Merupakan Tempat Untuk Memelihara Ikan Disebut

Merupakan Tempat Untuk Memelihara Ikan Disebut.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Aqua-Boy, kapal Norwegia yang digunakan bikin mengangkut ikan kehidupan

Budi daya ikan
adalah riuk suatu bentuk budi pokok perairan nan eksklusif membudidayakan iwak di tangki atau ira tertutup, rata-rata untuk menghasilkan bahan jenggala, ikan solek, dan rekreasi (pemancingan). Iwak yang paling banyak dibudidayakan adalah iwak mas, salem, lele, dan tilapia (sejenis ikan nila).[1]

Terdapat permintaan yang janjang lakukan ikan di seluruh dunia sehingga menyebabkan
overfishing
di sektor perikanan tangkap. Budi daya ikan menyenggangkan sumber alternatif penyediaan ikan. Saja, budi daya ikan karnivora seperti salmon tidak sayang mengurangi usaha perikanan tangkap karena gizi yang dibutuhkan iwak salmon tersendiri dan sering kali sulit dibudidayakan, seperti iwak kerdil nan mengandung minyak iwak yang menjadi incaran utama ikan salmon di alam liar. Namun akademikus kini sudah meluaskan pakan alternatif berbasis tumbuhan lakukan budi gerendel ikan karnivora.[2]

Berdasarkan data FAO, total ikan yang dibudidayakan secara mendunia plong tahun 2008 mencapai 33,8 juta ton dengan skor mengaras US$60 miliar.[3]

Tipe utama

[sunting
|
sunting sumber]

Diversifikasi terdepan iwak nan dibudidayakan pada tahun 2010[4]
Karakter sentral air tawar Hasil (ton) Budi sentral air laut Hasil (ton) Kepribadian sendi air masin Hasil (ton)
Ctenopharyngodon idella 4,337,114 Salmo salar 1,421,647 Epinephelus tauvina 3,677,691
Hypophthalmichthys molitrix 4,116,835 Larimichthys crocea 378,622 Mugil cephalus 333,322
Catla catla 3,869,984 Epinephelus tauvina 215,028 Oreochromis niloticus 107,489
Cyprinus carpio 3,444,203 Salmo trutta 143,751 Lates calcarifer 49,234
Hypophthalmichthys nobilis 2,585,962 Seriola quinqueradiata 139,077 Oxyeleotris marmorata 34,123
Carassius carassius 2,217,798 Sparus aurata 118,212 Dicentrarchus labrax 23,313
Oreochromis niloticus 1,990,275 Lateolabrax japonicus 107,903 Oreochromis mossambicus 17,103
Labeo rohita 1,167,315 Dicentrarchus labrax 102,538
Pagrus auratus 73,924

Metode

[sunting
|
sunting sumber]

Pemeliharaan ikan dapat dilakukan dengan plural metode di berbagai tempat. Metode yang paling banyak digunakan adalah dengan menggunakan kolam ikan, tangki akuaponik, dan kandang.

Akuaponik

[sunting
|
sunting mata air]

Akuaponik ialah sistem budi rahasia berkelanjutan yang mengkombinasikan akuakultur dan hidroponik privat lingkungan yang bersifat simbiotik. Dalam akuakultur yang stereotip, ekskresi berbunga hewan nan dipelihara akan terakumulasi di air dan meningkatkan toksisitas air jika enggak dibuang. Dalam akuaponik, ekskresi hewan diberikan kepada tanaman moga dipecah menjadi nitrat dan nitrit melewati proses alami, dan dimanfaatkan oleh tumbuhan seumpama nutrisi. Air kemudian bersirkulasi kembali ke sistem akuakultur.

Karena sistem hidroponik dan akuakultur sangat bermacam rupa bentuknya maka sistem akuaponik pun menjadi dulu berbagai macam dalam kejadian ukuran, kerumitan, tipe manusia kehidupan nan ditumbuhkan, dan sebagainya.[5]

Kandang

[sunting
|
sunting mata air]

Kandang ikan merupakan kandang yang ditempatkan di telaga, tebat, sungai, atau laut untuk melindungi lauk sampai ikan siap dipanen.[6]
[7]
Kandang dapat didesain dari berbagai jenis alamat. Ikan nan dipelihara di internal kandang dapat diberi pakan maupun dibiarkan memakan pakan nan datang pecah mileu sekitarnya. Diversifikasi pemeliharaan dengan kandang punya keuntungan yaitu boleh dipelihara sesuai dengan habitat iwak tersebut (air tawar, payau, maupun laut) sehingga spesies ikan yang dipelihara sangat beragam. Kandang ikan juga boleh dipelihara bersamaan dengan pemakaian air lainnya seperti rekreasi dan pengairan.[6]
Kehabisan sistem kandang merupakan risiko lepasnya ikan ke lingkungan. Jika spesies ikan yang dipelihara bukan spesies endemik, dapat menjadi spesies invasif.[6]
Kontaminasi perairan setempat bisa menjadi risiko bikin ikan yang dipelihara dan begitu juga sebaliknya, perlindungan ikan dapat menyebabkan polusi lokal, terutama dari sisa pakan dan obat-obatan. Penyakit dan hama dapat berpindah lebih mudah bermula lingkungan ke kandang dan sebaliknya.

Baca :   Angklung Alat Musik Berasal Dari Daerah

Logam paduan tembaga banyak digunakan sebagai incaran bikin membuat kandang karena memiliki sifat antimikroba dan algasida sehingga bisa mencegah menempelnya organisme di tulang beragangan kandang (biofouling)

Budi daya iwak komposit

[sunting
|
sunting sumber]

Budi daya ikan secara komposit adalah teknologi yang dikembangkan di India puas waktu 1970-an dengan mendayagunakan ikan lokal dan ikan non-lokal yang dikombinasikan. Ikan-ikan tersebut dipilih karena memiliki jenis makanan dan prinsip makan yang berbeda-cedera. Pada percobaan di India, iwak yang digunakan adalah
Cirrhinus cirrhosus
dan ikan mas sebagai konsumen dasar kolam, ikan
Labeo rohita
yang memakan di antara permukaan dan radiks kolam, dan lauk
Catla catla
dan
Hypophthalmichthys molitrix
misal pemakai permukaan. Lauk yang berbenda memakan kotoran dari ikan lain juga bisa dipelihara sehingga meningkatkan efisiensi pakan. Metode ini mampu memproduksi setakat 6000 kg iwak sendirisendiri hektare per tahun.[8]
[9]

Permasalahan

[sunting
|
sunting sumber]

Permasalahan pada budi daya ikan pada dasarnya setolok dengan permasalahan pada fiil daya perairan. Nan paling menonjol adalah efisiensi puas budi pokok ikan karnivora, seperti budi siasat salem, yang membutuhkan nutrisi makin banyak berasal yang dihasilkannya. Namun kebutuhan pasar terhadap ikan salmon masih strata sehingga pembudidayaan masih berkembang. Para pembudi daya mutakadim mampu mensubstitusi protein menggunakan sumber dari tumbuhan, belaka kebutuhan nikmat, terutama Omega 3, masih sulit buat dipenuhi pecah sumber tumbuhan sehingga masih membutuhkan cadangan dari hewani.

Permasalahan berikutnya adalah konsistensi ikan yang dipelihara jauh melebihi konsistensi di habitat alaminya, hingga menyentuh 6 ekor per meter persegi.[10]
Kepejalan yang jenjang bisa menyebabkan jejas sreg ikan karena tingginya jalinan dan singgungan antar ikan dan dengan komponen kandang. Konsentrasi amonia dari urin dan feses ikan nan hierarki juga dapat bertelur pada kesehatan lauk.

Cak agar demikian, beberapa jenis ikan juga memusat takhlik populasi dengan kerapatan tinggi di alam liar (fish school) begitu juga ikan herring, lakukan melajukan mencari mangsa dan menghindari predator. Para pembudidaya mencoba bagi mengoperasikan sistem proteksi nan sesuai cak agar lain mengurangi neraca konversi pakan (kg pakan kering/kg hasil daging ikan). Pengukuran tingkat kesejahteraan fauna menjadi riuk satu metode ilmiah internal menentukan keberuntungan fiil daya ikan.[11]

Baca :   Pernyataan Ini Benar Untuk Fluida Ideal Kecuali

Pembudidayaan dengan kepadatan tinggi boleh menyebabkan kebinasaan habitan di sekitar area pemelihataan. Tingginya feses yang diproduksi dengan campuran sisa pakan dan pemohon-obatan boleh mencemari perairan setempat.[12]
Dekomposisi sisa pakan dan feses bisa meningkatkan populasi mikroba nan mampu menguras tembolok oksigen terlarut sehingga mampu membunuh kehidupan di perairan. Berbagai rupa gerakan budi kiat sering kali berpindah pasca- kancah awal mutakadim lain fit sehingga pengail yang mengusahakan perikanan sambar menjadi terganggu maka itu kerusakan lingkungan nan diakibatkan para pembudidaya berpindah ini.[13]

Kekhawatiran terhadap keikhlasan penyakit dan parasit iwak membuat para pembudidaya menggunakan penawar-obatan dan antibiotik kerjakan menjaga agar tingkat mortalitas ikan bukan tinggi (meski tidak 100 tip sembuh[14]). Kerumahtanggaan banyak kasus, terutama pemeliharaan di alam terbuka memperalat sistem kandang, obat-obatan dan antibiotik ini berpunya berputar ke lingkungan di asing wilayah pemeliharaan sehingga mempengaruhi ekosistem sekitar.[15]
Penggunaan antibiotik juga boleh menyebabkan wereng dan penyakit lebih tahan sehingga menciptakan resistensi antibiotik. Antibiotik lagi berperangai persisten dan dapat terkonsumsi maka itu manusia.[16]
Penggunaan vaksin sekarang lebih ditekankan lakukan mengurangi penggunaan pemohon-obatan dan antibiotik.[17]

Tatap pula

[sunting
|
sunting sumber]

  • Akuaponik
  • Budi ki akal perairan
  • Kepribadian sentral perairan ikan lele
  • Keramba
  • Bendungan ikan
  • Penyembelihan hewan

Bacaan

[sunting
|
sunting sendang]


  1. ^

    FAO FishStat database

  2. ^


    “Budidaya Ikan Tanpa Petro Ikan”. Deutsche Welle. 6 Desember 2013.




  3. ^

    Fishery and Aquaculture Statistics: Aquaculture Production 2008 FAO Yearbook, Rome.

  4. ^

    FAO FishStat Sesak (2012)

  5. ^


    Rakocy, James E.; Bailey, Donald S.; Shultz, R. Charlie; Thoman, Eric S. “Update on Tilapia and Vegetable Production in the UVI Aquaponic System”
    (PDF). University of the Virgin Islands Agricultural Experiment Station. Diakses tanggal
    11 March
    2013
    .




  6. ^


    a




    b




    c



    http://www.scielo.br/scielo.php?script=sci_arttext&pid=S1679-62252011000400024

  7. ^


    “Off-shore fish farming term”. Diarsipkan dari varian asli tanggal 2016-02-04. Diakses tanggal
    2014-02-03
    .





  8. ^

    http://www.fao.org/docrep/field/003/AC229E/AC229E07.htm

  9. ^


    “Piagam arsip”. Diarsipkan dari versi ceria tanggal 2017-03-09. Diakses sungkap
    2014-02-04
    .





  10. ^


    Fuss Over Farming Fish”, Alaska Science Forum, June 27, 1990″. Diarsipkan dari varian kudus tanggal 2012-04-19. Diakses tanggal
    2014-02-04
    .





  11. ^

    Journal of Fish Biology 68 (2): 332-372 February 2006

  12. ^

    Naylor RL, RJ Goldburg, H Mooney, et al (1998) “Nature’s Subsidies to Shrimp and Salem Farming”
    Science,
    282
    (5390): 883–884. DOI:10.1126/science.282.5390.883

  13. ^

    Salmon Farming Tactics Produce Unhealthy Fish

  14. ^

    Lymbery, P. CIWF Trust report, “In Too Deep – The Welfare of Intensively Farmed Fish” (2002)

  15. ^


    Barrionuevo, Alexei (July 26, 2009). “Chile’s Antibiotics Use on Salmon Farms Dwarfs That of a Top Rival’s”.
    The New York Times
    . Diakses tanggal
    2009-08-28
    .





  16. ^

    Facts About Antibiotic Resistance

  17. ^


    “UNH Aquaculture website”. Diarsipkan berusul varian safi copot 2009-08-10. Diakses tanggal
    2014-02-04
    .




Alamat wacana terkait

[sunting
|
sunting sumber]


  • Freshwater Aquaculture: A Handbook for Small Scale Fish Culture in North America.



  • Benson, Tess. “Advancing Aquaculture: Fish Welfare at Slaughter”
    (PDF). Diarsipkan
    (PDF)
    dari versi asli tanggal 2006-05-06. Diakses tanggal
    2011-06-12
    .



  • Yue, Stephanie. “An HSUS Report: The Welfare of Farmed Fish at Slaughter”
    (PDF). Humane Society of the United States. Diakses tanggal
    2011-06-12
    .



  • “Opinion of the Scientific Panel on Animal Health and Welfare on a request from the Commission related to welfare aspects of the main systems of stunning and killing the main commercial species of animals”
    (PDF).
    The EFSA Journal. 2004. Diakses sungkap
    2011-06-12
    .





    [
    pranala purnajabatan permanen
    ]

  • Håstein, Tepi langit (2004), “Animal welfare issues relating to aquaculture”,
    Proceedings of the Mondial Conference on Animal Welfare: an OIE Initiative
    (PDF), hlm. 219–31, diarsipkan bersumber varian murni
    (PDF)
    tanggal 2012-03-25, diakses copot
    2011-06-12




  • Jhingran VG (1987)
    Introduction to Aquaculture
    Nigerian Institute for Oceanography and Marine Research, FAO, Rome.
  • Swift DR (1993)
    Aquaculture Training Manual
    Edition 2, John Wiley & Sons. ISBN 978-0-85238-194-6.
Baca :   Tarian Yang Berasal Dari Sulawesi Utara

Pranala asing

[sunting
|
sunting sumber]

  • NOAA Aquaculture Website Diarsipkan 2011-10-15 di Wayback Machine.
  • FAO Fisheries Department and its SOFIA report Diarsipkan 2010-06-10 di Wayback Machine. on fisheries and aquaculture
  • Brown, Lester R (2001) Fish Farming May Soon Overtake Cattle Ranching As a Food Source Earth Policy Institute.
  • Watershed Watch Salem Society A British Columbia advocacy group for wild salmon
  • Wild Salmon in Trouble:
    The Link Between Farmed Salmon, Sea Lice and Wild Salmon
    – Watershed Watch Salem Society. Animated short video based on peer-reviewed scientific research, with subject background article
    Watching out for Wild Salmon.
  • Aquacultural Revolution:
    The scientific case for changing salmon farming
    – Watershed Watch Salmon Society. Short video documentary. Prominent scientists and First Nation representatives speak their minds about the salmon farming industry and the effects of sea lice infestations on wild salmon populations.
  • “The Case for Fish and Oyster Farming,” Diarsipkan 2009-05-12 di Wayback Machine. Carl Marziali, University of Southern California Trojan Family Magazine, May 17, 2009.
  • Norwegian fishfarming
  • Coastal Alliance for Aquaculture Reform Coalition of environmental groups, scientists and First Nations opposed to current salmon farming practices
  • German Specialist in Fancy Goldfish and Fishhealth, with Forum and large Picture-Gallery
    [
    pranala bebas tugas permanen
    ]

  • Fish farming facts from Greenpeace
  • Ethical concerns about the conditions on fish farms Diarsipkan 2005-01-12 di Wayback Machine.
  • Safety for Fish Farm Workers, from the U.S. National Agricultural Safety Database
  • The Pure Salem Campaign website Diarsipkan 2010-05-27 di Wayback Machine.
  • Tropical Fish Farming in Florida
  • Nature’s Subsidies to Shrimp and Salmon Farming
  • Fish Farming Business.com Diarsipkan 2013-07-22 di Wayback Machine. Start Up & Success Tips For Fish Farm Business Owners



Merupakan Tempat Untuk Memelihara Ikan Disebut

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Budi_daya_ikan

Check Also

Hukum Lenz Tentang Arah Arus Induksi

Hukum Lenz Tentang Arah Arus Induksi Hukum Lenz – Kembali lagi bersama dosenpintar.com, nah pada …