Ca(μ-C6H3-1,3,5-Ph3)Ca(thf)3] and Stability of Aryl-Substituted Phenylcalcium Complexes”.
    Journal of the American Chemical Society.
    132
    (35): 12492–12501. doi:10.1021/ja105534w. PMID 20718434.





  4. ^


    Weast, Robert (1984).
    CRC, Handbook of Chemistry and Physics. Boca Raton, Florida: Chemical Rubber Company Publishing. hlm. E110. ISBN 0-8493-0464-4.





  5. ^


    Dickson, A. G. and Goyet, C. (1994). “5”.
    Handbook of method for the analysis of the various parameters of the carbon dioxide system in sea water, version 2
    (PDF). ORNL/CDIAC-74. Diarsipkan pecah varian steril
    (PDF)
    tanggal 2011-05-25. Diakses tanggal
    2011-07-05
    .




  6. ^


    a




    b




    c




    Weaver, Connie M (2017). “Calcium”.
    Linus Pauling Institute
    (dalam bahasa Inggris). Diakses sungkap
    2022-01-22
    .





  7. ^


    National Institutes of Health (2021). “Calcium”.
    National Institutes of Health (NIH) Office of Dietary Supplements (ODS)
    . Diakses rontok
    2022-01-22
    .





  8. ^


    Lenntech (2020). “Calcium (Ca) – Chemical properties, Health and Environmental effects”.
    www.lenntech.com
    . Diakses tanggal
    2022-01-31
    .





  9. ^


    Porah Society of Chemistry (2021). “Calcium – Element information, properties and uses | Periodic Table”.
    www.rsc.org
    . Diakses tanggal
    2022-01-31
    .





  10. ^


    Ropp, Richard C. (2012).
    Encyclopedia of the Alkaline Earth Compounds
    (kerumahtanggaan bahasa Inggris). Amsterdam: Newnes. hlm. 13. ISBN 978-0-444-59553-9.





  11. ^


    Editor Chemistry Explained (2016). “Calcium, Chemical Element – structure, reaction, water, uses, elements, examples, besi, gas”.
    www.chemistryexplained.com
    . Diakses tanggal
    2022-01-22
    .




  12. ^


    a




    b




    Perrone, Daniel; Monteiro, Mariana (2016).
    The Chemistry of Calcium. Rio de Janeiro: The Royal Society of Chemistry. hlm. 67–68.




  13. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    LibreTexts (2013). “Chemistry of Calcium (Z=20)”.
    Chemistry LibreTexts
    (kerumahtanggaan bahasa Inggris). Diakses terlepas
    2022-01-23
    .





  14. ^


    Gagnon, Steve. “It’s Elemental – The Element Calcium”.
    education.jlab.org
    . Diakses tanggal
    2022-01-23
    .





  15. ^


    Tony (2018). “Apakah Kebutuhan Kalsium Bisa Dipenuhi Sekadar dari Segelas Susu? – RS Khas Bedah Halimun Medical Center”.
    RSKB Halimun
    . Diakses tanggal
    2022-01-31
    .





  16. ^


    National Institutes of Health (2021). “Calcium”.
    National Institutes of Health Office of Dietary Supplements
    . Diakses tanggal 2022-1-30.





  17. ^


    Departement of Health Victoria State Government (2021). “Calcium – Better Health Channel”.
    www.betterhealth.vic.gov.au
    . Diakses tanggal
    2022-01-28
    .





  18. ^


    Isella, Virly (2021). “Epidemiologi Intoleransi Laktosa”.
    Alomedika
    . Diakses sungkap
    2022-01-31
    .





  19. ^


    Pathak, Neha (2021). “Lactose Intolerance – Cause, Symptoms, Diagnosis, Treatment”.
    WebMD
    (privat bahasa Inggris). Diakses rontok
    2022-01-28
    .





  20. ^


    Adrian, Kevin (2021). “Kenali Macam-Diversifikasi Makanan Berkalsium Tinggi”.
    Alodokter
    . Diakses tanggal
    2022-01-30
    .




  21. ^


    a




    b




    Jennings, Kerri-Ann (2021). “Top 15 Calcium-Rich Foods (Many Are Nondairy)”.
    Healthline
    (privat bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2022-01-28
    .





  22. ^


    Whitbread, Daisy (2021). “Top 10 Foods Highest in Calcium”.
    myfooddata
    (n domestik bahasa english). Diakses tanggal
    2022-01-30
    .





  23. ^


    Physicians Committee (2021). “Calcium and Strong Bones”.
    Physicians Committee for Responsible Medicine
    (privat bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2022-01-30
    .





  24. ^


    Adzani, Fadli (2020). “8 Faedah Pakcoy, Sayuran Mentah yang Baik bagi Kesegaran”.
    SehatQ
    . Diakses copot
    2022-01-31
    .





  25. ^


    Souper Sage (2020). “Top Nuts High in Calcium”.
    Soupersage
    (internal bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2022-01-31
    .





  26. ^


    Triana, Ajeng; Hadiah; Ridlo; Ambarsari (2018). “Dominasi KALSIUM TERHADAP pH TANAH DALAM PROSES BIOSEMENTASI”
    (PDF).
    Prosiding Seminar Nasional dan Konsultasi Teknologi Lingkungan: 189–190.





  27. ^


    Mukhlis (2017). “Atom Hara Makro dan Mikro yang dibutuhkan oleh Tanaman”.
    dtphp.luwuutarakab.go.id
    (kerumahtanggaan bahasa Inggris). Diakses rontok
    2022-01-28
    .




  28. ^


    a




    b




    Mandal, Ananya (2019). “Uses of Calcium”.
    News-Medical.net
    (intern bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2022-01-23
    .





  29. ^


    Shita, Amandia Dewi Permana; Sulistyani, Sulistyani (2015-12-16). “PENGARUH KALSIUM TERHADAP TUMBUH KEMBANG Gigi GELIGI ANAK”.
    STOMATOGNATIC – Jurnal Kedokteran Transmisi
    (dalam bahasa Inggris).
    7
    (3): 41. ISSN 2442-4935.




  30. ^


    a




    b




    Newman, Tim (2020). “Calcium: Health benefits, foods, and deficiency”.
    www.medicalnewstoday.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2022-01-25
    .





  31. ^


    Maryusman, Taufik (2017). “Kalsium Lega Tubuh Orang – Fakultas Ilmu Kesehatan – Universitas Pembangunan Nasional Purnawirawan Jakarta”.
    fikes.upnvj.ac.id
    . Diakses tanggal
    2022-01-30
    .





  32. ^


    Abadi, Raka (2021). “Tanda dan Gejala Awal Kekurangan Kalsium puas Tubuh”.
    Gaya.id
    . Diakses tanggal
    2022-01-30
    .




Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • (Inggris)
    The Calcium Information Resource



Kegunaan Unsur Kalsium Atau Senyawanya Terdapat Pada Nomor

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Kalsium

Baca :   Jenis Batuan Yang Memiliki Nilai Ekonomi Tinggi

Check Also

Dalam Ekosistem Perairan Organisme Yang Berperan Sebagai Produsen Adalah

Dalam Ekosistem Perairan Organisme Yang Berperan Sebagai Produsen Adalah. Home / Biologi / Pertanyaan IPA …