Strategi Dakwah Abu Bakar as Siddiq

Strategi Dakwah Abu Bakar as Siddiq.

Strategi dan Metode Dakwah Bubuk Bakar,

1. Metode Dakwah Bil-Verbal (Kuliah Abu Bakar ash-Shiddiq dalam Memperalat Metode Dakwah)

Abu Bakar ash-Shiddiq nan begitu konsisten, pecinta yang begitu mengasih, merindukan kehidupan yang baik kerjakan mana tahu pun. Hatinya cerdas yang weduk keinginan meluap kerjakan memberikan kebaikan kepada umat manusia, kebaikan yang mereka perlukan, bukan kekayaan yang ia miliki. Ketika memiliki harta dan wibawa, keduanya kamu infakkfan tanpa perhitungan. Lamun manusia bukan sekadar memerlukan harta saja, lagi lain memerlukan wibawa semata. Sebelum semua itu, mereka lebih memerlukan pentunjuk cahaya (Muhammad Khalid, 2013:36).

Kemudian saat Abuk Bakar dibai’at di Saqifah, keesokan harinya beliau duduk di podium sedang Umar berdiri di sampingnya memulai pembicaraan Abu Bakar bersabda.Umar mulai menitahkan penghormatan terhadap Almalik Swt sebagai pemilik segala apa pujian dan senjung.

Kemudian Umar mengomong,
“Wahai saudara-uri sederum, aku telah katakan kepada kalian kemarin perkataan yang tidak ku dapati dalam kitabullah, dan tidak pula kontak diberikan Rasulullah padaku. Aku berpikiran bahwa pastilah Rasulullah aku hidup dan terus mengatur urusan kita maksudnya bahwa Rasulullah akan wafat belakangan setelah para sahabat wafat dan sepantasnya Allah sudah lalu meninggalkan untuk kita kitabnya nan membimbing Rasulullah SAW, maka sekiranya kalian berpegang teguh dengannya, Almalik pasti akan membimbing kalian sebagai halnya Allah telah membimbing Nabinya. Dan selayaknya Allah sudah mengumpulkan seluruh urusan kita di bawah arahan hamba allah yang terbaik dari kalian. Anda adalah sahabat Rasulullah SAW dan yang orang yang kedua momen sira dan Rasulullah bersembunyi di dalam korok. Maka berdirilah kalian dan berikanlah bai’at kalian kepadanya. Maka orang- orang lekas membai’at Abu Bakar secara umum selepas sebelumnya dibai’at di Saqifah.

Sesudah dibai’at, Abu Bakar mulai berpidato dan setelah memuji Allah Pemilik apa pujian, beliau bercakap:
“Amma ba’du, hai sekalian cucu adam senyatanya aku mutakadim dipilih sebagai pimpinan atas kalian dan aku bukanlah yang terbaik, maka jika aku berbuat khasiat, bantulah aku, dan jika aku bertindak keliru, maka luruskanlah aku. Keterusterangan adalah amanah, sementara dusta adalah suatu desersi. Orang yang loyo di antara kalian sesungguhnya kuat di sisiku hingga aku dapat menandingi haknya kepadanya insya Allah. Sebaliknya siapa nan langgeng di antara kalian, maka dialah yang lemah di sisiku hingga aku akan mencuil darinya hoki milik basyar lain yang diambilnya. Tidaklah suatu kaum pergi jihad di jalan Halikuljabbar kecuali aku timpakan kepada mereka kehinaan, dan tidaklah satu kehinaan tersebar di paruh suatu kabilah kecuali azab Allah akan ditimpakan kepada seluruh kaum tersebut. Patuhilah aku selama aku mematuhi Tuhan dan Rasul-Nya.Tetapi jika aku bukan mematuhi keduanya, maka tiada bagasi tetap atas kalian terhadapku. Saat ini berdirilah kalian melaksanakan shalat, semoga Allah merahmati kalian.’’
(Al-Hafizh ibnu katsir, 2002: 58).

Baca :   Dari Satu Set Kartu Bridge Diambil Sebuah Kartu Secara Acak

2. Metode Dakwah Bit-Tadwin (Penumpukan al-Quran)

Penumpukan ayat-ayat al-Qur’an lega hari pemerintahan Debu Bakar yaitu strategi dakwah. Dalam perang Yamamah kerumahtanggaan misi menumpas utusan tuhan terlarang Musailamah Al-Kadzdzab, banyak sahabat penghafal Al-Quran yang gugur dalam peperangan tersebut. Kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan umat Islam akan habisnya para penghafal Al-Quran karena gugur di gelanggang peperangan. Oleh karena itu Umar bin Khathab mengusulkan kepada khalifah Abu Bakar lakukan mengumpulkan ayat-ayat al-Alquran nan tertulis di bermacam ragam ki alat seperti pelepah kurma, tulang onta, dan tidak-tak yang disimpan oleh para sahabat. Plong awalnya Abu Bakar sangkil berat melaksanakan tugas tersebut, karena belum pernah dilakasanakan pada masa Nabi Muhammad SAW. Hanya, karena alasan Umar bin Khabtab yang rasional, yaitu banyaknya sahabat penghafal al-Qur’an yang ranggas di daerah pertempuran dan dikhawatir akan lampau seluruhnya, akhirnya Tepung Bakar menyetujuinya. Bubuk Bakar menugaskan kepada Zaid polong Cerut, penulis wahyu pada masa Nabi Muhammad SAW, bakal mengamalkan tugas pengumpulan itu. (Rizem Aizid , 200-201).

Dari sekian prestasi nan ki terpaku pada masa kekhalifahan Serdak Bakar, maka jasa terbesar Serbuk Bakar yang dapat dinikmati makanya peradaban manusia saat ini adalah persuasi pengurukan al-Qur’an. Upaya pengumpulan al-Qur’an ini kelak melahirkan mushaf Usmani dan lebih lanjut menjadi teoretis dasar dalam penyaduran ayat-ayat suci al-Qur’an sebatas menjadi kitab al-Qur’an yang menjadi pedoman penting kehidupan umat Islam tambahan pula bagi seluruh umat nan suka-suka di meres manjapada ini. Oleh karena itu, kebijakan/metode dakwah melalui pengumpulan al-Quran yang dilakukan oleh khalifah Abu Bakar melahirkan strategi dakwah mentah yaitu dakwah melampaui karangan sebagaimana menerbitkan kitab-kitab, buku, majalah, surat publikasi, internet, dan tulisan-gubahan lain nan mengandung pesan dakwah. Pesan dakwah yang tersimpan dalam bentuk tulisan punya rentang perian nan
relative
tingkatan karena tak lekang oleh zaman dan dapat dinikmati oleh generasi-generasi berikutnya.

3. Metode Dakwah Bil-Yad (dengan Tangan)

Tangan secara tekstual diartikan sebagai tangan yang digunakan dalam menggunakan situasi kemungkaran. Kata tangan boleh diartikan sebagai manfaat kekuasaan. Metode ini efektif bila dilakukan oleh penguasa yang berjiwa dakwah. Khalifah Abu Bakar mengunakan kurnia dominasi sebagai kebijakan dakwah kepada orang-basyar yang membangkang.

Baca :   Berikut Yang Tidak Terkait Dengan Organisasi Indische Partij Adalah

Dakwah Memerangi Orang Ingkar Mengupah Zakat. Abu Bakar ash-Shiddiq mengadakan bersebelahan dengan para sahabat besar itu guna menunangi saran dalam memerangi mereka yang tak cak hendak menunaikan zakat. Umar bin Khattab dan beberapa orang sahabat berpendapat buat enggak memerangi umat nan berketentuan kepada Almalik dan Rasul-Nya, dan lebih baik menanyakan bantuan mereka kerumahtanggaan menghadapi tampin bersama. Kelihatannya sebagian besar nan hadir berpendapat demikian, sedang yang menghendaki jalan kekerasan hanya sebagian kecil. Tampaknya perdebatan mereka dalam peristiwa yang cukup sengit ini ganti antagonistis dan berkepanjangan. Abu Bakar ashShiddiq terpaksa menyertakan diri mendukung golongan minoritas itu. Betapa kerasnya ia membela pendiriannya itu, terbantah berpangkal kata-katanya ini:
“Demi Tuhan, hamba allah nan keberatan menunaikan zakat kepadaku, padahal dulu mereka kerjakan kepada Rasulullah SAW, akan ku bunuh”.

Bubuk Bakar kembali mengaskan tekadnya bagi memerangi cucu adam nan berat pinggul membayar zakat seraya bersuara: “Demi Allah aku akan memerangi barangkali pun yang memisahkan sholat dengan zakat. Zakat adalah harta dikatakan kecuali dengan alasan”
(Haekal, 2015:89).

Abuk Bakar juga menunggangi kekuatan kekuasaan kerjakan menumpas nabi haram, kabilah cak durhaka mulai sejak agama Islam, dan dakwah ke kewedanan Iraw dan Syria.

4. Metode Dakwah Bil-Hal (Kelembagaan)

Serbuk Bakar ash-Shiddiq ingin merealisasikan strategi dan kebijakan negara nan telah di gariskan dan menunjuk sejumlah sahabat sebagai para pendamping internal melaksanakan kejadian tersebut. Debu Bakar menunjuk Abu Ubaidah al-Jarah laksana bendara umat ini (menteri keuangan) yang diserahkan mandate cak bagi mengelola urusan-urusan Baitul Mal.

Sementara Umar polong al-Khatab memegang jabatan peradilan (Departemen atau Departeman Kehakiman) yang juga dijalankan langsung oleh Duli Bakar seorang. Padahal Zaid bin Tsabit menjadi sebagai sekretaris kadang kala tugas ini juga dilakukan oleh sahabat nan ada seperti Ali bin Abi Thalib atau Utsman polong Affan. Kaum muslimin memasrahkan julukan khalifah Rasulullah kepada Abu Bakar sebagai pengganti resminya. Para sahabat mematamatai perlunya membuat seyogiannya bagaimana Abu Bakar ashShiddiq boleh selengkapnya fokus menjalankan kekhalifahan tanpa dibebani urusan kebutuhan semangat (Ash Shallabi, 2013: 263).

Disamping Baitul Mal dan lembaga peradilan, khalifah Abu Bakar lagi membentuk lembaga Pertahanan dan Keamanan yang bertugas mengorganisasikan pasukanpasukan yang suka-suka untuk mempertahankan eksistensi religiositas dan rezim. Pasukan itu disebarkan bikin memelihara stabilitas di internal ataupun di asing kawasan. Di antara panglima yang ada merupakan Khalid bin Walid, Musanna polong Harisah, Amr bin Ash, dan Zaid kacang Sufyan.

Baca :   Tentukan Jarak Antara Titik a Dengan Titik B

Cak bagi memperlancar jalannya pemerintahan di bidang eksekutif Abu Bakar mendelegasikan tugas-tugas pemerintahan di Madinah maupun di negeri kepada sahabat enggak. Misalnya, untuk pemerintahan siasat anda menujuk Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, dan Zaid polong Tsabit perumpamaan sekretaris dan Abu Ubaidah sebagai kasir. Untuk daerah-kawasan dominasi Islam, dibentuklah wilayah-provinsi dan kerjakan setiap area ditujuk sendiri amir (Dedi, 2008:70).

5. Metode Usawatun-Hasanah (Keteladanan)

Kerumahtanggaan Bahasa Arab “keteladaan” diungkapkan dengan perkenalan awal uswah dan qudwah.
“Keteladanan”
adalah hal-situasi yang dapat ditiru atau dicontoh. Memberi teladan nan baik kepada umat Islam merupakan metode dakwah yang efektif. Abu Bakar menerapkan metode ini internal dakwah islamnya baik sebelum menjadi khalifah maupun pasca- menyandang bagaikan khalifah.

Selain benar dan santun, Abu Bakar ash-Shiddiq juga tersohor tawadhu dan cacat hati. Kamu seorang pekerja keras sejak dahulu. Bak pemanufaktur sukses sejak sebelum Islam datang. Hingga akhirnya, beliau hijrah bersama Nabi Muhammad SAW. dan menjauhi usahanya demi penolakan. Sepeninggal Nabi Muhammad SAW. dan Abu Bakar ash-Shiddiq diangkat menjadi khalifah, tidak tampak sedikit lagi bekas-eks anak adam kaya lega dirinya. Tidak dijumpa lega diri Abu Bakar rasa gengsi, ingin dihormati sebagai kepala, serta rasa kepingin didengar dan dipuji. Sepanjang berada di Madinah bersama Nabi Muhammad SAW. Serdak Bakar menerima jasa sebagai pemerah susu atau pemasak gandum untuk orang-hamba allah miskin dan janda yang lain mampu.

Inilah bentuk ketawadhu’an Abu Bakar ash- Shiddiq. Dia tawadu’ bukan semata-mata dalam kondisi miskin dan lemah, tetapi pula dalam keadaan berkedudukan tinggi. Abu Bakar lega mulanya adalah orang berkecukupan. Sira menafkahkan semua hartanya untuk perjuangan Nabi Muhammad SAW. dan Islam. Debu Bakar merasa bahagia menafkahkan hartanya itu sehingga lupa bahwa kamu sudah miskin. Ia juga masih melakukan tiang penghidupan-pekerjan khalayak kecil seperti remas susu, meskipun ia merupakan pemimpin umat Islam. Abu Bakar yang rendah hati tak karena ia tidak memiliki segala apa-apa, tetapi justru ia memiliki segalanya (Hidayatullah, 2014:122).

Demikianlah sahabat referensi madani ulasan tentang strategi dan metode dakwah Khalifah Abu Bakar. Sumber Modul 3 Urut-urutan Selam Masa Khulajaur Rasyidin, Pendidikan Profesi Guru intern Jabatan Kementerian Agama Republik Indonesia 2018.  Kunjungilah gelojohwww.bacaanmadani.com semoga bermanfaat. Aamiin.

Strategi Dakwah Abu Bakar as Siddiq

Source: https://www.bacaanmadani.com/2019/11/strategi-dan-metode-dakwah-khalifah-abu.html

Check Also

Kemukakan Manfaat Sig Dalam Keselamatan Masyarakat

Kemukakan Manfaat Sig Dalam Keselamatan Masyarakat. Mas Pur Follow Seorang freelance nan suka membagikan pengetahuan, …