Penyelesaian Masalah Sebelum Konflik Terjadi Disebut Upaya

Penyelesaian Masalah Sebelum Konflik Terjadi Disebut Upaya

Konflik berubah setiap saat, melalui berbagai aktivitas, intensitas, ketegangan dan kekerasan yang berbeda. Tahap-tahap ini penting diketahui untuk membantu menganalisis berbagai dinamika dan kejadian yang berkaitan dengan masing-masing tahap konflik. Ada 5 Tahapan Konflik :

  • Pra-konflik. Ini merupakan periode di mana terdapat ketidaksesuaian sasaran antara dua pihak atau lebih, sehingga timbul konflik. Mungkin terdapat ketegangan hubungan di antara beberapa pihak dan/atau keinginan untuk menghindari kontak satu sama lain pada tahap ini.
  • Konfrontasi. Pada tahap ini, konflik menjadi semakin terbuka. Jika hanya satu pihak yang merasa ada masalah, mungkin para pendukungnya mulai melakukan aksi demonstrasi atau perilaku konfrontatif lainnya.
  • Krisis. Tahap ini merupakan puncak konflik, ketegangan dan/atau kekerasan terjadi paling hebat. Komunikasi normal di antara kedua pihak kemungkinan putus. Pernyataan umum cenderung menuduh atau menentang pihak lain.
  • Akibat. Suatu krisis akan menimbulkan akibat. Satu pihak ingin menaklukan pihak lain, satu pihak mungkin menyerah atau menyerah atas desakan pihak lain. Kedua pihak mungkin setuju bernegosiasi, dengan atau tanpa bantuan perantara. Apapun keadaaannya, tingkat ketegangan konfrontasi dan kekerasan pada tahap ini agak menurun, dengan kemungkinan adanya penyelesaian.
  • Pasca-konflik. Situasi diselesaikan dengan cara mengakhiri berbagai konfrontasi kekerasan, ketegangan berkurang dan hubungan mengarah normal di antara kedua pihak. Namun, jika isu-isu dan masalah-masalah yang timbul karena sasaran yang saling bertentangan tidak diatasi dengan baik tahap ini sering kembali menjadi situasi prakonflik.

Oleh: Regi Anjani dan Rio Pratama

Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia. Indonesia diapit oleh dua benua dan dua samudra, yaitu benua Asia-Australia dan Samuda Pasifik-Hindia. Secara astronomis, Indonesia terletak pada 95° BT- 141° BT dan 6°LU – 11°LS. Indonesia disebut dengan negara kepulauan dikarenakan telah membentuk lebih dari 17.000 pulau dan memiliki pulau utama yaitu Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Sumatra, dan Papua. Tak heran jika Indonesia terkenal dengan wilayah yang memiliki keberagaman suku, budaya, ras, agama, dan golongan.

Mengenal lebih dekat tentang keberagaman. Keberagaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat yang terdapat banyak perbedaan dalam berbagai bidang. Keberagaman berarti memahami bahwa setiap individu memiliki keunikan masing-masing dan mengakui perbedaan individu lainnya Dengan banyaknya kenaekaragaman tersebut, timbul lah beberapa konflik-konflik yang ditemukan di kehidupan masyarakat lokal. Secara garis besar, penyebab konflik terjadi dibagi menjadi tiga.

Pertama, perbedaan pendirian dan keyakinan. Pada konflik ini timbul lah bentrokan-bentrokan dan masing-masing pihak pun berusaha untuk membinasakan lawannya dengan bentuk memusnahkan hal-hal lawan yang tidak disetujui.

Kedua, perbedaan kebudayaan. Pola-pola kebudayaan yang berbeda menimbulkan pola prilaku yang berbeda sehingga mengakibatkan adanya sikap etnosentrisme, dimana suatu kelompok merasa kebudayaan kelompoknya paling baik dari yang lain.

Baca :   Reproduksi Seksual Pada Bakteri Terjadi Secara

Ketiga, perbedaan kepentingan. Setiap kelompok-kelompok akan bersaing dan berkonflik untuk memperebutkan kesempatan dan sarana. Sehingga secara tidak langsung dapat mengubah nilai-nilai yang ada di masyarakat dan memunculkan golongan yang memiliki pendirian berbeda.

Baca Juga: Konflik Etnis Tidak Seharusnya Diselesaikan dengan Kerusuhan

Sebagai sebuah negara yang besar, Indonesia sendiri pada dasarnya mempunya tiga kekuatan yang ampuh dalam mengatasi permasalahan perbedaan, yaitu meliputi Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa Indonesia, dan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa.

Dengan banyaknya keanekaragaman suku dan budaya, maka tidak mudah untuk menjaga masyarakat Indonesia untuk tidak menimbulkan konflik. Kenyataannya, sekarang masih banyak ditemukan konflik-konflik yang ditimbulkan oleh masyarakat. Maka dari itu muncul lah upaya-upaya untuk mengatasi konflik di dalam keberagaman Indonesia.  Adapun 3 upaya untuk mengatasi konflik dalam keberagaman Indonesia, yaitu:

Preventif

Upaya preventif merupakan upaya yang dapat mencegah masalah saat berlangsungnya atau sebelum terjadi masalah. Maka dari itu, hal ini dapat diaplikasikan melalui tenggang rasa, saling membantu, dan yang terpenting adalah rasa toleransi. Toleransi ini bisa diterapkan dalam semua aspek, dimulai dari toleransi antar suku, budaya, agama, ras, dan golongan. Dengan adanya toleransi ini menjadikan masyarakat agar lebih saling menghargai dan menghormati perbedaan antar sesama sehingga membangun rasa kepercayaan dan kesatuan.

Cara preventif juga biasanya dilakukan oleh seseorang melalui sosialisasi mengenai norma-norma yang ada, pendidikan masyarakat sekitar, penyuluhan masyarakat, serta memberikan nasihat serta konsekuensi agar tidak terjadinya penyimpangan sosial.

Represif

Represif merupakan penyelesaian masalah yang dilakukan setelah masalah terjadi.  Represif dapat dibagi menjadi dua, yaitu dengan cara persuasif dan koersif. Cara persuasif biasanya dilakukan dengan cara membujuk atau mengarahkan individu yang telah melakukan penyimpangan agar kembali mematuhi nilai dan kaidah norma yang berlaku. Umumnya hal ini dilakukan dengan cara memberikan sosialisasi, pendampingan dan pengarahan kepada individu yang sebelumnya melakukan pelanggaran. Cara kedua, yaitu koersif. Cara koersif umumnya bersifat keras dan tegas. Biasanya cara koersif ini dilakukan dengan cara kekerasan dan memberikan arti sanksi yang tegas bagi individu yang melakukan penyimpangan tersebut.

Kuratif

Upaya kuratif merupakan tindak lanjut dalam masalah yang sedang berlangsung. Hal ini bertujuan untuk menanggulangi dan mengatasi dampak yang disebabkan oleh masalah tersebut dan juga membuat kondisi masyarakat dapat kembali seperti semula. Contoh tindakan kuratif adalah melakukan pengawasan dan dialog kepada orang-orang yang terlibat konflik dan memfasilitasi masyarakat yang ingin memperbaiki hubungan dengan masyarakat lain. Sehingga semua masyarakat yang terlibat konflik dapat rukun kembali.

Baca :   Perbedaan Ac Dan Dc Dan Contohnya

Dapat kita simpulkan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar sehingga memiliki penduduk yang sangat banyak dan menempati di wilayah yang berbeda-beda secara berkelompok. Maka dari itu wajar saja jika masih ada ditemukan konflik-konflik yang ditimbulkan oleh masyarakat akibat adanya perbedaan dikarenakan setiap wilayah Indonesia pasti memiliki ciri khas suku dan budaya mereka masing-masing. Walaupun kita sendiri masyarakat Indonesia masih belum bisa mengatasi 100% untuk mencegah agar konflik tidak terjadi kembali, setidaknya kita tahu bagaimana upaya menyelesaikan konflik dalam keberagaman Indonesia.

Tujuan upaya-upaya tersebut adalah yang pasti untuk menciptakan ketentraman serta keserasian dalam hidup berdampingan di lingkungan masyarakat, dengan adanya kesadaran dalam diri setiap individu masyarakat, resiko-resiko penyimpangan akan diminimalisir dengan begitu akan menciptakan ketentraman di sebuah lingkungan, dan juga membuat masyarakat memahami serta menanamkan dalam dirinya mengenai nilai dan norma yang ada baik secara kesadaran diri sendiri maupun paksaan atau dorongan dari berbagai faktor.

Kolaborasi Penulis: Regi Anjani dan Rio Pratama

Pencegahan konflik dilakukan melalui empat cara. Ada empat pencegahan konflik, yaitu mulai dari memelihara dalam kondisi masyarakat. Membangun sistem pencegahan juga merupakan langkah untuk pencegahan konflik.

Konflik sosial adalah perseteruan dan atau benturan fisik dengan kekerasan antara dua kelompok masyarakat atau lebih yang berlangsung dalam waktu tertentu dan berdampak luas yang mengakibatkan ketidakamanan dan disintegrasi sosial sehingga mengganggu stabilitas nasional dan menghambat pembangunan nasional.

Sedangkan penanganan konflik adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana dalam situasi dan peristiwa baik sebelum pada saat, maupun sesudah terjadi konflik yang mencakup pencegahan konflik, penghentian konflik, dan pemulihan pascakonflik.

Sementara itu, pencegahan konflik adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya Konflik dengan peningkatan kapasitas kelembagaan dan sistem peringatan dini. Dan penghentian konflik adalah serangkaian kegiatan untuk mengakhiri kekerasan, menyelamatkan korban, membatasi perluasan dan eskalasi konflik, serta mencegah bertambahnya jumlah korban dan kerugian harta benda.

Baca Juga:

Jadi, pemulihan pascakonflik adalah serangkaian kegiatan untuk mengembalikan keadaan dan memperbaiki hubungan yang tidak harmonis dalam masyarakat akibat Konflik melalui kegiatan rekonsiliasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

Masalah sosial dapat menyebabkan konflik. Masalah sosial yang satu ini tidak mudah menanganinya karena menyangkut soal keyakinan, sehingga butuh penanganan secara berkesinambungan dengan pendekatan-pendekatan yang bijak.

Contoh lain masalah sosial yang ditimbulkan oleh faktor ini adalah:
a. Gerakan separatis, gerakan separatis non pemerintah.

b. Keyakinan yang tidak benar adanya, misalnya percaya pada mitos-mitos tertentu.

Jadi, berdasarkan UU No. 7 Tahun 2012 Tentang Penanganan Konflik Sosial pada Pasal 6 dijelaskan bahwa pencegahan Konflik dilakukan dengan upaya:

a.memelihara kondisi damai dalam masyarakat;

Baca :   Contoh Soal Sifat Sifat Notasi Sigma

b.mengembangkan sistem penyelesaian perselisihan secara damai;

c.meredam potensi konflik; dan

d.membangun sistem peringatan dini.

Perilaku yang Sesuai Terhadap Keberagaman Budaya di Indonesia

Keberagaman budaya di Indonesia adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan kebudayaan nasional. Keberagaman adat kebudayaan yang ada, bisa menjadi kekuatan dan kekayaan bangsa Indonesia jika kita memiliki sikap toleransi dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Keragaman budaya di Indonesia ada karena faktor geografis sebagai negara kepuluan. Keragaman terjadi juga karena letak Indonesia di jalur pelayaran perdagangan dunia, sehingga interaksi dengan budaya bangsa lain menjad erat.

Indonesia terdiri dari kurang lebih 656 suku bangsa dengan bahasa lokal 300 macam. Keanekaragaman tersebut merupakan kekayaan milik Bangsa Indonesia yang harus kita jaga dan lestarikan sehingga mampu memberikan warna ketentraman dan kedamaian bagi rakyat Indonesia.

Keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakaan kekayaan yang sangat berharga.. Dengan keberagaman untuk mempersatukan perbedaan suku, adat istiadat, ras, dan agama bukan untuk perpecahan.

Adanya keinginan bangsa Indonesia untuk tetap bersatu mempertahankan kebhinekaan merupakan tanggung jawab kita bersama dimana dibutuhkan kerjasama antara pemerintah dan warga masyarakat.

Didalam keberagaman kita juga harus dapat bersikap toleran, menghargai setiap perbedaan yang ada. Kekayaan budaya yang kita miliki ini merupakan anugerah Tuhan yang Maha Esa yang harus senantiasa kita syukuri, kita jaga, dan kembangkan untuk kesejahteraan bersama. keberagaman budaya masyarakat.

Toleransi perlu ditengah masyarakat yang berbeda-beda. Perbedaan adalah keniscayaan dalam masyarakat. Sebagaimana mestinya seorang saudara, maka tidak boleh untuk saling menjatuhkan karena dia atau mereka berbeda. Terutama, untuk membuat keberagaman di Indonesia tetap berjalan.

Di negara yang lainnya, tentu tidak memiliki keberagaman yang begitu banyak. Memang, tugas masyarakat Indonesia saat ini cukup berat. Karena, harus menjaga keberagaman ini agar tetap lestari.

Menerima perbedaan antara suku, agama dan kebudayaan dapat dimulai dengan lingkungan sekitar terlebih dahulu. Buat lingkungan masyarakat yang nyaman, tentram dan aman. Kemudian, sampaikan kepada saudara yang lainnya bahwa hal ini penting untuk dilakukan.

Lalu, bagaimana perilaku yang sesuai terhadap keberagaman budaya di Indonesia? Sebagai generasi muda, perlu untuk menumbuhkan toleransi dan rasa cinta kepada budaya Indonesia dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti: pawai budaya, festival budaya, dan sebagainya.

Untuk melestarikan budaya daerah serta untuk mendukung persatuan dan kesatuan antara lain:

Ikut berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian budaya, misalnya: mengikuti kompetisi kebudayaan, lomba tari tradisional atau teater, mementaskan budaya tradisional pada acara atau kegiatan tertentu: perayaan HUT Kemerdekaan RI, mengadakan pementasan ketoprak yang berbau perjuangan, mengadakan event-event yang bertujuan untuk mengembangkan bakat bertema melestarikan budaya Indonesia.

Penyelesaian Masalah Sebelum Konflik Terjadi Disebut Upaya

Source: https://ujiansekolah.org/upaya-pencegahan-sebelum-konflik-terjadi-dikenal-dengan-cara/

Check Also

Contoh Soal Fungsi Produksi Dan Jawaban

Contoh Soal Fungsi Produksi Dan Jawaban Fungsi Produksi – Pada perjumpaan kali ini dimana akan …