Pada Birama 4 4 Satu Ketukan Bernilai

Pada Birama 4 4 Satu Ketukan Bernilai

Apa itu birama? Saat bermain musik kita harus mengerti ketukan dan birama. Birama adalah kata yang umum bagi para pemusik, tapi tidak bagi orang-orang awam. Untuk lebih memahami mengenai birama, mari kita baca penjelasan di bawah ini.

Pengertian Birama

Birama adalah bagian dari garis melodi yang menunjukkan berapa banyak ketukan dalam satu bagiannya atau tanda yang membantu kita menentukan jumlah ketukan.

Segmen batang yang juga disebut sebagai garis batang dengan tepi vertikal, yang dapat dilihat dari jenis musik diatonis. Penggunaan garis bar jarang digunakan dalam musik pentatonik.

birama dan diatonis

Dalam tangga nada diatonis, ruas birama disebut skala diatonis yang dibatasi oleh sumbu waktu. Musik yang terdapat di bar tentu memiliki tekanan suara normal, yang biasanya disebut sebagai arsi (aksen). Aksen dikatakan sebagai bilah yang kuat, dan Arisis disebut bilah cahaya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, birama disebut dengan ayunan gerak kelompok yang ketukan pertama diulang dan secara teratur. Atau kelompok ketukan yang bersifat tetap, dimulai dengan ketukan kuat hingga ketukan kuat berikutnya.

Sedangkan meurut Wikipedia, birama adalah birama adalah bagian atau segmen dari suatu baris melodi yang menunjukkan berapa ketukan dalam bagian tersebut. Misalnya, birama 3/4 menunjukkan nada-nada pada setiap ruas birama seharga 3 ketukan yang setiap ketukannya senilai 1/4. Sebuah bar dibatasi oleh garis bar, dimana trek pendek memiliki 8 atau 16 bar dan trek standar memiliki 32 bar.

Baca :   Contoh Konsep Geografi Dalam Kehidupan Sehari Hari

Jadi bisa disimpulkan bahwa birama adalah diagram yang dibatasi oleh timeline atau spasi ketika timeline diatur (jarak antara timeline).


Baca Juga : Pengertian Aerophone

Macam-macam Birama

Di bawah ini adalah beberapa macam ketukan dalam satu birama, berikut contoh lagu yang menggunakan ketukan tersebut, diantara :

1. Birama 2/4

Birama ketukan 2/4

Birama 2/4 adalah birama yang terdiri dari dua ketukan. Tanda birama 2/4 memiliki 2 ketukan bernilai ¼ disetiap biramanya atau ada dua not 1/4 dalam setiap birama.

Beberapa lagu dari nusantara yang menggunakan 2/4 adalah Ampar-Ampar Pisang dan Manuk Dadali.

2. Birama 3/4

Birama ketukan 3/4

Birama 3/4 adalah birama yang terdiri dari tiga ketukan. Tanda birama 3/4 atau yang kadang disebut juga tempo waltz, memiliki 3 ketukan bernilai 1/4 dalam satu birama atau ada 3 not 1/4 dalam setiap birama.

Beberapa lagu dari nusantara yang menggunakan 3/4 adalah Burung Tantina, Burung Kakatua dan Lisoi.

3. Birama 4/4

Birama ketukan 4/4

Birama 4/4 adalah birama yang terdiri dari empat ketukan. Tanda Birama 4/4 artinya disetiap biramanya memiliki empat ketukan bernilai 1/4 atau ada empat not ¼ dalam setiap birama.

Beberapa lagu dari nusantara yang menggunakan 4/4 adalah Bungong Jeumpa, Butet, Injit-Injit Semut dan Si Jali-Jali.

4. Birama 6/8

Birama ketukan 6/8

Birama 6/8 adalah birama yang terdiri dari enam ketukan. Tanda birama 6/8 berarti setiap birama ada 6 ketukan dan setiap hitungan bernilai 1/8  atau ada 6 not 1/8 yang menjadi patokan tempo.

Beberapa lagu dari nusantara yang menggunakan ketukan 6/8 adalah Naik-Naik ke Puncak Gunung, Desaku yang Kucinta, dan Oh Amelia.


Baca Juga : Musik Orkestra

Fungsi Birama

Selain mengetahui definisi dari birama, kita juga perlu mempelajari tentang fungsi dari birama. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari birama, diantaranya :

Baca :   Jelaskan Fungsi Sosiologi Dalam Perencanaan Sosial

1. Fungsi Musikal

Birama berfungsi untuk membangun irama, dimana irama terbentuk dari unit berulang dari bar waktu. Atau membangun irama dari unit irama yang berulang dan terdiri dari suara berat (rendah) dan cahaya (tinggi). Warna suara berat biasanya ada pada ketukan pertama dan warna suara cahaya biasanya ada pada pada stroke berikutnya.

2. Fungsi Simbol

Birama menjadi media yang membantu hitungan ritme dasar dalam musik. Barama menjadi tanda jumlah nada dalam satu bar, dimana birama menjadi skala diatonis dengan plot yang dibatasi oleh garis waktu.

Penulisan birama ditulis dengan karakter dan pola untuk memotong angka, misalnya B. 3/4, 4/4, 2/4 dan 6/8. Angka di atas tanda “/” digunakan sebagai penunjuk jumlah ketukan, dan angka di bawahnya menunjukkan ketukan dalam nilai nada.

Birama juga mempunyai memiliki beberapa unsur seperti unsur waktu yang ditandai dengan nilai hitungan, unsur jalinan bunyi bertekanan berat dan ringan, dan unsur ruang kosong tanpa bunyi dihitung dalam waktu hitungan.


Baca Juga : Musik Ansambel

Tanda Birama

Tanda birama adalah 2 angka yang terletak di sebelah kanan clef, jumlah ketukan tiap bar dituju pada angka yang diatas, namun nilai not yang dihargai satu ketukan dituju pada angka yang bawah.

Penjelasannya sebagai berikut :

4/4 artinya ada 4 ketuk pada setiap bar, dan setiap not 1/4 dihitung satu ketuk.

1/4 dihitung satu ketuk dan 3/4 maksudnya memiliki 3 ketuk dalam tiap bar.

Not 1/4 dihitung satu ketuk dan 2/4 maksudnya memiliki 2 ketuk dalam tiap bar.

6/8 maksudnya memiliki 6 ketuk dalam tiap bar, dan not 1/8 dihitung satu ketuk.

Birama ketukan musik adalah

Tanda birama 4/4 ditunjukan pada gambar di atas (4 ketuk dengan not 1/4).

Baca :   Salah Satu Ciri Desa Swasembada Adalah

Tanda birama dibagi beberapa macam (angka yang ada di atas), antara lain

  • 2 ketuk, disebut Duple. Contohnya : 2/2, 2/4
  • 3 ketuk, disebut Triple. Contohnya : 3/2, 3/3, 3/4
  • 4 ketuk, disebur Quadruple. Contohnya : 4/2, 4/4

Gambar dibawah ini menunjukan grup not-nya dalam bar.

Tanda Birama Duple Triple dan Quadruple

Tanda birama lain yang juga sering muncul adalah 6/8. Perbedaannya adalah 3/4 artinya terdapat 3 ketuk dalam satu bar sedangkan tanda birama 6/8 berarti 6 ketuk dalam 1 bar.


Baca Juga : Musik Acapella

Satu ketukan pada not pun berbeda, pada birama dengan ketukan 3/4 menggunakan not 1/4 untuk setiap ketuknya sedangkan 6/8 menggunakan not 1/8 untuk 1 ketuknya. Gambarnya seperti yang ada di bawah ini.

ketukan 6/8 dan 3/4

Contoh di bawah ini tidak diperbolehkan, tanda birama adalah 6/8, dimana aksennya berada pada ketukan 1 dan 4. ketukan aksen 3/4 ada di ketukan pertama. Maksud dari ketukan aksen adalah bunyi ketukan yang spesial, misalnya : 3/4 = 3 ketuk dalam 1 bar (Dug Tak Tak Dug Tak Tak, dan seterusnya), 6/8 = 6 ketuk dalam 1 birama.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian birama, jenis birama dan fungsi birama. Semoga tulisan bermanfaat dan menambah wawasan kamu.

Pada Birama 4 4 Satu Ketukan Bernilai

Source: https://www.saturadar.com/2021/05/Pengertian-Birama.html

Check Also

Hukum Lenz Tentang Arah Arus Induksi

Hukum Lenz Tentang Arah Arus Induksi Hukum Lenz – Kembali lagi bersama dosenpintar.com, nah pada …