Watak Tembang Pocung Dalam Bahasa Jawa

Pada kesempatan sebelumnya kita sudah membahas mengenai
tembang cangkul
dan
tembang durma.
Dan kali ini kita akan menggosipkan sajak macapat yang terakhir ialah puisi pocung. Galibnya tembang pocung membahas tentang kematian manusia. Adapula nan menamakan bahwa tembang ini sakti penjelasan bikin meninggi amalan baik sebelum ajal menjemput.

Sajak adalah bahasa jawa bermula lagu/sajak. Cukup familiar di telinga masyarakat jawa yaitu tembang Tembang cilik (ꦩꦕꦥꦠ꧀). Kesenian
puisi macapat
sudah ada sejak zaman kerajaan Kraton Kuno yang tegak sebelum kekaisaran Majapahit. Tembang nan lagi umpama pengingat akan semangat laksana khalayak selayaknya.

Pada jaman habis tembang digunakan sebagai sarana dakwah kepada masyarakat yang bertujuan cak bagi membujuk dan membagi pemahaman nasib.

Penjelasan Kian Lengkapnya Suka-suka di Bawah Ini 🙂

Artikel ini Berisi

  • 1
    Signifikansi Tembang
  • 2
    Watak Puisi Pocung
  • 3
    Paugeran Syair Pocung (Aturan)
  • 4
    Fungsi dan Harapan Tembang
  • 5
    Contoh Syair Pocung

      • 5.0.1
        1) Tema Pendidikan
      • 5.0.2
        2) Tema Manajemen Krama
      • 5.0.3
        3) Tema Nasehat
      • 5.0.4
        4) Tema Teka Teki
    • 5.1
      Share this:
    • 5.2
      Like this:

Konotasi Tembang

pinterest.com

Puisi pocung adalah tembang elus nomor terakhir dari kesebelas judul tembang macapat. N domestik bahasa Jawa Tembang pocung berasal terbit introduksi “pocong” yang bersangkutan dengan kematian seseorang. Makna keseluruhan dari tembang ini ialah mengkisahkan manusia yang telah tutup usia dan melaksanakan ritual keyakinan kerjakan memandikan bangkai, di bungkus kain kafan, menshalatkan jenazah, dan kemudian menguburkannya.

Kesenian yang minimal sering dipakai untuk hiburan ialah tembang pocung ini. Puisi yang dominan di kuping masyarakat sehingga mudah untuk di cerna maknanya. Biasanya untuk menyabarkan cucu adam orang yang menengah tertima bencana alam kematian. Cak kenapa demikian, Karena Tembang pocung weduk syair atau lagu nan bertabiat santai, gecul dan beberapa terserah yang berisi sangkil-tebakan.

Baca :   Dalam Gambar Berikut Daerah Yang Diarsir Menunjukkan Himpunan Apa

Sejatinya manusia di marcapada doang untuk berkreasi dan beribadah kepada Almalik SWT. Hal tentu yang paling daya di dunia adalah periode dan usia. Semua tak suka-suka nan tahu kecuali Sang Pereka cipta. Maka dari itu kita sebagai hamba-Nya harus mencari bekal untuk kehidupan pasca- mortalitas. Karena semua yang kekal dan langgeng merupakan roh akhirat ialah pasca- kematian.

Bisa juga diambil dari vokal akhir yang berbunyi “cung” yang memiliki makna sebuah panggilan untuk anak anak. Demikian hiburan nan berorientasi pada kelucuan tembang.

Penafsiran bukan selain pocong adalah woh wohan maupun pohon. Penafsiran ini terdapat pada sahifah kejawen (Serat Purwaukara), Pocung bermakna kuncup patera
(kudhuping gegodhongan)yang masih remaja dan sehat.

Semua aspek semangat dunia perlu dibutuhkan adanya pemahaman diri bermula masing masing basyar. Kita juga harus tukang memilih dan mengategorikan, mana yang baik dan buruk, mana yang di butuhkan bagi terjamah dan mana yang terlazim ditinggalkan. Semakin bertambahnya nyawa seseorang, Pasti membutuhkan yang namanya pahala. Maka dari itu selayaknya anak adam yang baik harus memperbanyak amalan untuk pesangon setelah ajal.

Watak Syair Pocung

  • Gembira
  • Bahagia
  • Membawa gelak
  • Santai
  • Ampuh Teka Teki
  • Mengelakkan
  • Terwalak Isi Berupa Kepedihan
  • Humoris
  • Nasehat
  • Tegas
  • Watak puisi Pocung diatas merupakan misal penghibur awam dalam beraneka macam acara seperti dagelan, pewayangan, kuliah dan masih banyak lagi. Dalam pewatakan, tembang pocung ini tidak punya klimaks pada setiap ceritanya. Tinggal menyejajarkan tema nan akan di ceritakan dan itulah yang menjadi hipotetis watak yang di temukan pada tembang pocung ini.

    Baca Juga :

    1. Tembang Mijil Teladan (Konotasi, Watak, dan Paugeran)
    2. Tembang Sinom Lengkap (Denotasi, Watak, dan Paugeran)
    3. Tembang Asmaradana Kamil (Signifikansi, Watak, dan Paugeran)
    4. Tembang Gambuh (Konotasi, Watak, & Paugeran)

    Paugeran Tembang Pocung (Adat)

    Fungsi dan Tujuan Tembang
    kuburan
    pinterest.com

    Pocungiku tegese pocong lan kudhuping gegodhongan
    yang memiliki arti orang yang di bungkus kain kafan. Semua insan hidup pasti akan mengalami yang namanya kematian. Ajal tidak memandang umur, kapanpun, dan dimanapun. Saat waktunya sudah habis didunia maka akan segera dicabut ruhnya berpokok badan. Bikin itu kita sebagai insan harus berburu bekal akhirat seperti beribadah, sedekah, dan berkepribadian baik untuk diri seorang atau cucu adam lain.

    Berikut Adalah Fungsi dan Tujuan Tembang Pocung :

    • Alat angkut pendidikan.
    • Umpama pengingat, bahwa semua manusia akan mengalami ajal.
    • Kesenian tradisional khas Jawa.
    • Pementasan tradisional.
    • Upacara rasam Jawa.
    • Hiburan dikala lampau.
    • Untuk menyerahkan nasihat dan piwulang kepada manusia umum.
    • Digunakan untuk menasehati sesama ataupun mituturi.

    Contoh Sajak Pocung

    bermain wayang
    pinterest.com

    Contoh tembang ini memiliki beragam tema seperti mana pendidikan ataupun tema nasehat. Tema ini terselip puas setiap lirik lirik sajak. Banyak pengalaman semangat dan pembelajaran yang bisa kita boleh dari sajak ini. Tembang nan mengingatkan manusia bahwa kematian adalah hal yang pasti didunia. Dan mengajak umat manusia untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.

    Berikut Merupakan Contoh Puisi Pocung :

    1) Tema Pendidikan


    1)


    Teguran iku, ora seneng ngudi ilmu…

    Uripe rekasa…

    Senenge kepati-pati…

    Ora sugih ananging ora rumangsa…

    Artinya:

    Siapa pun yang tidak gemar mencari ilmu…

    Hidupnya akan sengsara…

    Kegembiraannya akan nyenyat…

    Tidak kaya namun tidak merasa…


    2)
    Ana weling, saka bapa kalih biyung…

    Aja seneng lunga…

    Jomeneh lungane wengi…

    Peso dilanggar cah ayu iku bebaya…

    Artinya:

    Ada Nasehat dari bapak dan ibu…

    Jangan doyan main keluar…

    Apalagi jika perginya malam…

    Hal situasi sejenis ini tinggal berbahaya bagi anak cewek jika dilanggar…

    2) Tema Tata Krama


    1)
    Beda lamun kang wus sengsem reh ngasamun…

    Semune ngaksama…

    Sasamane bangsa sisip…

    Sarwa sareh saking mardi martatama…

    Artinya:

    Tetapi berbeda dengan yang mutakadim suka menyepi…

    Tampak aturan pemaaf…

    Antar manusia yang mumbung riuk…

    Kerap kepala dingin dengan jalan mengutamakan sikap cacat hati…


    2)
    Aja tumindhak nistha…

    Elingono wong urip ing dunyo iku…

    Gesanga mung sawetara…

    Darul baka gawang kang nyekti…

    Artinya :

    Jangan main-main menjijikkan…

    Ingatlah orang hidup ada di marcapada itu…

    Bernafas hanya sebentar…

    Akibatnya tempat juga ke yang suci…

    3) Tema Nasehat


    1)
    Sakeh luput ing angga tansah linuput…

    Linimpeting perbuatan nabi nabi muhammad…

    Narka tan ana udani…

    Lumuh ala ardane giwana gada…

    Artinya :

    Semua kesalahan yang dilakukan internal diri selalu ditutupi…

    Dibalut dengan sebuah kata-kata nan mulia…

    Semata-mata dia mengira bukan ada nan mencerna…

    Berucap tak melakukan virulen, namun lagak buruknya membawa bencana…


    2)
    Aja tumindhak nistha…

    Elingono wong urip ing dunyo iku…

    Gesanga mung sawetara…

    Akhirat papan kang nyekti…

    Artinya :

    Jangan bertindak menjijikkan…

    Ingatlah insan hidup ada di dunia itu…

    Bernafas semata-mata selintas…

    Akhirnya panggung pun ke nan sejati…

    4) Tema Teka Teki


    1)


    Bapak Pucung…

    Cangkeme madhep mandhuwur…

    Sabamu ing sendhang…

    Pencoanmu rezeki kereng…

    Prapteng wisma…

    Si simaung mutah guwaya…

    Jawaban bermula tembang pucung ini adalah Jun atau gentong (bekas menggudangkan air).


    2)


    Bapak pucung…

    Dudu watu dudu argo…

    Sabamu ing alas…

    Ngon-ingone Sang Bupati…

    Prapteng margaSi simaung lembehan grana…

    Jawaban berpokok tembang pocung di atas adalah “Gajah”.


    3)
    Buya kepayang, renteng-renteng congah kalung…

    Dowo koyo ulo…

    Pencoanmu wesi miring…

    Sing disobo…

    Sang pucung mung timbrung kutho…

    Jawaban teka teki sajak tembang cilik pocung diatas yaitu “Sepur”.


    4)
    Buya kepayang, cangkeme mandep mandhukur…

    Sabamu ing sendhang…

    Pencoanmu lambung kereng…

    Prapteng wisma, si pucung mutah guwaya…

    Jawaban teka teki tembang macapat pocung di atas yaitu “Bukit”.


    5)


    Buya Kepencong, mung berma lawan gembung…

    Padha dikunjara…

    Sepi sajroning ngaurip…

    Mijil anak cucu, si simaung dadi dahana…

    Jawaban contoh teka teki tembang pucung yakni ”layon pendidip”.

    Watak Tembang Pocung Dalam Bahasa Jawa

    Source: https://prasstyle.com/tembang-pocung/

    Check Also

    Kemukakan Manfaat Sig Dalam Keselamatan Masyarakat

    Kemukakan Manfaat Sig Dalam Keselamatan Masyarakat. Mas Pur Follow Seorang freelance nan suka membagikan pengetahuan, …