Perbedaan Senyawa Organik Dan Senyawa Anorganik

Perbedaan Senyawa Organik Dan Senyawa Anorganik

Apa Perbedaan Senyawa Organik dan Anorganik ? –
Dalam kehidupan sehari-hari Anda pasti sudah tidak asing dengan istilah-istilah kimia, salah satunya adalah istilah senyawa. Ya, senyawa adalah zat kimia murni yang tersusun oleh lebih dari dua unsur, yang nantinya masih bisa dipecah menjadi beberapa unsur pembentuknya melalui proses reaksi kimia. Jadi sebenarnya kuncinya disini adalah senyawa terbentuk dari beberapa unsur, dan senyawa memiliki karakteristik sifat-sifat tertentu, dimana sifat tersebut berbeda dengan sifat awal unsur-unsur pembentuknya.

Di dalam tata nama senyawa kimia, senyawa kemudian masih dibagi lagi ke dalam dua jenis yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik. Apa itu senyawa organik dan anorganik, dan apa saja perbedaan utama kedua jenis senyawa tersebut? Yuk, disimak penjelasannya.

Pengertian Senyawa Organik dan Anorganik

Definisi Senyawa Organik
: Senyawa organik adalah senyawa molekuler dimana molekul utamanya mengandung karbon (kecuali karbonat dan karbida). Contoh senyawa organik yang paling mudah kita kenal diantaranya adalah:

  • Monosakarida, disakarida, polisakarida (karbohidrat dalam bentuk gula)
  • Asam amino (Protein)
  • Gliseril tristearat (lemak)
  • CH₄ (Metana)
  • C₂H₅OH (Etanol)

Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat pada pembahasan: contoh senyawa organik.

Definisi Senyawa Anorganik
:

Senyawa anorganik adalah senyawa yang tidak mempunyai ikatan karbon – hidrogen (C – H) atau dengan kata lain semua senyawa diluar senyawa organik. Kebanyakan senyawa anorganik dihasilkan oleh proses alam contohnya seperti air dan mineral. Silahkan lihat pembahasan lengkapnya disini mengenai contoh senyawa anorganik. Lalu apa sih perbedaan senyawa organik dan anorganik ini? Berikut penjelasan lengkapnya.

Perbedaan Senyawa Organik dan Anorganik

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa senyawa dibagi ke dalam dua jenis berdasarkan asal pembentukannya. Yang pertama adalah senyawa organik yang terbentuk dari molekul utama mengandung karbon (biasanya ada dalam tubuh makhluk hidup).

Sedangkan senyawa anorganik adalah senyawa yang umumnya dihasilkan oleh reaksi antar komponen abiotik (benda mati) yang dibantu oleh proses alam. Lihat disini mengenai contoh komponen abiotik.

Perlu diketahui bahwa saat ini senyawa organik jumlahnya jauh lebih besar (banyak) dibandingkan dengan senyawa anorganik. Salah satu latar belakang dibedakannya senyawa menjadi organik dan anorganik adalah agar ada batasan jelas klasifikasi jenis senyawa, karena bukan hal yang tidak mungkin dikemudian hari akan muncul senyawa-senyawa baru lainnya. Untuk lebih mengetahui lebih lengkap tentang perbedaan kedua senyawa ini, berikut ini adalah penjelasan tentang perbedaan senyawa organik dan anorganik.

Baca :   Kebun Kakek Berbentuk Persegi Berukuran Panjang Sisinya 75 M

1. Asal Terbentuknya Senyawa Organik dan Anorganik

Perbedaan pertama yang membedakan antara senyawa organik dan anorganik adalah asal terbentuknya senyawa tersebut. Pada umumnya (walaupun tidak semuanya), senyawa organik terbentuk atau berasal dari reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup, misalnya pembentukan lemak, protein, karbohidrat dalam tubuh manusia dan hewan ataupun proses fotosintesis pada tumbuhan.

Sedangkan senyawa anorganik pada umumnya terbentuk dari alam atau bermula dari proses reaksi kimia antar komponen abiotik. Sebagai contoh air dan mineral, yang mana air adalah senyawa anorganik dengan rumus molekul H2O apabila di alam bereaksi dengan unsur ataupun senyawa lain maka bisa membentuk mineral.

2. Titik Didih dan Titik Senyawa Organik dan Anorganik

Selanjutnya, yang membedakan antara senyawa organik dan anorganik adalah titik didih dan titik lelehnya. Senyawa anorganik memiliki titik didih dan titik leleh yang relatif lebih tinggi dibandingkan senyawa organik.

3. Sifat Senyawa Organik dan Anorganik

Terakhir perbedaan antara senyawa organik dan anorganik adalah dari sifat kedua senyawa tersebut. Sifat senyawa organik yaitu mudah larut dalam pelarut organik (selain air), akan tetapi tidak larut jika pelarutnya adalah air. Sedangkan sifat senyawa anorganik adalah kebalikannya yaitu umumnya tidak larut dalam pelarut organik, tetapi mudah larut dalam air. Selain itu dari aspek reaksi dengan oksigen, senyawa organik memiliki sifat yang cenderung mudah terbakar karena unsur pembentuknya yang kebanyakan berupa karbon. Sedangkan senyawa anorganik relatif tidak mudah terbakar karena hanya sedikit bahkan tidak mengandung unsur karbon. Jika hal diatas dirangkum, dapat terlihat bahwa sebenarnya point utama perbedaan antara kedua jenis senyawa ini berada pada perbedaan sifat-sifatnya. Untuk lebih memudahkan, perbedaan antara senyawa organik dan senyawa organik ini bisa dikelompokkan seperti dalam tabel berikut ini:

Karakteristik Senyawa Organik Karakteristik Senyawa Anorganik
Umumnya berasal dari reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup Umumnya berasal dari reaksi antar komponen abiotik yang dibantu oleh proses alam
Titik didih dan titik leleh senyawa organik adalah rendah Titik didih dan titik leleh senyawa anorganik adalah tinggi
Unsur utama senyawa organik adalah unsur karbon Tidak semua senyawa anorganik memiliki unsur karbon di dalamnya
Senyawa organik larut dalam pelarut organik Senyawa anorganik tidak larut dalam pelarut organik
Senyawa organik tidak larut dalam air Senyawa anorganik larut dalam air
Senyawa organik relatif lebih mudah terbakar Senyawa anorganik memiliki sifat yang tidak mudah terbakar
Jenis ikatan kimianya adalah ikatan kovalen Jenis ikatan kimianya adalah ikatan ionik
Tidak menghantarkan arus listrik Bisa menghantarkan arus listrik
Senyawa organik mudah menguap Senyawa anorganik sulit untuk untuk menguap

Nah, tabel diatas sudah sangat menjelaskan perbedaan senyawa organik dan senyawa anorganik. Dari sini juga dapat terlihat bahwa kenyataannya Bumi kita ini tersusun bukan hanya dari unsur saja, tetapi akan selalu dinamis membentuk senyawa yang terdiri atas beberapa unsur yang saling berikatan dan menghasilkan sifat yang berbeda dari unsur utamanya.

Baca :   Konsep Badan Usaha Dalam Perekonomian Indonesia

Semoga dengan penjelasan diatas Anda akan semakin memahami perbedaan antara senyawa organik dan anorganik, serta dapat menghubungkannya dengan dinamika proses alam yang ada di Bumi kita ini.

Pertanyaan yang terjawab oleh postingan ini adalah : perbedaan senyawa organik dan anorganik, sebutkan sifat senyawa organik, jelaskan karakteristik senyawa organik, tuliskan sifat senyawa anorganik, sebutkan ciri-ciri senyawa organik, jelaskan perbedaan senyawa organik dan anorganik, tuliskan perbedaan senyawa anorganik dan organik, senyawa organik jika dibandingkan dengan senyawa anorganik adalah bagaimana, sebutkan perbedaan senyawa organik dan anorganik, sifat-sifat senyawa organik adalah apa saja, jelaskan perbedaan senyawa organik dan senyawa anorganik, sifat senyawa anorganik, ciri senyawa anorganik.

Update:
Agustus 2022.

Pada awal perkembangan ilmu kimia sebagai suatu ilmu pengetahuan, berlaku klasifikasi senyawa organik dan senyawa anorganik berdasarkan asal – usul senyawa.

Semua senyawa yang berasal dari makhluk hidup digolongkan dalam senyawa organik, sedangkan yang berasal dari mineral digolongkan dalam senyawa anorganik.

Nah, senyawa organik dan senyawa anorganik ini mempunyai beberapa perbedaan lho! Apa aja perbedaannya?

Jadi, perbedaan senyawa organik dan anorganik ini meliputi asal, unsur-unsur yang terkandung, struktur, dan sifat pada kedua senyawa.

Ingin tahu lebih lengkap dan jelas? Makanya, yuk kita ulas bersama mengenai perbendaan senyawa organik dan anorganik dibawah ini.

Pengertian Senyawa Organik dan Anorganik

1. Senyawa Organik

Senyawa organik merupakan golongan besar senyawa kimia, dimana molekulnya mengandung karbon kecuali oksida karbon, karbonat, dan juga karbida.

Bahan senyawa organik ini dihasilkan melalui proses fotosintesis oleh tumbuhan berklorofil.

Jadi, penyusun utama dari bahan organik yaitu unsur karbon dalam bentuk senyawa polisacharida seperti pati, sellulosa, hemi-sellulosa, bahan pektin, dan juga lignin.

Selain itu, ada beberapa bahan organik tanah mengandung protein dan senyawa nitrogen lainnya.

Bahan organik secara umum, dibedakan atas bahan organik yang relatif sulit didekomposisi. Karena, disusun oleh senyawa siklik yang sulit diputus dan dirombak jadi senyawa yang lebih sederhana.

Contoh Senyawa Organik, yaitu:

  • Padatan: Batu bara, berlian, grafit, asam (asam asetat), gula, lemak, dan lain sebagainya.
  • Cairan: Piridina, benzena, asetilena, etanol, dan lain sebagainya.
  • Zat volatil: Naftalena.
  • Gas: Asetilena, metana, dan lainnya

2. Senyawa Anorganik

Senyawa Anorganik merupakan senyawa yang gak mempunyai atom karbon. Senyawa anorganik bisa dibentuk oleh unsur logam dan logam, non-logam dan logam, dan lain sebagainya.

Selain itu, senyawa anorganik diartikan sebagai senyawa pada alam (di tabel periodik) yang pada biasanya akan menyusun material atau benda yang gak hidup.

Ada 2 jenis senyawa anorganik, diantaranya yaitu:

Binner merupakan senyawa yang terdiri dari 2 unsur, yaitu unsur logam dan unsur non-logam.

Poliatimok merupakan senyawa yang mempunyai lebih dari 3 jenis unsur.

Contoh Senyawa Anorganik, yaitu:

  • Air [ H2O ]
  • Garam [ NaCl ]
  • Asam Sulfat [ H2SO4 ]
  • Kalsium Karbonat [ CaCO3 ]
  • Natrium Hidroksida [ NaOH ]
  • Silika [ SiO4 ]
  • Natrium Hipoklorit [ NaClO ]
  • Silikon Dioksida [ SiO2 ]
  • Magnesium Hidroksida [ Mg(OH)2 ]
  • Boraks [ Na2B4O7.10H2O ].
Baca :   Materi Kelas 2 Semester 2 Matematika

1. Berdasarkan Asalnya

Pada senyawa organik, kebanyakan berasal dari makhluk hidup dan beberapa dari hasil sintesis.

Sedangkan,

Pada senyawa anorganik, kebanyakan berasal dari sumber daya alam mineral (bukan berasal dari makhluk hidup).

2. Berdasarkan Strukturnya

Pada senyawa organik, strukturnya ini lebih rumit daripada senyawa anorganik.

Sedangkan, kalo

Senyawa anorganik, strukturnya ini lebih sederhana dan gak rumit seperti senyawa organik.

3. Berdasarkan Unsur Karbonnya

Semua senyawa organik ini mengandung atau mempunyai unsur karbon didalamnya.

Sedangkan, berbeda dengan senyawa anorganik

Gak semua senyawa anorganik ini mengandung atau mempunyai unsur karbon didalamnya.

4. Berdasarkan Unsur Atom Logamnya

Unsur atom logam pada senyawa organik ini ada. Sedangkan, unsur atom logam pada senyawa anorganik ini gak ada.

5. Berdasarkan Terbakarnya

Pada senyawa organik ini, lebih mudah sekali terbakar.

Sedangkan, kalo

Pada senyawa anorganik ini, tidak mudah terbakar.

6. Berdasarkan Larutnya

Pada senyawa organik ini bisa larut cuma dalam pelarut organik.

Sedangkan,

Pada senyawa anorganik ini bisa larut dalam pelarut organik ataupun dalam pelarut air.

7. Berdasarkan Reaksinya

Pada senyawa organik ini reaksinya sangat lambat. Sedangkan, pada senyawa anorganik ini reaksinya sangat cepat.

8. Berdasarkan Sifatnya

Senyawa organik ini, pada umumnya bersifat non-elektrolit.

Sedangkan,

Senyawa anorganik ini, pada umumnya bersifat elektrolit (konduktor listrik dalam larutannya).

9. Berdasarkan Titik Didih dan Titik Lebur

Pada senyawa organik, titik didih dan titik leburnya sangat rendah.

Sedangkan,

Pada senyawa anorganik, titik didih dan titik leburnya sangat tinggi.

10. Berdasarkan Penyusunya

Perbedaan pada senyawa organik dan anorganik selanjutnya adalah berdasarkan penyusunnya.

Penyusun senyawa organik ini seperti C, H, O, N, S, P, F, CI, dan lain sebagainya.

Sedangkan,

Penyusun senyawa anorganik ini hampir semua unsur termasuk kedalam senyawa anorganik.

11. Berdasarkan Ikatan Kimia

Berdasarkan ikatan kimia, pada senyawa organik ini mempunyai ikatan kimia Covalent.

Sedangkan, kalo

Pada senyawa anorganik ini mempunyai ikatan kimia Ionik dan juga Covalent Polar.

12. Berdasarkan Isomernya

Berdasarkan isomernya, pada senyawa organik ini isomernya ada. Sedangkan, pada senyawa anorganik ini isomernya gak ada.

13. Berdasarkan Contohnya

Contoh senyawa organik ini meliputi protein, karbohidrat, lemak, asam lemak, asam format, vitamin, polimer, dan lain sebagainya.

Sedangkan,

Contoh senyawa anorganik ini meliputi garam, asam kakodilat, asam karbonat, kalsium kloridina, amoniak, dan lain sebagainya.

NOTE:

  1. Sifat non-elektrolit tadi, yang dimiliki senyawa organik artinya senyawa organik
    (tidak)
    mampu terionisasi, jadi gak bisa menghasilkan gelembung gas.

  2. Sedangkan, sifat elektrolit yang dimiliki senyawa anorganik artinya senyawa anorganik mampu terionisasi, jadi gak bisa menghasilkan gelembung gas.

Itulah tadi, ulasan lengkap mengenai perbedaan senyawa organik dan anorganik beserta pengertian dan contohnya masing – masing.

Semoga pembahasan diatas mudah dipahami dan bisa menambah wawasan serta pengetahuan kalian semua dalam belajar 😀

Beri konten ini 5 bintang dong

Perbedaan Senyawa Organik Dan Senyawa Anorganik

Source: https://apadimaksud.com/jelaskan-perbedaan-senyawa-organik-dan-senyawa-anorganik

Check Also

Contoh Soal Fungsi Produksi Dan Jawaban

Contoh Soal Fungsi Produksi Dan Jawaban Fungsi Produksi – Pada perjumpaan kali ini dimana akan …