Reaksi Dibawah Ini Yang Termasuk Reaksi Redoks Adalah

Reaksi Dibawah Ini Yang Termasuk Reaksi Redoks Adalah

Dalam bidang farmasi, industri, biologi, pertanian dan metalurgi, reaksi yang sering digunakan adalah

reaksi redoks
. Tahukah kamu bahwa

reaksi redoks
 adalah rangkaian reaksi reduksi – oksidasi yang pasti terjadi secara bersamaan?

Dalam kesempatan kali ini, Burhan akan menjelaskan kepada kamu mengenai

reaksi redoks
 mulai dari pengertian, teori penyetaraan, hubungan redoks dengan elektrokimia hingga aplikasinya.



Pengertian Reaksi redoks



Reaksi redoks
 merupakan jenis dari reaksi kimia yang menyebabkan perubahan bilangan oksidasi baik dalam suatu molekul ataupun unsur juga menyebabkan terjadinya perubahan (dapat berupa penambahan maupun pengurangan) senyawa oksigen di dalam suatu molekul.

Di dalam

reaksi redoks
, ada dua jenis reaksi yang bersamaan yaitu reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. Reaksi reduksi sendiri merupakan reaksi yang menyebabkan penurunan bilangan oksidasi dari sebuah ion, atom, atau molekul yang dapat disebabkan baik karena penangkapan elektron dan atau pelepasan oksigen. Spesi yang mengalami reduksi disebut juga sebagai oksidator karena menyebabkan oksidasi pada pasangan senyawanya.

Sedangkan reaksi oksidasi adalah reaksi yang terjadi sehingga kemudian menyebabkan meningkatnya bilangan oksidasi dari suatu ion, atom karena pelepasan elektron dan atau penambahan oksigen. Spesi yang mengalami oksidasi disebut juga sebagai reduktor karena menyebabkan reduksi pada pasangan senyawanya.



Teori Penyetaraan Reaksi redoks


Untuk dapat melaksanakan penyetaraan dalam

reaksi redoks
, ada di acara yang dapat kamu lakukan, di antaranya adalah:

  1. Menggunakan metode perubahan biloks

Ada beberapa Langkah yang harus kamu lakukan yaitu:

  • Menentukan bilangan oksidasi (biloks) yang dimiliki oleh spesi kemudian melakukan identifikasi terhadap ion atau atom yang mengalami perubahan pada biloks
  • Menulis atau mencatat jumlah elektron yang diterima pada oksidator dan juga jumlah elektron yang dilepas oleh reduktor
  • Menghitung koefisien reaksi pada senyawa reaktan menggunakan bilangan bulat paling kecil untuk menyetarakan jumlah elektron yang ditransfer selama terjadinya reduksi dan oksidasi kemudian menyetarakan koefisien reaktan dan koefisien produk
  • Melakukan penyetaraan atom O dengan air (H2O) kemudian melakukan penyetaraan atom H dengan ion H+pada

    reaksi redoks
     dengan suasana asam
  • Menambahkan ion OH
    (aq)baik pada sisi reaktan dan sisi produk sesuai dengan jumlah ion H+
    (aq)
    apabila suasana reaksi adalah basa.
  • Melakukan kombinasi antara ion H+
    (aq)
    dan ion OH
    (aq)
    sehingga akan membentuk senyawa H2O(l)kemudian menghilangkan jumlah senyawa H2O(l) yang sama pada kedua sisi
  1. Menggunakan metode setengah reaksi
  • Mengidentifikasi persamaan reaksi menjadi dua jenis setengah-reaksi yaitu reduksi dan oksidasi
  • Melakukan penyetaraan pada atom selain O dan H di dalam kedua setengah-reaksi tersebut
  • Melakukan penyetaraan antara atom O dengan senyawa H2O(l)kemudian melakukan penyetaraan antara atom H dengan ion H+
    (aq)
  • Menyetarakan muatan pada kedua setengah-reaksi menggunakan elektron (e)
  • Mengalikan koefisien milik kedua setengah-reaksi dengan bilangan bulat tertentu agar kemudian nilai emenjadi sama pada kedua setengah-reaksi
  • Menggabungkan kedua setengah-reaksi tersebut kembali menjadi satu reaksi dan menghilangkan spesi dan senyawa yang sama pada sisi kanan dan kiri reaksi
  • Menambahkan ion OH
    (aq)baik pada senyawa reaktan dan senyawa produk sesuai jumlahnya dengan ion H+
    (aq)
    untuk suasana basa
  • Melakukan kombinasi antara ion H+
    (aq)
    dan ion OH
    (aq)
    sehingga akan membentuk senyawa H2O(l)kemudian menghilangkan jumlah senyawa H2O(l) yang sama pada kedua sisi
Baca :   Yang Tidak Termasuk Bentuk Interaksi Antar Ruang Adalah



Pengertian Sel Elektrokimia


Dalam

reaksi redoks
 proses transfer elektron melalui kontak langsung antar partikel atom, ion maupun molekul yang melakukan serah terima elektron. Karena transfer elektron dilakukan melalui sirkuit luar yang kemudian dibaca sebagai gejala listrik, muncul disiplin ilmu elektrokimia yang mempelajarinya.

Sel elektrokimia adalah sebuah tempat atau sel dimana aliran elektron terjadi. Aliran elektron dapat terjadi karena adanya perubahan energi listrik menjadi energi kimia atau energi kimia menjadi energi listrik. Sel elektrokimia ini dibagi menjadi dua jenis yaitu sel galvanik yang mempunyai nama lain sel volta dan sel elektrolisis.



Persamaan Dan Perbedaan Sel Volta Dan Sel Elektrolisis


Sel volta adalah sebuah sel yang menggunakan reaksi spontan untuk dapat menghasilkan energi listrik, dimana selisih dari energi reaktan yang tinggi dengan energi produk yang rendah kemudian diubah menjadi energi listrik. Sedangkan sel elektrolisis merupakan sel yang menggunakan energi listrik menjadi energi kimia.

Persamaan yang dimiliki oleh sel volta dan sel elektrolisis adalah:

  1. Menggunakan

    reaksi redoks
  2. Terjadi oksidasi di anoda
  3. Terjadi reduksi di katoda
  4. Elektron akan mengalir (berpindah) dari anoda ke arah katoda
  5. Potensial reduksi sel dapat dihitung dengan mengurangkan potensial reduksi spesi yang mengalami reduksi dengan potensial reduksi spesi yang mengalami oksidasi.

Adapun perbedaan yang memisahkan sel volta (sel galvanik) dengan sel elektrolisis adalah:

  1. Anoda yang ada pada sel volta (sel galvanik) memiliki muatan negatif karena anoda pada sel volta merupakan sumber elektron sedangkan katodanya memiliki muatan positif
  2. Anoda pada sel elektrolisis memiliki muatan positif karena menarik ion negatif (anion) yang terdapat di dalam larutan sedangkan katodanya bermuatan negatif
  3. Pada sel volta,

    reaksi redoks
    yang terlibat adalah reaksi spontan sedangkan

    reaksi redoks
     pada sel elektrolisis merupakan reaksi nonspontan.
  4. Pada sel volta, potensial reduksi sel bernilai positif (Eored>Eooks) sedangkan pada elektrolisis potensial reduksi sel bernilai negatif (Eooks>Eored)
Baca :   Bagian Jamur Yang Dapat Dimakan Ialah



Hubungan Redoks Dan Elektrokimia


Seperti yang sudah Burhan jelaskan sebelumnya, elektrokimia adalah sebuah ilmu yang mempelajari hubungan antara reaksi kimia dengan listrik. Sel volta dan sel elektrolisis merupakan wujud nyata dari hubungan yang dimiliki oleh

reaksi redoks
 dengan elektrokimia.

Proses yang terjadi dalam elektrokimia merupakan konversi energi yang dihasilkan oleh

reaksi redoks
 menjadi energi listrik atau juga sebaliknya, dimana energi listrik akan digunakan untuk dapat mendorong terjadinya suatu reaksi yang bersifat nonspontan.



Aplikasi Redoks


Teori redoks banyak digunakan di dalam kehidupan dan berbagai bidang, di antaranya adalah:

  1. Industri pengolahan dan pelapisan logam

Umumnya bijih logam ditemukan sebagai senyawa sulfida, oksida, dan juga senyawa karbonat. Bijih karbonat dan sulfida akan terlebih dahulu diubah menjadi bijih oksida dengan proses pemanggangan. Bijih oksida itu yang kemudian direduksi menjadi logam.

Setelah diproduksi, logam kemudian harus dilapisi dengan menggunakan unsur lain untuk dapat meningkatkan kualitasnya. Biasanya, senyawa yang digunakan sebagai pelapis adalah senyawa krom dan besi  sehingga dapat terjaga dari karat.

  1. Pengolahan air limbah

Sebelum air dari industri dibuang ke lingkungan, agar tidak memberikan dampak yang negatif terhadap lingkungan air limbah tersebut harus melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Pengolahan air limbah ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan

reaksi redoks
.

  1. Industri aki dan baterai

Sumber listrik searah yaitu aki dan baterai menggunakan

reaksi redoks
 pada aplikasinya, dimana reaksi yang terjadi pada baterai adalah:

Zn(s) + 2 MnO2(s) + 2 NH4+
(aq) → Zn2+
(aq)
+ Mn2O3(s) + 2NH3(aq + H2O(l)

sedangkan reaksi yang terjadi pada aki adalah:

Pb(s) + 2 PbO2(s) + 4 H4+
(aq)
+ 2 SO4
2-
(aq)
 → 2PbSO4(s)
+ 2H2O(l)

Setelah membaca penjelasan Burhan mengenai

reaksi redoks
 juga elektrokimia dan hubungannya, apakah kamu mulai memahami konsep materi ini? Untuk dapat lebih memahami materi redoks juga melakukan penyetaraan reaksi, kamu harus banyak Latihan mengerjakan soal dan juga harus tetap rajin belajar. Sampai jumpa pada penjelasan Burhan mengenai materi yang lain!

Baca :   Dapatkan Nilai N Dari Persamaan Berikut Ini



Contoh Soal Reaksi Redoks


Saat sedang beristirahat dari masa ambis UTBK, Burhan bermain

mobile legend
dan menggunakan karakter Alucard. Setelah perang berakhir, ternyata pedang Alucard yang terbuat dari tembaga berkurang massanya sebanyak 6355 gram. Hal ini diduga karena tembaga teroksidasi menjadi Cu+oleh kation logam lain yang berada pada arena pertarungan. Beberapa lokasi yang dicurigai antara lain adalah rawa yang mengandung kation Ag+ dan sungai yang mengandung Ca2+. Apabila massa atom relatif dari Cu, Ag, Ca dalam satuan g/mol secara berturut – turut adalah 63,55; 108 dan 40, maka massa logam lain yang terbentuk dalam proses reduksi tembaga tersebut adalah … gram. (Diketahui potensial reduksi diurutkan dari yang paling kecil: Li<Na<Ca<Mg<Al<Cu<Hg<Ag<Pt<Au)

A. 2000

B. 4000

C. 10,8

D. 0,926

E. 10800

Jawaban: E

Reaksi redoks merupakan sebuah rangkaian reaksi dimana terjadi reduksi dan oksidasi secara bersamaan. Sel volta merupakan jenis sel elektrokimia yang diakibatkan oleh terjadinya reaksi redoks yang spontan. Dalam hal ini, kespontanan dapat terjadi akibat potensial reduksi dari spesi oksidator (yang mengalami reduksi) lebih tinggi dibandingkan spesi reduktor (yang mengalami oksidasi). Massa suatu senyawa dapat dihitung dengan mengkonversi nilai mol nya, massa dapat dihitung dengan mengalikan mol suatu spesi dengan massa atom/molekul relatifnya.

Opsi A salah karena menggunakan Ca sebagai produk akhir

Opsi B salah karena menggunakan Ca sebagai produk akhir dan kesalahan dalam penyetaraan

Opsi C salah karena kesalahan dalam mengubah satuan massa

Opsi D salah karena kesalahan dalam menggunakan persamaan mol

Opsi E benar karena berdasarkan teori di atas, maka Cu akan bereaksi dengan Ag+ mengingat potensial reduksi Ag lebih tinggi dibandingkan Cu. Reaksinya berjalan sebagai berikut:

Cu (s) + Ag+ (aq) ó Cu+ (aq) + Ag (s)

Maka untuk 1 mol Cu yang teroksidasi, akan terbentuk pula 1 mol Ag hasil reduksi.

Massa Ag = mol Ag. Mr Ag = 100. 108 = 10800 gram

Sehingga, jawaban yang paling tepat adalah E.

Lihat Artikel Lainnya!


[Total:
2
Average:
5]

Reaksi Dibawah Ini Yang Termasuk Reaksi Redoks Adalah

Source: https://blog.edukasystem.com/reaksi-redoks/

Check Also

Contoh Soal Fungsi Produksi Dan Jawaban

Contoh Soal Fungsi Produksi Dan Jawaban Fungsi Produksi – Pada perjumpaan kali ini dimana akan …