Perbedaan Utama Antara Kelabang Chilopoda Dengan Kaki Seribu Diplopoda Yaitu

Perbedaan Utama Antara Kelabang Chilopoda Dengan Kaki Seribu Diplopoda Yaitu.

Kelabang/lipan (Centipedes) dan kaki seribu (Milipedes) tak termasuk keramaian serangga. Kedua hewan ini termasuk internal filum arthropoda dan subfilum myriapoda. Keduanya merupakan binatang terestrial atau aktif bersirkulasi di tanah atau daratan. Pada umumnya mereka aktif pada malam waktu dan ditemukan di daerah dengan kelembaban peledak nan tinggi. Belum ditemukan laporan terkait adanya penyakit yang dibawa oleh dabat ini dan dapat ditularkan ke manusia, tumbuhan, ataupun hewan enggak.

Difference-Between-Centipede-and-Millipede.jpg

Luing

Morfologi

Lintibang (kelas: Diplopoda) sesekali menjadi binatang pengganggu karena boleh destruktif konsentrat tumbuhan dengan gado akar,batang, dan sekali lagi daun. Mereka enggak menyebabkan kerusakan di dalam kondominium, sahaja kesanggupan mereka kerumahtanggaan jumlah banyak bisa menyebabkan ketidaknyamanan. Lintibang cak acap disebut kluwing makanya masyarakat lokal. Fauna ini terlihat seperti mana cacing, namun segmen tubuh membulat dan memiliki dua pasang suku puas tiap segmennya. Bentuk Pembesar bulat dengan antena singkat. Kaki sewu dapat bervariasi panjangnya tiba berusul 1 sebatas 2 dim bahkan lebih. Biasanya berwarna coklat muda sampai hitam. Suku seribu dapat memanjat dinding dengan mudah dan sering kali ditemukan masuk ke dalam flat melampaui celah yang ada pada pintu, ventilasi, ataupun kisi retakan plong flat.

download (1).jpg

Pertahanan Diri

Kaki seribu tidak memiliki venom, tetapi bilang jenis n kepunyaan kelenjar yang mampu menghasilkan cairan yang dapat menyebabkan iritasi. Larutan tersebut dikeluarkan melalui mekanisme benteng diri (Semprotan defensif) dan dapat menyebabkan reaksi alergi puas manusia. Cercaan defensif dari sejumlah kaki seribu mengandung asam klorida yang secara kimia dapat membakar selerang dan menyebabkan perubahan warna alat peraba internal paser strata. Cairan ini juga dapat berbahaya jika dihinggapi mata. Tidak disarankan untuk menyandang luing dengan tangan nol. Khalayak yang menjabat kaki sewu juga dapat merasakan bau yang tertuju puas tangan. Sesudah kontak dengan tungkai seribu, cuci tangan sampai bersih dengan sabun colek dan air sampai baunya hilang.

Baca :   Tahap Perkembangan Kota Menjadi Megapolis Ditandai Dengan

download (2).jpg

millipede-58f274db5f9b582c4d5a8309.jpg

Makanan dan Habitat

Sebagian raksasa kaki seribu termasuk kerumahtanggaan hewan pencahaya. Mereka gado residu bahan organik yang membusuk dan cegar dedaunan, sungguhpun suka-suka beberapa spesies memakan akar, bangkai, dan daun tanaman atma. Keberadaan kaki seribu andai hewan pengurai lalu berpengaruh terhadap pengutaraan tinja incaran organik dan berujung pada pelepasan zarah-unsur tersebut andai nitrogen dalam tanah (siklus zat makanan). Siklus nutrisi adalah salah suatu proses penting nan mengatur dinamika ekosistem. Umumnya, kaki seribu berkewajiban terhadap pengajuan 5-10% mulai sejak riam kecil daun tahunan. Kaki seribu menghabiskan sebagian samudra hidup mereka dengan habis di tanah. Mereka lebih menyukai wadah yang cenderung lembab dan sejuk.

Tambopata_1026_3791.jpg

640-518114466-omnivorous-millipede.jpg

Siklus Hidup

Luing dapat menghasilkan 20 hingga 300 granula telur dan meletakan telur-telurnya di petak. Telur-telur tersebut akan menetas privat beberapa pekan. Kaki seribu mulai dewasa hanya memiliki tiga pasang kaki dan tidak lebih dari tujuh segmen dalam tahap awal perkembangannya. Kuantitas segmen dan juga kaki akan terus bertambah bersamaan dengan proses molting (ganti jangat) sampai mereka mencapai kematangan genital (biasanya dalam dua sampai lima tahun tergantung puas spesiesnya). Suku seribu kadang bermigrasi dalam jumlah besar, terutama pasca- hujan lebat di akhir musim kemarau atau saat cahaya dingin.

millipedes-mating-P1220702c.jpg

KELABANG/LIPAN

Morfologi

Kelabang atau lipan (Papan bawah: Chilopoda) memiliki sepasang suku di setiap segmen tubuhnya. Semua varietas memiliki jasmani nan rata dengan pemimpin nan memiliki sepasang antena panjang. Hewan ini juga memiliki rahang yang mengandung kelenjar venom yang terdapat di segmen tubuh pertama tepat di pantat pemimpin. Kelabang memiliki ukuran tubuh nan bineka berangkat terbit 1 hingga 12 inci bahkan lebih pada detik dewasa. Kelabang memiliki warna bervariasi dari kuning muda, coklat gaek, dan kembali coklat kemerahan.

Baca :   Gelombang Transversal Dinamakan Berjarak Satu Gelombang Yaitu

download.jpg

Makanan dan Habitat

Sebagian besar tipe kelabang memakan basyar kecil seperti insek. Mereka mengait mangsanya dengan rahang yang langgeng dan kemudian membunuhnya dengan menyuntikkan racun. Kelabang alias lipan boleh ditemukan di beragam habitat, tetapi hewan ini lebih menaksir tempat nan gelap, lembab, area terlindung seperti di dasar batu, tiang busuk, cegar dedaunan, dan alat peraba kayu. Kelabang rumah yaitu hewan yang aktif di malam waktu (nokturnal), dan mereka tercatat binatang predator. Mereka memangsa hewan atau serangga kecil seperti kecoa.

images (1).jpg

maxresdefault.jpg

Baluwarti Diri

Selain sebagai alat untuk menangkap mangsa, rahang beracun juga digunakan oleh kelabang bagaikan alat untuk pertahanan diri bersumber pemangsa. Sebagian osean surat berharga gigitan kelabang pada manusia tidak berbahaya dan dapat sembuh seorang. Efek venom gigitan kelabang pada manusia lega umumnya sahaja menghasilkan reaksi moderat yang mirip dengan bilyet sengatan tawon. Namun efek yang fatal dapat terjadi sreg cucu adam nan memiliki riwayat alergi terhadap venom yang dimiliki serangga. Pelecok satu cara yang dapat dilakukan jika tertular gigitan kelabang diantaranya mencuci tempat gigitan dengan sabun bubuk dan air, mengompres dengan es atau menggunakan balutan basah yang adem, dan menggunakan obat analgesik bakal menghilangkan rasa remai.

images (2).jpg

Siklus Kehidupan

Proses reproduksi dari kelabang sangat ditentukan oleh kondisi lingkungan. Perkembangan dari kelabang termasuk lambat, lebih lagi sreg bilang spesies dapat melalui sebanyak 10 fase instar. Kelabang nisbi berusia hierarki; beberapa macam mutakadim diketahui dapat hidup setakat heksa- tahun.

PENGENDALIAN

Langkah pertama dan paling berguna dalam menuntaskan tungkai seribu dan kelabang adalah dengan meredakan tempat persembunyiannya terutama yang ki berjebah di luar rumah. Hilangkan tumpukan sampah, provokasi, papan, tumpukan daun, kompos dan bahan serupa dari sekitar kondominium. Kedua, Pastikan ki dan sirkulasi udara bisa tertutup secara menempel tanpa terserah celah yang memungkinkan mereka masuk ke dalam rumah. Sekiranya kaki seribu alias kelabang ditemukan privat jumlah besar, eksploitasi pestisida di sekitar bangunan dan sekitar pintu dan ventilasi dapat dilakukan. Aplikasi pestisida secara berkala diperlukan bagi pengendalian selama hari migrasi suku seribu.

Baca :   Guna Menahan Pukulan Lawan Maka Gerakan Yang Harus Dilakukan Adalah

SUMBER:

Smith AM, Van Aarde RJ. 2001.The influence of millipedes on selected soil elements: a microcosm study on three species occurring on coastal sand dunes. Functional Ecology 15:51-59.

Sridhar KR, Ashwini KM. 2016.Diversity, Restoration, and Conservation of Millipedes. Biodiversity in India 5:1-38.

Sparks B, Gray EW. 2015. Millipedes & Centipedes. The University Of Georgia Bulletin 1088.

Kelabang vs Kaki seribu Cover.png

Download .pdf

Perbedaan Utama Antara Kelabang Chilopoda Dengan Kaki Seribu Diplopoda Yaitu

Source: https://www.aag.co.id/blog/post/kaki-seribu-vs-kelabang

Check Also

Kemukakan Manfaat Sig Dalam Keselamatan Masyarakat

Kemukakan Manfaat Sig Dalam Keselamatan Masyarakat. Mas Pur Follow Seorang freelance nan suka membagikan pengetahuan, …